Sunday, 2 August 2015

KETIKA SI KAKA MENANGIS DIAM DIAM


Beberapa hari ini  Kakak  Kalle, nampak murung. Bahkan suatu hari aku menemuinya sedang melamun dan meneteskan air mata. Akupun bertanya padanya “ Kenapa Kakak menangis, ada apa ayo cerita sama Bunda?” namun Kakak  menyeka air matanya sambil mekasakan tersenyum dan berkata “ tidak apa-apa Bun Kaka cuman ngantuk aja pengen bobo” kejadian ini aku ceritakan pada Ayah yang sedang duduk diteras ditemani TEH WANGI MELATI minuman favoritnya selepas Ayah bekerja. “sudah kupancing Kakak untuk bercerita apa yang terjadi padanya namun dia mengelak, sepertinya kita perlu ngobrol serius deh Ayah”ajakku pada suamiku.  Baiklah, bagus itu ayooo sambil ngeteh kita panggil Kakak untuk ngrobrol lebih dekat. Atau gimana kalau sekalian sore ini kita jalan-jalan kesawah belakang rumah Bunda, disanakan asyik tempatnya.” Usul Ayah dan diiyakan olehkku. Kamipun asyik main dipinggir sawah. Dan...hanya ada Bunda, Ayah dan Kakak, ditemani  minum Teh sariwangi wangi melati. Dengan lembut dan penuh perhatian kamipun saling bertanya, dan meyakinkan pada Kakak bahwa kita berdua adalah orang yang paling bisa Ia percaya, karena kami betul-betul menyayanginya. Sambil tersedu-sedu tangisnyapun pecah. RUPANYA ANKKU DIBULLY TEMAN-TEMANNYA, dan kejadian itu sudah berlangsung selama kurang lebih 2 bulan.  Uang sakunya selalu diminta, PR dan Ualangannya selalu “Wajib” dicontek, pencil dan perlengkapan alat tulis selalu diminta,  baju dan badannya pernah ditarik dan didorong, diancam untuk tidak melapor kesiapapun. WAWWW Masyaalloh.......kaget, pedih, sedih dan sakit juga mendengarkan cerita dan melihat air matanya tumpah sore itu. Tapi kami berusaha tegar. “Baiklah Kakak terimakasih sudah percaya sama Ayah dan Bunda, untuk mau berbagi tentang masalah yang sedang Kakak alami, pasti ngga nyaman ya ada diposisi Kakak?” ucapku sambari memeluknya dengan erat. “Apa yang sudah Kakak Lakukan, pernah bilang untuk jangan  nakal lagi sama Kakak?” tanya Ayah. “ Kakak ngga berani ayah ada 3 anak yang mengancam Kakak, itu anaknya badannya besar , tahun kemarin tidak naik kelas jadi sekarang satu kelas sama Kakak.” Ungkapnya sambil terus tersedu melepas perasann terpendamnya. “Sttthhh..iya Ayah percaya pasti Kakak cape, sedih takut setiap hari  besok ijinkan  Ayah dan Bunda  bertemu dengan Ibu guru dikelas yaa untuk membicarakan penyelesain masalah ini.” Tutur ayah .  “Kakak sayang jadikan peristiwa ini pelajaran berharga buat Kakak, Ayah dan Bunda, lain kali jika ada sesuatu apapun itu  ceritakan pada kami agar kami bisa segera membantu menyelesaikan permasalah yang Kakak hadapi, walaupun Kakak diancam untuk tidak berbicara pada siapapun, tapi jika sama Ayah dan Bunda harus terbuka yaa.” Ungkapku sambil mengusap air matanya. Sekaang sudah plongkan  ayooo kita lanjutkan minun teh wangi melati kesukaan kita semua. Agar  perasaanmu makin tenang dan bahagia.  KARENA TEH jika diminum secara rutin, teh dapat membantu meningkatkan fungsi pembuluh darah, memerangi kepenatan, mengurangi kadar kolesterol, dan meningkatkan rasa bugar dalam tubuh

Dan pagi itu kami datang kesekolah Kakak membicarakan permasalahan dan penyelesaian yang Kakak hadapi, dan kami bersyukur akhirnya selesai dengan baik dan damai. Kini si Kakak kembali ceria, bersemangat untuk belajar dan pergi kesekolah, nyaman dan bahagia. Yaa Tuhan kami bersyukur padaMU, Lindungi anak-anakk Kami Yaa Robb, dari orang-orang yang jahat dan berniat tidak baik. Bimbing kami menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak kami. Amiin

Harapannya : STOP BULLYING, SIAPAPUN, DIMANAPUN sungguh pada posisi di Bully itu Tidak enak, tidak nyaman dan berakibat buruk pada perkembangan psikologis anak.  DAMAI itu jauh lebih indah, lebih bijak, lebih cantik. Sebagai orang tua kepekaan terhadap perubahan perilaku dan sikap anak ketika di bully  juga perlu ada sosialisasi yang baik dari berbagi pihak, karena orang tua adalah lingkungan terdekat anak yang paling mengerti dan bisa mendeteksi lebih diri terhadap perubahan-perubahan yang dialami anak. Semoga anak- anak Indonesia BEBAS Bullying, tumbh cerdas, sehat dan bahagia menjadi generasi bangsa yang dibanggakan. AMiin

No comments:

Post a Comment