Sunday, 2 August 2015

JANGAN PANGGIL BUNDAKU DUTA KANKER TAK BERSLEMPANG


Siang itu dering Hp berbunyi, Khalilla anakku kemudian mengangkatnya “Helloo Assalamualaikum Ini Khalilla, mau bicara dengan Bunda yaa?” tanyanya lucu.  Dari seberang penelponpun menjawab “ Hallo cantik  ini pasti anak  Si Duta Kanker Tak Berslempang, ini Tante Lili, Bundanya ada sayang?” suara canda Lili sahabatku.  Aku dan Lili kemudian ngobrol asyik.

“Wahhh Bunda masih kebagian tehnya ngga nih, ditinggal telpon sebentar Tehnya langsung ludes deh.” Tuturku sembari bergabung dengan Ayah juga anak-anak yang sedang asyik menikmati minuman favorit keluargaku. 

“Masih dong sini berdua bareng Ayah, “ Ungkap ayah penuh sayang. “Asyikkk” Jawabku. Dan tiba-tiba Khalilla bertanya “ Bunda kenapa tante Lili menyebut Bunda Si Duta Kanker Tak Berslempang, aku  ngga mau tante Lili meanggil Bunda dengan sebutan itu” hardiknya sambari bergelanyut dipelukkanku. Oh Itu Jadi gini sayang ceritanya Sayang :

6 Tahun yang lalu adalah masa terberat buat Bunda. Ibuku (Eyang Putri) divonis kena kanker payudara. Mendapingi orang yang kita cintai sakit rasanya ingin sekali menanggungnya. Berbagai usaha pengobatan terus kami lakukan dari rumah sakit satu kerumah sakit lainnya. 7 Januari 2009 pukul 07.00 adalah helaan nafas terakhirnya. Usai minum susu, berdzikir dan meminta dipeluk oleh Ayahku (Eyang Kakung), kedua tangan terus berpegangan tangan-tangan kami anaknya, Eyang Putripun tertidur untuk selamanya. MENANGIS DAN SEDIH ? Iya, tapi kejadian ini menjadikan Bunda berubah jadi manusia yang sadar bahaya kanker. Bunda menjadi pribadi yang selalu baca, ngobrol, diskusi dengan ahli juga berkumpul dengan komunitas penderita kanker. Bunda dirikan komunitas “Jemari KhalillaRozha Shalekhah”  yaitu perkumpulan keluarga penderita kanker yanga ada didesa ini, lewat karya jari jemari kuajak  mereka kreatif  membuat asksesoris wanita, sembari Bunda selipkan pengetahuan tentang cara pendampingan keluarga dengan penderita kanker. Walau kini  baru beranggotakan 5 orang. Lewat hal-hal sederhana Bunda informasikan bahaya kanker, lingkungan yang sehat, imunisasi kanker, pentingnya dukungan keluarga. Menyemangati pentingnya jadi PASIEN CERDAS, dan rajin mencari pengetahuan tentang kanker. Penanaman konsep PENCEGAHAN JAUH LEBIH BAIK DARIPADA PENGOBATAN. Lewat berdiskusi, pendampingan dirumah, curhat, atau  juga Bunda tuliskan diblog pribadi, hingga teman-teman Bunda menjuluki sebagai “ DUTA KANKER TAK BERSLEMPANG” hmmmm, tidaklah mengapa yang terpenting adalah Bunda bisa bermanfaat tak hanya untuk Bunda sendiri , keluarga tapi orang lain khususnya penderita kanker. Panggilan Duta Kanker Tanpa Slempang ini justru menambah motivasi Bunda untuk terus berbuat sesuatu. Meski hal –hal kecil semoga kita bisa terus bermanfaat bagi orang lain sayang.” Tuturku.

“ Bunda Kanker itu apa ?” tanya Khalilla padaku. “Kanker itu penyakit yang berbahaya penyebabnya adalah jika Khalilla tidak mau makan, makannya goreng-gorengan dan jajanan yang banyak pengawet dan pewarna makanannya, jika Khalilla jajan es dan ciki-cikian sayang.” Jawabku “Wahhh Khalilla ngga mau jajan sembarangan lagi Bunda, Khalilla tidak mau terkena penyakit Kanker. “ tuturnya lugu. “Kakak dan Abang juga bunda mau makan makanan yang sehat saja.” Teriak Ka Kalle dan Abang Abrisam anak lelakiku. “Kami semua sayang Bunda, Bunda adalah Bunda terbaik bagi kami” sembari saling peluk dan melanjutkan minum teh sariwangi hangat kesuakaan keluara kami

Harapan : Berharap Indonesia bebas Kanker, Amiiin Yaa Robb.

No comments:

Post a Comment