Lihat dan tataplah pahlawan kita
ini sayang, R.A. KARTINI. Lewat dongeng,
cerita sembari menemaninya bermain ku kenalkan Syauqina (2tahun) kisah R.A. Kartini. Berharap kelak
Syauqina menjadi wanita Indonesia yang bangga pada Agama, bangsa dan budayanya.
Dan kini, lewat hal-hal sederana kuajarkan diatumbuh menjadi wanita yang
“harus” mampu menjaga anggun kewanitaannya. Segera mengganti dan memakaikan celana ketika dia pipis dan berkata “mari sayang
kita bersihkan dan tutupi agar siapapun orangnya tidak boleh melihatnya.” Lewat
larangan tidak mau dicium oleh orang yang tidak dikenalnya, lewat pemilihan baju yang tidak mengumbar aurat
tapi tetap sesuai dengan usianya, lewat belajar kata-kata yang baik dan tak
mencontohkan berkata kasar didepannya.
Dan kuyakin bagimu Aku adalah
KARTINI sesungguhnya. Lewat belaian sayang tanganku ketika kutanya “apakah
Syauqina sayang Bunda?’ dan jawabanmu adalah “iya ayang”. Atau kecupanmu ketika kutanya “Syauqina cantiknya
kaya siapa? Dengan bangga pasti kau jawab “kaya Bunda”.
Bunda bahagia padamu meski BUKAN
PIALA, tapi lihatlah sayang Inisiasi menyusui Dini (IMD) yang kupraktekkan ketika kau lahir dulu
sukses sayang, engkau pintar dan langsung mencari puting Bundamu, engkau
memberi respon walau hhanya lewat lirikkan matamu ketika ku berkata “
Assalamualaikum sayang ini Bundamu” seakan –akan kau sudah kenal suaraku sejak
masih dalam kandungan dulu kita kuajak engkau ngobrol dan berceita banyak hal
tentang indahnya dunia. Lihatlah engkau bakhan sudah bisa menginjakan 3 langkah
kaki ketika kau berusia 10 bulan 3 minggu. Dan berkata-kata sederhana yang lucu dan menggemaskan. Sungguh menjadi
IBU bagimu adalah keindahan makna syurga ketika aku tak bisa membayangkan indahnya.
Dan syurga itu kini aku sedang menikmatinya. Lewat senang walau sesekali diberi
lelah, dan tak ringan tapi IBU buat anak-anakku, maka aku kuat dan semangat
menjalaninya. Semoga Allah SWT benar-benar kirimkan Malaikat terbaiknya tuk
membantuku menjadi IBU sholekhah, baik, sabar, pintar dan dibanggakan
anak-anaknya Amiin Yaa Robb.
No comments:
Post a Comment