Banyak anak Indonesia
tidak mengenal siapa pahlawan Bangsanya? Waahhh aku ngga ingin itu terjadi pada
anak-anakku. Aku ingin mereka tahu, kenal dan mengerti betapa perjuangan para
Pahlawan Nasional Indonesia sangatlah besar dan penuh jasa. Sebagai Bunda Cekatan
langkah yang harus ku tempuh adalah Siang hari usai sekolah ku
ajarkan Abrisam. Khalilla juga Shauqina BERTERIMAKASIH PADA PARA PAHLAWAN
BANGSA INDONESIA. memperlihatkan foto-foto para pejuang bangsa, asal daerah dan
sejarah perjuangannya. Dengan mengenalkan lebih dekat para pahlawan bangsa
diharapkan Abrisam akan lebih menjaga, mencintai dan bermanfaat bagi negerinya.
Mengharumkan nama baik negeri kita tercinta Indonesia.
Sembari melakukan kegiatan santai, bermain, bercerita dan mendongeng tak lupa kuselipkan
kisah R.A. Kartini, Cut Nyak Dien, Pangeran Diponegoro juga pahlawan lainnya.
Semoga perjuangan pahlawan bisa memberikan inspirasi pada anak-anak untuk lebih
cinta pada Bangsa dan Negerinya.
Sunday, 2 August 2015
KISAH ABSENNYA DASTER ROMBENG
Ini kisahnya: sebagai
Ibu cekatan rupanya aku tak hanya terus belajar memperbaiki sikap, perilaku
juga keimanan. Tapi kata Ibu dan Mertuaku Aku harus tetap AYU. Meski sudah
memiliki 4 buah hati. Ayu ternyata menu wajib dalam hubungan rumah tangga.
Begitu petuahnya. Maka kini aku “ABSEN”
memakai & mengkoleksi baju kesayanganku yaitu daster rombeng dan kucel
penuh lubang dimana-mana namun nyaman dipake. Membuatku kurang menarik, itu
alasanya. Sebagai Ibu cekatan rupannya aku juga harus memberikan penghargaan
pada diriku sendiri yaitu dengan mengenakan baju nyaman, namun cantik dipandang
meski sederhana dan beli dipasar. Tak harus baru tapi bersih dan wangi. Tak
harus mahal atau bergaya ala penyanyi. Simpel tapi menawan, cantik bukan hanya
dikala mau pergi, Semuanya agar orang - orang tersayangku bangga karena aku
menjadi bagian dari hidup mereka. Agar suamiku merasa bersyukur karena Ayunya
aku tak hanya untukku tapi untuknya juga.
KURSUS KEPRIBADIAN GRATIS
Keluarga, anak-anak,
suami tercinta adalah lembaran kisah hidupku yang bertema BAHAGIA. Dalam menjalaninya banyak adegan yang harus
kulakonkan dengan total dan tak lagi main-main. Peran sebagai IBU CEKATAN
adalah anugrah tersendiri buatku yang diberikan Sang Sutradara Kehidupan. Dan
aku bersyukur atas kepercayaanNya. Buatku mendampingi keempat anakku yang
sedang dalam masa Golden moment adalah laksana “kursus Kepribadian GRATIS !
Dari anak-anak aku belajar tentang mengolah sabar, mengelola marah, sesekali
berbeda tapi mudah memaafkan, sesekali menangis tapi tahu kapan harus tegar
& semangat. Disiplin waktu, bahagia & menikmati benar dunianya. Tulus
tanpa pamrih. Jujur tanpa basa basi. Berantem tanpa dendam. Sayang & cinta
karena hati. Terimakasih Tuhan Engkau sudah mendakdirkan aku sebagai Ibu.
Terimakasih Suamiku Engkau sudah memilihku menjadi permaisurimu. Terimakasih
anak-anakku Engkau sudah menjadikan hidupku berarti. semoga keluarga yang kita
bangun ditakdirkan Tuhan HAPPY ENDING
BAK DESAINER KONDANG
(heheheh....) itulah Aku.
