Sunday, 2 August 2015

CORETAN KERINDUAN LELAKI PARUH BAYA


Lelaki paruh baya itu Bapakku, siang ini aku membersihkan kamarnya. Tak sengaja kutemukan secarik kertas yang tergeletak dibawah tempat tidurnya. Coretan kerinduan akan Ibu yang sudah hampir 7 tahun berpulang kerumah Allah SWT. Coretan itu begitu menyayat hati fingga aku yang membacanyapun meneteskan air mata. Kami tidak tahu bahwa kerinduan ini begitu menyiksanya, karena aku mengenal sosok Bapak adalah lelaki tegar, kuat dan tidak cengeng, ceritaku pada suami dan anak-anak disore itu. Sambil minum teh kamipun asyik bercengkerama.

“oh yaaa. Ayah pikir Bapak juga sudah kuat apalagi kini Bapakkan sudah menikah lagi” Ungkap Ayah. Anak-anak kamipun terus menyimak. “Aku sayang Eyang” Ungkap Shauqina diiyakan oleh kakak-kakaknya. “Iya sayang kalian memang harus sayang sama Eyang, pijitin beliau usai bermain kuda-kudaan, bikin hatinya riang bersama celoteh dan cerita lucu tentang sekolah dan tempat bermain kalian, peluk dan cium beliau sebelum Eyang meminta kalian melakukannya. Dan, Doakan Eyang agar Eyang disayang sama Allah SWT, belajar yang rajin agar Eyang juga bangga karena kalian menjadi cucunya. Karena rupanya dalam coretan Eyang yang sangat sedih itu, Eyang juga menuliskan nama-nama kalian yang membuat Eyang bisa tetap tersenyum lho” begitu aku memberi penjelasan.

“Oh begitu ya Bun, baiklah kami janji ngga akan bikin Eyan sedih lagi, kami akan nurut sama Eyang. Kami sayang Eyang>” tutur Kakak Kalle.

“Iya sayang Bunda dan Ayah yakin kalian anak sholeh, kalian anak Ayah dan Bunda yang hebat” Ungkap Ayah. “Ayooo kita lanjutkan minum teh Sariwanginya......

Harapan : semoga anakku terus berbuat kebaikan apapun judul dan tema dari setiap fase kehidupan yang akan mereka jalani. Lindungi kami Tuhan. Ijinkan kami bahagia, sehat dan penuh berkah dariMu, Amiin


No comments:

Post a Comment