Siang itu dering Hp
berbunyi, Khalilla anakku kemudian mengangkatnya “Helloo Assalamualaikum Ini
Khalilla, mau bicara dengan Bunda yaa?” tanyanya lucu. Dari seberang penelponpun
menjawab “ Hallo cantik ini pasti
anak Si Duta Kanker Tak Berslempang, ini
Tante Lili, Bundanya ada sayang?” suara canda Lili sahabatku. Aku dan Lili kemudian ngobrol asyik.
“Wahhh Bunda masih
kebagian tehnya ngga nih, ditinggal telpon sebentar Tehnya langsung ludes deh.”
Tuturku sembari bergabung dengan Ayah juga anak-anak yang sedang asyik
menikmati minuman favorit keluargaku.
“Masih dong sini berdua
bareng Ayah, “ Ungkap ayah penuh sayang. “Asyikkk” Jawabku. Dan tiba-tiba
Khalilla bertanya “ Bunda kenapa tante Lili menyebut Bunda Si Duta Kanker Tak
Berslempang, aku ngga mau tante Lili
meanggil Bunda dengan sebutan itu” hardiknya sambari bergelanyut dipelukkanku.
Oh Itu Jadi gini sayang ceritanya Sayang :
6 Tahun yang lalu
adalah masa terberat buat Bunda. Ibuku (Eyang Putri) divonis kena kanker
payudara. Mendapingi orang yang kita cintai sakit rasanya ingin sekali
menanggungnya. Berbagai usaha pengobatan terus kami lakukan dari rumah sakit
satu kerumah sakit lainnya. 7 Januari 2009 pukul 07.00 adalah helaan nafas
terakhirnya. Usai minum susu, berdzikir dan meminta dipeluk oleh Ayahku (Eyang
Kakung), kedua tangan terus berpegangan tangan-tangan kami anaknya, Eyang
Putripun tertidur untuk selamanya. MENANGIS DAN SEDIH ? Iya, tapi kejadian ini
menjadikan Bunda berubah jadi manusia yang sadar bahaya kanker. Bunda menjadi pribadi
yang selalu baca, ngobrol, diskusi dengan ahli juga berkumpul dengan komunitas
penderita kanker. Bunda dirikan komunitas “Jemari
KhalillaRozha Shalekhah” yaitu
perkumpulan keluarga penderita kanker yanga ada didesa ini, lewat karya jari
jemari kuajak mereka kreatif membuat asksesoris wanita, sembari Bunda
selipkan pengetahuan tentang cara pendampingan keluarga dengan penderita
kanker. Walau kini baru beranggotakan 5
orang. Lewat hal-hal sederhana Bunda informasikan bahaya kanker,
lingkungan yang sehat, imunisasi kanker, pentingnya dukungan keluarga. Menyemangati
pentingnya jadi PASIEN CERDAS, dan rajin mencari pengetahuan tentang kanker.
Penanaman konsep PENCEGAHAN JAUH LEBIH BAIK DARIPADA PENGOBATAN. Lewat
berdiskusi, pendampingan dirumah, curhat, atau juga Bunda tuliskan diblog pribadi, hingga
teman-teman Bunda menjuluki sebagai “ DUTA KANKER TAK BERSLEMPANG” hmmmm,
tidaklah mengapa yang terpenting adalah Bunda bisa bermanfaat tak hanya untuk
Bunda sendiri , keluarga tapi orang lain khususnya penderita kanker. Panggilan
Duta Kanker Tanpa Slempang ini justru menambah motivasi Bunda untuk terus
berbuat sesuatu. Meski hal –hal kecil semoga kita bisa terus bermanfaat bagi
orang lain sayang.” Tuturku.
“ Bunda Kanker itu apa
?” tanya Khalilla padaku. “Kanker itu penyakit yang berbahaya penyebabnya
adalah jika Khalilla tidak mau makan, makannya goreng-gorengan dan jajanan yang
banyak pengawet dan pewarna makanannya, jika Khalilla jajan es dan ciki-cikian
sayang.” Jawabku “Wahhh Khalilla ngga mau jajan sembarangan lagi Bunda,
Khalilla tidak mau terkena penyakit Kanker. “ tuturnya lugu. “Kakak dan Abang
juga bunda mau makan makanan yang sehat saja.” Teriak Ka Kalle dan Abang
Abrisam anak lelakiku. “Kami semua sayang Bunda, Bunda adalah Bunda terbaik
bagi kami” sembari saling peluk dan melanjutkan minum teh sariwangi hangat
kesuakaan keluara kami
Harapan : Berharap
Indonesia bebas Kanker, Amiiin Yaa Robb.
No comments:
Post a Comment