Begitu percayanya suami dan anak-anak padaku. “Bunda, Ayah pantes ngga pake
baju ini?” tanya suami padaku. “ Sipp, Ok.” Jawabku. Atau anak- anakku, “Bunda
jangan lupa bikinkan Khalilla kostum Mayoret ya” rajuknya. “Okke” jawabku. “ Kita bikin baju kembar yuk Bun, nanti Bunda
pilih motif kainnya, tentukan modelnya. Kami yakin kok pilihan Bunda pasti
bagus.” Ungkap suamiku sore itu. “Iya SIAPPP” jawabku. Bak Desainer Kondang
bagi keluargaku, aku mendesainkan baju yang pas & cocok buat suami juga anakku.
Aku juga cekatan membetulkan kancing baju anak-anakku yang tanggal, menjahit
celana yang sudah robek, mengkreasikan pakaian lama menjadi baru juga layak
pake, lewat renda, manik-manik atau juga bunga yang kurajut. Mempadupadankan
pakaian kerja dan dasi suami sengingga menjadikannya lelaki menawan. tak lupa
pandai mengatur gaya berpakaian dan hijab untuk diri sendiri agar aku menjadi
IBU CEKATAN YANG AYU, walau dengan pakaian yang sedehana dan tak berharga
mahal.
SELAMAT PAGI DUNIA
Selamat Pagi Dunia”.
Pagi adalah tanda segala aktivitasku sebagai Ibu cekatan kumulai. Kupersiapkan
anak-anakku untuk bersekolah tak hanya belajar, sarapan bergizi juga bekal
sekolah. Tapi juga “bergerak” sehat. Pagi yang sejuk menjelang Kalle, Khalilla,
Sam berangkat kesekolah kami melakukan gerakkan sederhana senam otak (brain
gym). Bergerak adalah hal penting yang wajib dilakukan untuk persiapan
merangsang otaknya menerima pelajaran disekolah. Senam ini mendorong
keseimbangan aktivitas kedua belahan otak secara bersamaan Setelah melakukan
senam otak, diharapkan potensi kedua belahan otak anak akan seimbang sehingga
kecerdasan anakkupun menjadi maksimal.
Senam otak bertujuan untuk menyeimbangkan otak kanan & kiri. Sehingga,
logika maupun kreativitas anak menjadi seimbang, dapat membangun kepercayaan
diri, serta berpengaruh positif terhadap peningkatan konsentrasi, meningkatkan
fokus, daya ingat, serta mengendalikan emosi pada anakku Kalle, Sam &
Khalilla.
KETIKA SI KAKAK CEMBURU
Tiap anak memiliki keunikan tersendiri, juga pada
kepribadiannya. Seperti Khalilla ( 6 th) yang cemburu & berkata “Ini Bundaku”, pada
adiknya Shauqina (2 th). Sebagai Bunda cekatan
strategiku adalah Berusaha bijak, peka,
adil tak membedakan, tanggap menghadapi perasaan Khalilla. Bersikap wajar dan tak berlebihan menghadapi
respon yang diberikan Khalilla dalam menanggapi permasalahan. Tidak membela,
menghardik, memberikan lebel “nakal” padanya. Berusaha lebih dekat & mengerti
kebutuhan, pertumbuhan dan perkembangan
disetiap fase yang sedang Khalilla jalani. Berempati, luangkan waktu
hanya berdua dengannya, yakinkan bahwa Ia adalah buah cinta Ayah & Bunda
yang sangat kami sayangi. Tanamkan cara berpikir positif, bahwa adiknya akan
menjadi teman bermain yang asyik. Adiknya juga pasti sangat menyayanginya. Ajak
Khalilla untuk membantu mengambilkan bedak ketika aku memandikan adeknya.
Menyisir rambutnya. Mencium dan memeluknya. Menanamkan pengertian betapa
indahnya menjadi Kakak & Adik.
Subscribe to:
Comments (Atom)