“ Hihhiii geli deh Ayah, tadi Bunda kena batunya”
sembari kusodorkan Teh kesukaan keluarga tercintaku. “ Hayoooo ada apa nih ayah
dan bunda senyum – senyum” ujar Kakak dan Abang Abrisam menimpali dan ikut menyruput teh Sariwangi buatan
Bunda. “Jadi gini ceritanya, tadi Bunda sedang menidurkan Dede Auqina, kemudian ada Bude yang hendak memijam motor kita, nah
Bundakan bilang Mba Khalilla tolong ambilin kunci motor diatas meja di kamar
Bunda yaa, dan tau ngga Khalilla berkata apa?” ungkapku membuat mereka
penasaran. “ Sambil berkacak pinggang Khalilla berkata “ BUNDA, BUNDAKAN SUDAH
BESAR, BUNDA HARUS MANDIRI DONK, APA – APA
LAKUKAN SENDIRI “ tuturku penuh senyum “
Haahahhaha iya bener – bener kan Bunda sering berkata seperti itu pada kita
teriak Kakak dan Abang Abrisam.” Hmmmm...benar rupanya Kahalilla sedang
mengcopy paste apa yang aku ucapkan padanya, ketika dia sedang merajuk meminta
bundanya melepaskan sepatunya, bajunya, sandalnya....dan tiba-tiba Khalilla
datang menghampiri kita yang sedang asyik minum teh dan mengorol hangat. “Heiii
heiii pasti ngomongin Khalilla yaa” teriaknya. Kamipun tertawa dan bercanda
penuh bahagia. Khalilla anakku yang
ketiga kini usianya 5 tahun. Dia sangat menirukan apapun perilaku yang
kulakukan. Kami semua begitu menyayanginya. Tingkahnya lucu juga menggemaskan.
“iya Anak perempuan Ayah yang satu ini emang menggemaskan, Tau ngga Bun, waktu
malam-malam ayah pamit ke Bunda dan bilang mau beli pulsa ketika hamil
Khalilla. Padahal Ayah pergi ke alun-alun nyari Bakpau tapi ngga dapet. Sama
Abang becak ditunjukkin rumah tukang Bakpau yang biasa jualan diujung gang dan
kebetulan hari ini ngga jualan. Rumah tukang bakpau itu tak jauh dari ujung
gang itu, kebetulan malam itu ia sedang mengolah adonannya, karena waktu itu
sudah jam 11 malam. Ayah hanya ingin mencium aroma Bakpau dan mengunyah lembut
tepungnya. Hmmm rupanya pipi si cantik ini Cubby kaya bakpau” ungkap ayah.
“Whattt....yang ayah beli pulsa berjam-jam itu, malem-malem aku sendirian?
Hmmmm Ayah kenapa baru cerita sekarang.....kamipun semakin larut dalam canda
dan bahagia....bersama Sariwangi yang terus setia menemani lembaran kehidupan
keluargaku ini.
Harapanku adalah : Buatku
khususnya sebagai Bunda rupannya aku butuh terus belajar menjadi orang tua yang
baik, bijak, dan dibanggakan oleh anak –anaknya. Aku berharap akses belajar ini tak hanya
berkutat pada aspek fisik saja tapi
lebih menyentuh pada aspek psikologis anak-anaknya, yang bisa disediakan oleh
berbagai lembaga baik formal maupun informal. Berharap ada sentuhan yang lebih
mengena dari Sariwangi untuk mewujudkan mimpi-mimpi anak Indonesia yang
bahagia, nyaman dan sehat bersama keluarganya. BEASISWA ANAK BAHAGIa misalnya,
rewardnya tak hanya untuk anak, tapi penghargaan untuk BUNDA yang telah menjadikan keluarga
khususnya anak-anaknya tumbuh dengan bahagia. Agar bunda lebih hati-hati dan
tak lagi mengulangi ketika membentak anaknya, memelototkan matanya ketika
marah, mengayunkan cubitannya ketika jengkel. Dari dan lewat BUNDA akan
tercipta generasi anak bangsa yang hebat. Semoga saja....AMiin
No comments:
Post a Comment