“Bunda, boleh yaa Khalilla pinjam
bedak Bunda, Khalillakan mau cantik kaya Bunda” ungkap Khalilla padaku sembari
bergelayut anja didadaku. Aku yang sedang asyik ngeteh Sariwangi hangat bersama Ayah dan kakaknya
tersenyum mendengar pertanyaanya.
Meski geli mendengar pertanyaannya
tapi aku beruhasa bersikap dan berpikir positif padanya. “Wahhh rupanya anak
Bunda sudah besar yaa, tapi sayang kosmetik punya Bunda kurang pas dikulitmu
nak nanti Bunda belikan yang khusus buat peri cantik Bunda ini ya sayang,
bedak khusus anak-anak. Rupanya peri kecilku banyak mengcopy paste sikap dan
perilakuku. Sebagai bunda aku akan terus berusaha memberikan contoh yang baik
karena rupannya baginya aku adalah Roll model.
“Bunda cerita dong, dulu waktu
kecil Bunda seperti apa? “ tanyanya penasaran. “ Bunda juga dulu sama denganmu
sayang, bermain salon salonan dan memotong rambut teman hingga berukuran sangat
pendek dan tidak beraturan panjang pendeknya. Mainan kosmetik Ibu (Eyang Putri)
hingga lipstik dan bedak hancur bertaburan. Memakai pakaian Ibu yang kedodoran
hingga mengacak-acak seluruh isi lemari Ibu. Berlarian disawah hingga turun dan berenang
bersama padi dan petani. Berjualan petasan ketika liburan lebaran dan berlari
ketika teman hendak membeli. Berlarian dilapangan, berantem karena membela
teman. Hujan-hujanan dan takut pulang. Indahnya masa kecil Bunda, sama denganmu kan
sayang.” Tuturku bahagia.
“Apa...Bunda perah jualan petasan
juga” Tanya Ayah penasaran. “Iya Ayah tapii petasannya kembang api lhooo bukan
yang berbahaya.” Jawabku.
“Setiap mendengar petasan
teringat masa kecil Bunda dulu. Selain memainkan petasan, Bunda juga jualan
petasan. Hmmm...waktu itu umur Bunda baru 8 tahun saat Bunda kelas II SD. Semua
itu berkat Ibu. Ibu mendidikku “BERBISNIS” dari kecil. Makanya Bunda sekarang
jadi pintar berbisniskan?” tuturku penuh senyum. Sembari kuteguk teh buatan
Ayah katanya khusus untukku. Tapi tiba-tiba keempat anak – anakku ikutan
nimbrung dan menghabiskan teh hangat yang nikmat itu. “yahhh habis deh, Bunda
bikinkan lagi yaa.”
Harapan : Tuhan...bimbinglah aku dan suamiku terus menjadi
orang tua yang baik bagi anak-anak kami tercinta. Semoga kami bisa menjadi
contoh yang baik bagi perkembangan mereka. Amiin Yaa Robb.
No comments:
Post a Comment