Abrisam (7 tahun) anak keduaku
yang super aktif. Baginya bermain adalah dunia indahnya. Dia sangat menyukai
kegiatan diluar rumah. Sering kali aku dibuatnya tercengang “ Bunda, ini hasil
karya Abrisam buat Bunda.” Dengan tangan, muka dan baju yang penuh dengan lupur
dia sodorkan patung seorang wanita yang terbuat dari tanah liat. Atau suatu
hari sepulangku bekerja, Abrisam sudah menungguku didepan gerbang. Dengan wajah
berseri dia menyambutku “ Bunda ayooo masuk ada kejutan buat unda” sambil
tangannya terus menarik tanganku “ Dan Taraaaaa....lihat Bunda karya Abrisam
baguskan?” tuturnya bangga (kali ini dia menyulap ruang tamu cantik keluargaku
dengan corat coretnya yang besar dan penuh ditempok dan disisi bawah dia gambar
orang). “Ini aku gambar keluarga kita Bun...ini Bunda, Ayah, Kakak, Ade dan ini
aku Bun.” Lanjut penjelasannya. Huahhhh entah saat itu aku harus sedih melihat
tembok cantikku tak lagi berbentuk atau justru aku bahagia. Tapi buru-buru
kupeluk dia dan berkata “Iya sayang Bunda bangga padamu” sambil kupeluk tubuh
mungilnya. Dia juga tak segan – segan loncat kesana kemari bergerak aktif,
terkadang Kakeknya berkata” Abang diemnya pas tidur aja ya” sambil meledeknya
mesra. Sebagai Bunda tentu ada kekhawatiran karena terlalu aktif dia akan mudah
jatuh sakit. Tapi itu dulu kini aku semakin memahami apa kebutuhan pertumbuhan
dan perkembangannya, makin kenal ketika
dia mulai sakit dan bagai mana cara menanganinya. Aku bersyukur karena usahaku
untuk terus menciptakan menu yang bervariasi, menarik, sehat dan kreatif
membuatnya MAU dan SUKA SAYUR, telor, daging juga tempe dan tahu. Dan kini dia
tidak pernah berkata “OGAH EMAM...OGAH SARAPAN” karena katanya “ABRISAM SUKA
MASAKKAN BUNDA, ABIS ENAK SIH” tuturnya
polos. Ku pastikan gizi bagi pertumbuhan
dan perkembangannya terpenuhi. Kucontohkan dan dia berhasil sebagai plagiat
yang baik akan ASYIKNYA GOSOK GIGI DAN MENCUCI TANGAN, bahkan dia sudah “mulai”
paham apa manfaat bagi dirinya kedua kegiatan tersebut. Aku juga beruntung karena
dia adalah TEAM yang baik yang sangat konsekuen terhadap aturan dalam rumah
tangga kami, yaitu dia mau dan mentaati WAKTU, kapan dia harus belajar, bobo
siang, bermain, main game, main sepeda, kapan dia pulang kerumah dan mandi
sore. Lewat dongeng kisah anak sukses dan pintar yang mencintai diri dan orang
tuanya. Atau kisah si kancil yang tidak lupa makan. Dia menyerap betul setiap
pengetahuan “baru “ yang dia dapat dariku, Bundanya. Aku juga memastikan benar
dia punya bekal tak hanya sekotak makanan sebotol minuman yang kubuat dan
kubawakan dari rumah tapi juga BEKAL PENGETAHUAN” akan bahayanya jajanan dengan
bahan pengawet dan pewarna, es bungkus, goreng-gorengan yang dia beli
disembarang tempat. Lewat ngobrol disore hari sambil ngeteh dan berkumpul bareng
Ayah, Bunda Kakak dan adeknya. Kami terus memotivasi anak-anak kami untuk
pandai memilih makanan yang baik untuknya. Aku juga memastikan DIA BAHAGIA DAN
NYAMAN dengan segala kegiatan yang dia lakukan. DAN INI
YANG TERPENTING aku selalu menyediakan PANADOL ANAK bila dia mulai demam.
No comments:
Post a Comment