Tuesday, 10 December 2013

KETIKA SIKAKA BERTANYA TENTANG "SEKS"



15 Maret 2010 pukul 22:10
oh anakku.....
keheningan pagi ini membuncah geli....ketika dua malikat kecilku saling berkomunikasi dengan caranya yang unik....si kaka bertanya pada si abang ; " bang...bang mencintaimu itu apa bang...?"
atau....
disiang panas itu....sikaka tiba2 bertanya takjub " hahhhh ko punya dede Queen ga kaya punya kaka nga ada tititnya (maaf...)."
atau....
disiang lainnya....kenapa "punyaku" tak sebesar punya ayah (wkwkwkkkkkkk)?
atau pertanyan2 lain yang membuat telinga memerah sendu....geli dan tidak menyangka pertanyaan2 berbau sek itu ditanyakan secepat ini.....

oh anakku.....
bunda kali ini dapat PR istimewa untuk selalu belajar dan belajar.....ku mulai berburu buku, artikel dan informasi jitu cara menjawab kejutan darimu. dan buda tidak akan pernah jemu mendampingi rasa keingintahuanmu...

oh anakku....
tumpukkan artikel mulai kuakrabi satu persatu buku demi buku aku melahapnya disela dongeng yang kau selalu tagih untuk kubacakan..... ada satu pelajaran yang harus kita terapkan dalam menghadapi pertanyanmu nak....

oh anakku....
rupanya bunda harus tetap rileks menanggapi pertanyaanmu
rupanya bunda tidak boleh berbohong apaun dalam menanggapi pertanyaanmu
rupanya bunda tidak perlu gusar dengan perkembanganmu karena sesungguhnya muatan pertanyaanmu mengisyaratka kemajuan kualitas kognitifmu


oh anakku....
rupanya bunda tidak boleh "egois" dengan stigma "ngga pantas....belum saatnya...atau tahu apa anak kecil....
rupanya bunda harus terus belajar mencari jawaban "sederhana" sesuai dengan kebutuhanmu
DAN YANG TERPENTING...DAN PALIIIIIIING PENTING
RUPANYA BUNDA HARUS TERUS BELAJAR UNTUK MENAHAN TAWA KETIKA MENDENGAR PERTANYAAN - PERTANYAANMU

oh anakku.....
bunda disini dan akan tetap disini untukmu...untukmu dan untukmu....SUAMIKU....untukmu juga hahahhaha
I LOVE YOU 

Apa yang Anda lakukan bila anak Anda secara tak sengaja mendapati adegan percintaan di TV? Bagaimana tanggapan Anda kalau sepulang sekolah mereka bertanya tentang kehamilan dan bagaimana perempuan bisa hamil? Apa jawaban Anda kalau mereka bertanya tentang bagian-bagian tubuh yang sangat pribadi?

Tentu saja reaksi kita sebagai orangtua akan berbeda-beda, namun secara umum, kita sebagai orangtua cenderung khawatir dan bingung saat anak-anak mengejutkan kita dengan pertanyaan-pertanyaan seperti itu.

Berbeda dengan di Dunia Barat, di kalangan masyarakat kebanyakan sekolah formal sama sekali tidak memberikan pendidikan seks di level kelas mana pun. Bahkan sebagian besar menganggap kata "seks" sebagai tabu. Orangtua pun berusaha menghindari pembicaraan tentang topik ini,  berpikir bahwa anak mereka belumlah cukup umur untuk membicarakannya dan bahwa anak-anak toh akan belajar dengan sendirinya seiring mereka beranjak dewasa.

Dalam kasus semacam itu, sebenarnya orangtua justru menghadapkan anak-anaknya pada bahaya yang kebih besar.  Pasalnya, dengan menghindari menjawab pertanyaan mereka, orangtua membiarkan anak-anak itu rentan terhadap kesalahpahaman dan salah informasi tentang seks. Belum lagi fakta bahwa saat ini anak-anak pun banyak terpapar dengan berbagai informasi, baik dari media maupun dari lingkungan pergaulan--yang kebanyakan ada di luar rumah.

Di era internet dan teknologi modern saat ini, orangtua juga nyaris tak dapat mengontrol informasi yang menghampiri anak-anak mereka. Nah, kalau anak tidak mendapatkan informasi dari dalam rumah, dia akan dengan mudah menemukan alternatif, yang mungkin saja buruk. Maka adalah hak anak untuk mendapatkan informasi yang benar dan jawaban tepat untuk semua pertanyaan kontroversial mereka.

Pendidikan Seks
Pendidikan seks merupakan suatu proses mendapatkan informasi dan membangun sikap dan kepercayaan tentang seks, memahami identitas seksual serta hubungan dan kedekatan dengan orang lain. Ia juga menyangkut pengembangan kemampuan anak untuk dapat memilih sikap, dan merasa percaya diri serta mampu bertindak di dalam pilihan mereka itu.

