Sunday, 2 August 2015

BUKAN MUSIK MOZART TAPI GENDING JAWA DAN SERULING SUNDA


“Bunda, tahu ngga ternyataTeh mengandung antioksidan yang berguna bagi kesehatan. Kandungan antioksidan pada teh juga lebih baik daripada yang terkandung dalam sayuran dan buah-buahan karena dapat lebih mudah diserap oleh pembuluh darah, wah...berarti bagus dong kita minum teh ini dengan teratur” tutur ayah padaku. “Iya pastinya ayah, Riset menunjukkan bahwa manfaat maksimal teh akan diperoleh melalui konsumsi teh secara rutin (4-6 cangkir teh per hari),” ungkapku. “Hmm  jadi semakin suka nih ngeteh Sariwanginya” kata ayah sambil melemparkan senyumnya padaku. Kemudian, anak-anakpun ikut bergabung dalam kehangatan keluargaku ini.

Tiba-tiba Abang Abrisam berkata “ Bunda makasih yaa sudah melahirkan Abrisam, tadi ibu guru agamaku bercerita bahwa hamil itu  butuh perjuangan, karena ada nyidamnya. Emang  NYIDAM itu apa Bun? Tanyanya polos “Nyidam itu perasaan yang dirasakan oleh ibu hamil karena ingin mendapatkan perhatian dari ayah, misalnya karena ingin makan mangga maka ayah membelikan mangga, minta anggur maka ayah  membelikan anggur.” Kataku  memberi penjelasan. “Terus dulu pas bunda hamil Abang, Bunda nyidam  apa? Tanyanya makin penasaran. “ Hmmm...apa yaa Bunda Nyidam mendengarkan Musik Mozart,  dari buku sampe kaset ayah kemudian membelikannya untuk Bunda. Bunda bahagia sekali ketika suatu sore ayah ngasih buku dan kaset Mozart. Karena dalam teori musik Mozart mempunyai efek meningkatkan kecerdasan anak. Bundapun buru-buru ingin memndengarkan musik mozart itu. Tapi setelah sekali, dua kali hingga puluhan kali Bunda coba dengarkan musik Mozart, hati Bunda merasa “KURANG” menyukai musik itu, Bunda ngga enjoy, merasa “BUKAN” budayanya.  Tapi Bunda berusaha terus mendengarkan walau hanya sebentar, itu semua bukan karena musik Mozartnya tapi KARENA BUNDA INGIN MENGHARGAI PEMBERIAN AYAH. Tanpa sepengetahuan ayah Bunda meminta Eyang Kakung dibelikan kaset gending jawa juga musik sunda dengan alunan khas serulingnya. Dan WAWWW...moodnya Bunda berubah jadi Happy, Bunda bersemangat, Rileks, dan tenang. Akhirnya Bunda selalu mendengarkan musik gending jawa dan  seruling sunda ketika pagi dan sore hari. Dan hasilnya Lihatlah ana-anak Bunda yang manis dan pintar – pintar ini.” Godaku pada anak-anak kami. Ayah sayang maafkan Bunda yaa Bunda baru jujur sekarang.” Ungkapku.

“Hahh...kenapa Bunda baru cerita sekarang, coba klo cerita dari dulu pasti ayah belikan. Iya sayang, hanya karena engkau takut mengecewakanku engkau melakukan semua ini” Aku sungguh mencintai Bunda makasih ya sudah melahiirkan  Anak yang  membanggakan kami orang tuanya juga bangsa dan negara Indonesia tercinta pastinya “ tutur ayah penuh bangga.

“mari kita lanjutkan lagi minum tehnya...” Ayoooo”....teriak kami bahagia.

Harapan : Indonesia itu kaya raya. Tentang musik Indonesia juga punya ribuan aneka ragamnya. Kami yakin sesungguhnya musik-musik daerah Indonesia juga bisa bermanfaat bagi kesehatan, psikologis, peningkat kecerdasan dan efek-efek positif lainnya. Hanya saja “SEPERTINYA” masih kurang atau masih sedikit para peneliti yang menemukan hal tersebut. Semoga banyak peneliti-peneliti muda yang bisa menggali kekayaan musik daerah Indonesia yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.  Amiin...

No comments:

Post a Comment