Sunday, 2 August 2015

KENAPA HARUS SELALU EMAK


Sore ini diteras depan rumah Abang Abrisam mendekati Ayah dan Bunda yang sedang asyik minum teh Sariwangi, dia merajuk dan protes “Bunda kenapa kue ini buat emak, buah ini buat emak, kemarin dan kemarin juga semua buat emak.” Ungkapnya.  Kamipun tersenyum memandangiya. “ Ada apa sayang kenapa? Dia kan saudara Bunda jadi kita harus baik donk sama dia.” Ungkap Ayah menasehatinya. 
Namanya Mintari, kami biasa menyebutnya Emak Min, usianya sudah hampir 65 tahun.  Sudah dua tahun lebih beliau ikut dikeluargaku, beliau dicampakkan keluarganya. Secara silsilah persaudaran kami memang terpaut saudara ipar meski jauh. Tapi hati kami saling dekat. 

“kemarilah nak, Bunda mau cerita sesuatu yang mungkin belum pernah kalian dengar” ungkapku. “Ketahuilah Emak Min itu sudah ikut membantu Eyang buyut merawat bunda, dulu waktu kecil bunda digendong dan main kepasar. Karena kurang hati-hati Bunda terjatuh. Tapi Bunda beruntung karena ada Mak Min yang langsung menangkap tubuh mungil Bunda sehingga Bunda tidak jadi terjatuh. Justru Mak Min yang akhirnya terjerembab kedalam selokkan dipasar yang bermau dan berwarna hitam. Mak Min juga sangat sayang sama Bunda. Jadi sekarang disaat beliau kesusahan  dan tidak punya siapa-siapa lagi kitalah yang harus menjaganya. “ tuturku dengan mata berkaca. 

“Iya benar sayang, ayah yakin kalian juga anak shaleh, anak baik. Sayangilah beliau juga ya.” Jelas Ayah.
Akupun lega kini anak dan suamiku makin sayang pada Mak Min. “Mari kita lanjutkan ngetehnya....

Harapan : Mendidik anak akan hal-hal baik rupannya bukan peajaran yang instan, tapi berproses. Semoga anak-anak kami tumbuh menjadi generasi yang sayang tak hanya pada diri dan keluarganya tapi pada semua orang.

No comments:

Post a Comment