Sunday, 2 August 2015

“BUNDA HARUS MANDIRI DONK”


“ Hihhiii  geli deh Ayah, tadi Bunda kena batunya” sembari kusodorkan Teh kesukaan keluarga tercintaku. “ Hayoooo ada apa nih ayah dan bunda senyum – senyum” ujar Kakak dan Abang Abrisam menimpali  dan ikut menyruput teh Sariwangi buatan Bunda. “Jadi gini ceritanya, tadi Bunda sedang menidurkan  Dede Auqina, kemudian ada  Bude yang hendak memijam motor kita, nah Bundakan bilang Mba Khalilla tolong ambilin kunci motor diatas meja di kamar Bunda yaa, dan tau ngga Khalilla berkata apa?” ungkapku membuat mereka penasaran. “ Sambil berkacak pinggang Khalilla berkata “ BUNDA, BUNDAKAN SUDAH BESAR, BUNDA HARUS MANDIRI DONK,  APA – APA LAKUKAN SENDIRI “  tuturku penuh senyum “ Haahahhaha iya bener – bener kan Bunda sering berkata seperti itu pada kita teriak Kakak dan Abang Abrisam.” Hmmmm...benar rupanya Kahalilla sedang mengcopy paste apa yang aku ucapkan padanya, ketika dia sedang merajuk meminta bundanya melepaskan sepatunya, bajunya, sandalnya....dan tiba-tiba Khalilla datang menghampiri kita yang sedang asyik minum teh dan mengorol hangat. “Heiii heiii pasti ngomongin Khalilla yaa” teriaknya. Kamipun tertawa dan bercanda penuh bahagia.  Khalilla anakku yang ketiga kini usianya 5 tahun. Dia sangat menirukan apapun perilaku yang kulakukan. Kami semua begitu menyayanginya. Tingkahnya lucu juga menggemaskan. “iya Anak perempuan Ayah yang satu ini emang menggemaskan, Tau ngga Bun, waktu malam-malam ayah pamit ke Bunda dan bilang mau beli pulsa ketika hamil Khalilla. Padahal Ayah pergi ke alun-alun nyari Bakpau tapi ngga dapet. Sama Abang becak ditunjukkin rumah tukang Bakpau yang biasa jualan diujung gang dan kebetulan hari ini ngga jualan. Rumah tukang bakpau itu tak jauh dari ujung gang itu, kebetulan malam itu ia sedang mengolah adonannya, karena waktu itu sudah jam 11 malam. Ayah hanya ingin mencium aroma Bakpau dan mengunyah lembut tepungnya. Hmmm rupanya pipi si cantik ini Cubby kaya bakpau” ungkap ayah. “Whattt....yang ayah beli pulsa berjam-jam itu, malem-malem aku sendirian? Hmmmm Ayah kenapa baru cerita sekarang.....kamipun semakin larut dalam canda dan bahagia....bersama Sariwangi yang terus setia menemani lembaran kehidupan keluargaku ini. 

Harapanku adalah :  Buatku khususnya sebagai Bunda rupannya aku butuh terus belajar menjadi orang tua yang baik, bijak, dan dibanggakan oleh anak –anaknya.  Aku berharap akses belajar ini tak hanya berkutat pada aspek fisik saja  tapi lebih menyentuh pada aspek psikologis anak-anaknya, yang bisa disediakan oleh berbagai lembaga baik formal maupun informal. Berharap ada sentuhan yang lebih mengena dari Sariwangi untuk mewujudkan mimpi-mimpi anak Indonesia yang bahagia, nyaman dan sehat bersama keluarganya. BEASISWA ANAK BAHAGIa misalnya, rewardnya tak hanya untuk anak, tapi penghargaan  untuk BUNDA yang telah menjadikan keluarga khususnya anak-anaknya tumbuh dengan bahagia. Agar bunda lebih hati-hati dan tak lagi mengulangi ketika membentak anaknya, memelototkan matanya ketika marah, mengayunkan cubitannya ketika jengkel. Dari dan lewat BUNDA akan tercipta generasi anak bangsa yang hebat. Semoga saja....AMiin


No comments:

Post a Comment