Beberapa hari ini Kakak
Kalle, nampak murung. Bahkan suatu hari aku menemuinya sedang melamun
dan meneteskan air mata. Akupun bertanya padanya “ Kenapa Kakak menangis, ada
apa ayo cerita sama Bunda?” namun Kakak menyeka air matanya sambil mekasakan tersenyum
dan berkata “ tidak apa-apa Bun Kaka cuman ngantuk aja pengen bobo” kejadian
ini aku ceritakan pada Ayah yang sedang duduk diteras ditemani TEH WANGI MELATI
minuman favoritnya selepas Ayah bekerja. “sudah kupancing Kakak untuk bercerita
apa yang terjadi padanya namun dia mengelak, sepertinya kita perlu ngobrol
serius deh Ayah”ajakku pada suamiku.
Baiklah, bagus itu ayooo sambil ngeteh kita panggil Kakak untuk ngrobrol
lebih dekat. Atau gimana kalau sekalian sore ini kita jalan-jalan kesawah
belakang rumah Bunda, disanakan asyik tempatnya.” Usul Ayah dan diiyakan
olehkku. Kamipun asyik main dipinggir sawah. Dan...hanya ada Bunda, Ayah dan
Kakak, ditemani minum Teh sariwangi
wangi melati. Dengan lembut dan penuh perhatian kamipun saling bertanya, dan meyakinkan
pada Kakak bahwa kita berdua adalah orang yang paling bisa Ia percaya, karena
kami betul-betul menyayanginya. Sambil tersedu-sedu tangisnyapun pecah. RUPANYA
ANKKU DIBULLY TEMAN-TEMANNYA, dan kejadian itu sudah berlangsung selama kurang
lebih 2 bulan. Uang sakunya selalu
diminta, PR dan Ualangannya selalu “Wajib” dicontek, pencil dan perlengkapan
alat tulis selalu diminta, baju dan
badannya pernah ditarik dan didorong, diancam untuk tidak melapor kesiapapun.
WAWWW Masyaalloh.......kaget, pedih, sedih dan sakit juga mendengarkan cerita
dan melihat air matanya tumpah sore itu. Tapi kami berusaha tegar. “Baiklah
Kakak terimakasih sudah percaya sama Ayah dan Bunda, untuk mau berbagi tentang
masalah yang sedang Kakak alami, pasti ngga nyaman ya ada diposisi Kakak?”
ucapku sambari memeluknya dengan erat. “Apa yang sudah Kakak Lakukan, pernah
bilang untuk jangan nakal lagi sama
Kakak?” tanya Ayah. “ Kakak ngga berani ayah ada 3 anak yang mengancam Kakak,
itu anaknya badannya besar , tahun kemarin tidak naik kelas jadi sekarang satu
kelas sama Kakak.” Ungkapnya sambil terus tersedu melepas perasann
terpendamnya. “Sttthhh..iya Ayah percaya pasti Kakak cape, sedih takut setiap
hari besok ijinkan Ayah dan Bunda bertemu dengan Ibu guru dikelas yaa untuk membicarakan
penyelesain masalah ini.” Tutur ayah .
“Kakak sayang jadikan peristiwa ini pelajaran berharga buat Kakak, Ayah
dan Bunda, lain kali jika ada sesuatu apapun itu ceritakan pada kami agar kami bisa segera
membantu menyelesaikan permasalah yang Kakak hadapi, walaupun Kakak diancam
untuk tidak berbicara pada siapapun, tapi jika sama Ayah dan Bunda harus
terbuka yaa.” Ungkapku sambil mengusap air matanya. Sekaang sudah plongkan ayooo kita lanjutkan minun teh wangi melati
kesukaan kita semua. Agar perasaanmu
makin tenang dan bahagia. KARENA TEH jika diminum secara rutin, teh dapat membantu meningkatkan
fungsi pembuluh darah, memerangi kepenatan, mengurangi kadar kolesterol, dan
meningkatkan rasa bugar dalam tubuh
Dan pagi itu kami datang
kesekolah Kakak membicarakan permasalahan dan penyelesaian yang Kakak hadapi,
dan kami bersyukur akhirnya selesai dengan baik dan damai. Kini si Kakak
kembali ceria, bersemangat untuk belajar dan pergi kesekolah, nyaman dan
bahagia. Yaa Tuhan kami bersyukur padaMU, Lindungi anak-anakk Kami Yaa Robb,
dari orang-orang yang jahat dan berniat tidak baik. Bimbing kami menjadi orang
tua yang baik bagi anak-anak kami. Amiin
Harapannya : STOP BULLYING, SIAPAPUN, DIMANAPUN sungguh pada posisi
di Bully itu Tidak enak, tidak nyaman dan berakibat buruk pada perkembangan
psikologis anak. DAMAI itu jauh lebih
indah, lebih bijak, lebih cantik. Sebagai orang tua kepekaan terhadap perubahan
perilaku dan sikap anak ketika di bully
juga perlu ada sosialisasi yang baik dari berbagi pihak, karena orang
tua adalah lingkungan terdekat anak yang paling mengerti dan bisa mendeteksi
lebih diri terhadap perubahan-perubahan yang dialami anak. Semoga anak- anak
Indonesia BEBAS Bullying, tumbh cerdas, sehat dan bahagia menjadi generasi
bangsa yang dibanggakan. AMiin
No comments:
Post a Comment