Minggu pagi Ayah dan anak-anak
sedang mencuci motor dan sepeda. Akupun menyuguhkan semilan roti keju teh
hangat untuk mereka. Sembari terus menyram dan menyikat bagian-bagian yang kotor Abrisam bertanya
pada Ayahnya “ Ayah, motor pertama Ayah itu motor apa?“ sembari sesekali meneguk teh hangat buatan
kami, Ayahpun menjawab pertanyaan dari Abrisam “ Hmmm motor pertama yang
benar-benar Ayah beli dari uang Ayah tanpa meminta Eyang kalian adalah sepeda
motor tahun 70 warna hijau pupus. Ayah menamainya SI PITUNG. Dari kuliah Ayah
dapat beasiswa dan sudah bekerja. Waahhh Ayah seneng sekali karena motor itu
sungguh bersejarah buat Ayah dan juga Bundamu. Sttttttt sini Ayah bisikin tahu
ngga jika Ayah gunakan motor itu untuk menguji cinta Bundamu. Bundakan cantik dan
pintar Ayah coba tes Apakah Bunda ngga malu karena punya kekasih yang hanya
punya motor pitung hehhehe” cerita Ayah sembari melirik kepadaku.
“Ayahku keren”teriak Kakak Kalle.
“ Ayah Ayah tahukan siapa penemu motor pertama kali?” tanyanya lucu untung Ayah
sering baca buku ensiklopedia kendaraan jadi Ayah langsung bisa jawab “ada
tahun 1868 Sepeda motor pertama kali dirancang oleh Ernest Michaux” . “Ya Ayah
pintar, tapi aku mau jadi seperti
Gottlieb Daimler. Pada tahun 1885 Gottlieb Daimler menjadi orang yang
merakit motor pertama kali di dunia. Gottlieb Daimler
menggunakan mesin berukuran kecil pada sebuah sepeda kayu. Mesin
diletakkan di antara roda depan dan belakang dan dihubungkan dengan rantai
ke roda belakang. Rakitan motor pertama dari sepeda kayu bermesin itu diberi
nama Reitwagen, Ayah. Aku mau buat sepeda motor canggih agar ayah dan Bunda
seneng. “ jelasnya dengan mimik serius
“Amiin, iya sayang semoga
tercapai. Bunda yakin kalian pasti bisa mencapai cita-cita kalian, Insaa Allah
Amiin.” Tuturku sembari mencium keningnya.
No comments:
Post a Comment