Sunday, 2 August 2015

GOTTLIEB DAIMER CILIK KEBANGGAAN AYAH DAN BUNDA


Minggu pagi Ayah dan anak-anak sedang mencuci motor dan sepeda. Akupun menyuguhkan semilan roti keju teh hangat untuk mereka. Sembari terus menyram dan menyikat  bagian-bagian yang kotor Abrisam bertanya pada Ayahnya “ Ayah, motor pertama Ayah itu motor apa?“  sembari sesekali meneguk teh hangat buatan kami, Ayahpun menjawab pertanyaan dari Abrisam “ Hmmm motor pertama yang benar-benar Ayah beli dari uang Ayah tanpa meminta Eyang kalian adalah sepeda motor tahun 70 warna hijau pupus. Ayah menamainya SI PITUNG. Dari kuliah Ayah dapat beasiswa dan sudah bekerja. Waahhh Ayah seneng sekali karena motor itu sungguh bersejarah buat Ayah dan juga Bundamu. Sttttttt sini Ayah bisikin tahu ngga jika Ayah gunakan motor itu untuk menguji cinta Bundamu. Bundakan cantik dan pintar Ayah coba tes Apakah Bunda ngga malu karena punya kekasih yang hanya punya motor pitung hehhehe” cerita Ayah sembari melirik kepadaku. 

“Ayahku keren”teriak Kakak Kalle. “ Ayah Ayah tahukan siapa penemu motor pertama kali?” tanyanya lucu untung Ayah sering baca buku ensiklopedia kendaraan jadi Ayah langsung bisa jawab “ada tahun 1868 Sepeda motor pertama kali dirancang oleh Ernest Michaux” . “Ya Ayah pintar, tapi aku mau jadi seperti  Gottlieb Daimler. Pada tahun 1885 Gottlieb Daimler menjadi orang yang merakit motor pertama kali di dunia. Gottlieb Daimler menggunakan mesin berukuran kecil pada sebuah sepeda kayu. Mesin diletakkan di antara roda depan dan belakang dan dihubungkan dengan rantai ke roda belakang. Rakitan motor pertama dari sepeda kayu bermesin itu diberi nama Reitwagen, Ayah. Aku mau buat sepeda motor canggih agar ayah dan Bunda seneng. “ jelasnya dengan mimik serius

“Amiin, iya sayang semoga tercapai. Bunda yakin kalian pasti bisa mencapai cita-cita kalian, Insaa Allah Amiin.” Tuturku sembari mencium keningnya.

Harapan : semoga harapan dan mimpi-mimpi kalian bisa terwujud, mersiapkan dari kecil sayang disini ada Ayh dan Bundamu yang akan terus dampingi engkau tumbuh dan berkembang mencapai mimpimu.

No comments:

Post a Comment