Pendidikan seks mencakup lebih banyak hal ketimbang sekadar hubungan suami-istri. Apa yang perlu dipelajari anak tentang seks pada usia belia mereka berbeda dengan apa yang perlu mereka pelajari saat sudah lebih dewasa. Anak kecil sangat ingin tahu, dan mereka akan melakukan eksplorasi sendiri jika tidak mendapat jawaban memuaskan dari orangtua.

Penting agar anak-anak mendapat pendidikan seks pada usia muda, demi memberi mereka pondasi bagi pengetahuan yang lebih kompleks yang akan mereka dapatkan saat tumbuh dewasa. Sebagai contoh, pada usia yang masih sangat belia, anak-anak dapat diberi tahu bagaimana tubuh manusia tumbuh dan berubah dari waktu ke waktu, bagaimana bayi menjadi anak-anak dan lalu menjadi dewasa; ini menjadi dasar bagi mereka memahami informasi tentang pubertas yang akan mereka terima saat remaja kelak.

Pada usia berapa informasi tertentu dapat kita sampaikan pada anak-anak akan bergantung pada perkembangan fisik, emosional dan intelektual masing-masing anak, juga tingkat pemahaman  mereka. Dan pendidikan seks ini harus diberikan secara sangat hati-hati dan dengan penuh pertimbangan terhadap konteks moral serta agama.

Keterampilan yang kemudian didapat anak-anak dari pendidikan seks juga harus terkait dengan keterampilan hidup secara umum. Mereka akan mampu berkomunikasi, mendengar, melakukan negosiasi dengan orang lain, mengenali sumber-sumber yang dapat dimintai nasihat dan pertolongan, semua itu adalah keterampilan hidup yang bermanfaat untuk diterapkan dalam hubungan. Hal lain yang juga penting adalah kemampuan mengenali ancaman dari orang lain dan bagaimana menghadapinya, mengelola prasangka dan kemampuan mencari pertolongan termasuk kepada orangtua atau lembaga-lembaga yang relevan.

Pandangan Islam
"Pendidikan seks dapat diberikan dengan cara memberi informasi kaum muda tentang seksualitas dalam konteks sains dan moral. Sayangnya, di negara-negara Barat yang cenderung sekular, ada keterbatasan mengembangkan kurikulum pendidikan seks terutama dalam memilih patokan  moral universal yang dapat diterima semua pihak.

Itulah sebabnya remaja hanya diberi fakta dan informasi, dan dinasihati bahwa jika mereka memilih terlibat dalam hubungan seksual, mereka harus mempertimbangkan soal kehamilan dan penyakit-penyakit menular seksual. Aspek moral dan religius seksualitas seharusnya diberikan juga di sekolah yang memiliki dominasi penganut agama tertentu, atau dalam kerja sama dengan pengajaran-pengajaran yang dilakukan oleh lembaga agama seperti masjid dan gereja."

Demikianlah, Islam tidak melarang pendidikan seks, asal diberikan dengan menyertakan dasar-dasar nilai moral dan agama. Adalah hak anak-anak bahwa sebagai orangtua kita harus menjawab pertanyaan mereka dengan logis dan penuh kesabaran. Senyum dan isyarat saja tidak cukup menjawab pertanyaan mereka yang rumit itu. Kita harus memberikan jawaban yang sesuai dengan tingkat pemahaman mereka , sekaligus.  memuaskan keingintahuan mereka.
Dilansir dari buku Panduan Kesehatan Keluarga, karangan Dr. Miriam Stoppard, ada beberapa cara untuk menanggapi pertanyaan anak yang tidak terduga terhadap Anda. Apa saja?
1. Tanggapilah pertanyaan anak secara serius dan cobalah memberi jawaban setepat dan sejujur mungkin.
2. Pikirkan tentang inti pertanyaan. Jika seorang anak bertanya apakah penggaris itu, misalnya, ia mungkin ingin tahu lebih dari sekedar nama. Jelaskan apa kegunaan penggaris dan cobalah mengukur sesuatu bersamanya.
3. Jika Anda tidak tahu jawaban dari sebuah pertanyaan, katakan dengan jujur bahwa Anda tidak tahu, tapi Anda akan mencari jawabannya atau ajaklah ia bersama-sama untuk bertanya kepada orang lain.
4. Jangan menghindar untuk memberi jawaban jujur dan tepat tentang topik yang sulit. Selalu jawab pertanyaan tentang topik seperti kematian dan seks dengan jujur. Tapi jangan merasa Anda harus mengungkap keseluruhan topik. Berikan apa yang sesuai dengan anak dan yang dapat ia pahami saat itu.
5. Mempelajari soal seks bukanlah sesuatu yang harus didiskusikan dalam waktu tertentu.
Seharusnya, hal itu adalah sebuah proses yang terjadi dengan sendirinya. Misalnya saja saat anak tengah bermain dan tiba-tiba tertarik menanyakan hal itu pada orangtua.
Kalau anak tidak bertanya soal topik seks, abaikan saja topik tersebut. Namun di saat anak usia lima tahun, Anda bisa mulai memperkenalkan melalui buku-buku pengetahuan sesuai umur mereka.

No comments:

Post a Comment