Sunday, 2 August 2015

Dan kini dia tidak pernah berkata “OGAH EMAM...OGAH SARAPAN”


Abrisam (7 tahun) anak keduaku yang super aktif. Baginya bermain adalah dunia indahnya. Dia sangat menyukai kegiatan diluar rumah. Sering kali aku dibuatnya tercengang “ Bunda, ini hasil karya Abrisam buat Bunda.” Dengan tangan, muka dan baju yang penuh dengan lupur dia sodorkan patung seorang wanita yang terbuat dari tanah liat. Atau suatu hari sepulangku bekerja, Abrisam sudah menungguku didepan gerbang. Dengan wajah berseri dia menyambutku “ Bunda ayooo masuk ada kejutan buat unda” sambil tangannya terus menarik tanganku “ Dan Taraaaaa....lihat Bunda karya Abrisam baguskan?” tuturnya bangga (kali ini dia menyulap ruang tamu cantik keluargaku dengan corat coretnya yang besar dan penuh ditempok dan disisi bawah dia gambar orang). “Ini aku gambar keluarga kita Bun...ini Bunda, Ayah, Kakak, Ade dan ini aku Bun.” Lanjut penjelasannya. Huahhhh entah saat itu aku harus sedih melihat tembok cantikku tak lagi berbentuk atau justru aku bahagia. Tapi buru-buru kupeluk dia dan berkata “Iya sayang Bunda bangga padamu” sambil kupeluk tubuh mungilnya. Dia juga tak segan – segan loncat kesana kemari bergerak aktif, terkadang Kakeknya berkata” Abang diemnya pas tidur aja ya” sambil meledeknya mesra. Sebagai Bunda tentu ada kekhawatiran karena terlalu aktif dia akan mudah jatuh sakit. Tapi itu dulu kini aku semakin memahami apa kebutuhan pertumbuhan dan perkembangannya, makin kenal  ketika dia mulai sakit dan bagai mana cara menanganinya. Aku bersyukur karena usahaku untuk terus menciptakan menu yang bervariasi, menarik, sehat dan kreatif membuatnya MAU dan SUKA SAYUR, telor, daging juga tempe dan tahu. Dan kini dia tidak pernah berkata “OGAH EMAM...OGAH SARAPAN” karena katanya “ABRISAM SUKA MASAKKAN BUNDA,  ABIS ENAK SIH” tuturnya polos. Ku pastikan gizi  bagi pertumbuhan dan perkembangannya terpenuhi. Kucontohkan dan dia berhasil sebagai plagiat yang baik akan ASYIKNYA GOSOK GIGI DAN MENCUCI TANGAN, bahkan dia sudah “mulai” paham apa manfaat bagi dirinya kedua kegiatan tersebut. Aku juga beruntung karena dia adalah TEAM yang baik yang sangat konsekuen terhadap aturan dalam rumah tangga kami, yaitu dia mau dan mentaati WAKTU, kapan dia harus belajar, bobo siang, bermain, main game, main sepeda, kapan dia pulang kerumah dan mandi sore. Lewat dongeng kisah anak sukses dan pintar yang mencintai diri dan orang tuanya. Atau kisah si kancil yang tidak lupa makan. Dia menyerap betul setiap pengetahuan “baru “ yang dia dapat dariku, Bundanya. Aku juga memastikan benar dia punya bekal tak hanya sekotak makanan sebotol minuman yang kubuat dan kubawakan dari rumah tapi juga BEKAL PENGETAHUAN” akan bahayanya jajanan dengan bahan pengawet dan pewarna, es bungkus, goreng-gorengan yang dia beli disembarang tempat. Lewat ngobrol disore hari sambil ngeteh dan berkumpul bareng Ayah, Bunda Kakak dan adeknya. Kami terus memotivasi anak-anak kami untuk pandai memilih makanan yang baik untuknya. Aku juga memastikan DIA BAHAGIA DAN NYAMAN  dengan  segala kegiatan yang dia lakukan. DAN INI YANG TERPENTING aku selalu menyediakan PANADOL ANAK bila dia mulai demam.

No comments:

Post a Comment