Minggu pagi, kali ini
kuisi dengan memasak berdua bareng suami. Memasak buatkami adalah salah satu
cara menjaga romantisme cinta. Ditemani teh Sariwangi hangat kamipun asyik
ngobrol tentang perkembangan anak-anak sembari berangan mau jadi apa mereka kelak. Tiba-tiba keempat anakku menghampiri
sambil menggoda Khalillapun berkata “Ciee Ayah Bunda masak berdua, lagi masak
apa sih Bun?” tanyanya penasaran. “Masak Soto, sayang” jawabku. “Uuuhhh Ayah
sama Bunda kenapa sih suka sekali masak dan makan soto? “tanya Abrisam. “Hemmm
mau tahu apa mau tahu banget” ledek Ayah. “Mauuu dong” jawab anak-anakku
kompak. “ceritain ngga yaa” godaku mesra. “Ayooo Bunda ceritain dong” rajuk
Kaka Kalle. “Baiklah Ayah ceritain yaaa, Ayah pertama kali main ke Brebes ini,
main kerumah Eyang Putri dan Eyang Kakung, Makanan pertama yang Ayah makan,
makanan khas daerah ini adalah SOTO BUMBU TAUCO KHAS KOTA TEGAL. Entah mengapa
Ayah langsung menghabiskan bahkan sampe dua mangkok. Padahal Ayah tidak biasa
dengan makanan Asin. Ayahkan suka masakan khas Banyumas yaitu rasa manis. Apa
karena Ayah cinta sama Bunda Ya?” jawab Ayah sembari melirik kearahku. “Tahu
ngga sebenarnya waktu itu Bunda menambahkan sedikit gula merah pada soto buat Ayah lhoo jadi tetap “rada” manis
ko namun waktu itu Ayah tidak tahu.. Tapi sekarang terbiasakan dengan soto
bimbu tauco yang asin dan pedas?” tuturku. “oohhh Jadi itu rahasianya Ayah bisa
sampai nambah dua mangkok. Iya Ayah suka sama soto dan juga karena cinta sama
Bunda ko.” Jawab Ayah sembari membelai mesra kepalaku. “Cieee cieeee” tawa anak
kamipun semakin riuh.
Harapan :
Lewat ngeteh Sariwangi
dan segala macam judul juga tema kegiatan sederhana rupannya makin mendekatkan
tak hanya ragawi tapi hati ini. Dan itu butuh diciptakan. Semoga cinta kami
Abadi, Amiin
No comments:
Post a Comment