Minggu
pagi ini kami hanya berkumpul dirumah, sambil ngobrol dan membaca buku kesukaan
kami diteras kamipun menghabiskan waktu dengan penuh canda. “Tentang buku punya
cerita, siapa yang mau mendengarkannya? Tanyaa ayah pada kami.” “Mauuu” teriak
kami kompak.
Baiklah
ayah akan ceritakan buat kalian”
(sembari sesekali kami meneguk teh Sariwangi minuman favorit keluarga
kami) :
Ayah
sangat mencintai buku, dan itu semenjak ayah kecil dulu. Semakin hari koleksi
buku ayah kian bertambah, baik buku pelajaran, cerita fiksi, komik, majalah
anak, buku bacaan, buku ketrampilan juga buku bacaan lainnya. Hingga saat itu ayah kecil kemudian
berpikir bagaimana cara memanfaatkan buku ini. Kemudian ayah mendirikan
PERPUSTAKAAN KECIL yang ayah kasih nama “RUMAH PERPUSTAKAANKU”. Waktu itu tahun
1992 ayah baru kelas 1 SMP, dua bulan perpustakaan itu begitu rame. Uang sewa
untuk satu buku selama 3 hari sebanyak Rp. 50,00. Uang Rp. 50,00 itu ayah
kumpulkan untuk menambah koleksi buku baru. Ayah ingin teman-teman ayah didesa
Mertasari ini makin mencintai buku, agar kita tumbuh menjadi generasi bangsa
yang cerdas. Namun sayang perpustakaan ayah ini hanya berlangsung selama 5
bulan saja. Karena ayah waktu itu tidak memahami manajemen perpustakaan. Banyak
buku yang dipinjam teman ayah namun tidak dikembalikan. Ada juga yang
dikembalikan namun kondisinya sudah rusak dan penuh corat-coretan. Tapi ayah seneng meski
sederhana tapi ayah sudah berbuat sesuatu buat teman-teman ayah.
“
Wahh sungguh kami bangga sama ayah, ayahku keren.” Teriak Abrisam disambut tawa
kami semua. Kamipun larut dalam kebahagiaan sambil sesekal menghabiskan teh hangat
buatan Bunda.
Harapan : Berharap makin banyak anak Indonesia yang mencintai
buku, suka dan menikmati membaca buku dan menciptakan perpustakaan tak hanya
untuk dirinya tapi untuk semua orang agar generasi Indonesia adalah generasi
yang cerdas.
No comments:
Post a Comment