Thursday, 12 December 2013

ADA ADIK BARU, SIKAKA CEMBURU



Cemburu adalah satu bentuk emosi manusia, termasuk si kecil. Anak batita belum memahami apa itu cemburu tapi sudah bisa merasakannya. Biasanya si kecil yang masih dibawah tiga tahun dan mempunyai adik bayi, sering merasakan kecemburuan terhadap adik bayinya. Sebelum si bayi lahir, dia menjadi pusat perhatian dari ayah bunda dan mungkin dari anggota keluarga lainya, namun setelah kelahiran adik bayi, sedikit banyak perhatian ayah bunda terbagi dengan adik bayi.
Sebenarnya perasaan cemburu yang dialami si kecil lebih kearah ketakutan untuk tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari kedua orangtuanya. Pada saat yang bersamaan dia belum memahami konsep hubungan keluarga. Yang dia tau sekarang si adik bayi yang menjadi pusat perhatian ayah bunda dan bukan dia. Si buah hati merasa benci dan terancam dengan adanya perubahan terhadap hubungan khusus dengan ayah bunda.
Marah-marah tanpa penyebab atau alasan yang jelas.
Membuang atau melempar barang-barang, dan bahkan mungkin merusaknya.
Menunjukkan sikap bermusuhan kepada Anda maupun adiknya.
Tak jarang, sikapnya muncul dalam bentuk perilaku memukul atau bahkan menyakiti adiknya karena terdorong oleh rasa cemburu.
Menjadi senang bermain di luar rumah, padahal biasanya lebih banyak bermain di dalam rumah. Atau, menjadi lebih senang bermain di luar rumah dalam waktu yang lebih lama dari biasanya.

Meskipun hal ini wajar dan lumrah terjadi, sebagai orangtua kita perlu segera mencari cara untuk mengatasinya supaya kecemburuan tidak berkelanjutan. Karena bila dibiarkan, bisa jadi akan terbentuk perilaku buruk yang menetap. Berikut ini adalah beberapa kiat yang bisa diterapkan untuk mengatasi rasa cemburu sang kakak balita terhadap adik barunya :

Kenalkan adik sejak masih dalam kandungan dengan mengajak si kakak mengelus perut ibu, ‘bicara’ pada adik dan merasakan gerakan adik.
Memberikan contoh cara memperlakukan bayi. Misalnya, dengan memberikan si kakak mainan berbentuk boneka dan menggunakannya sebagai alat untuk menirukan cara memperlakukan dan menyayangi adiknya yang masih bayi.
Libatkan kakak dalam mengurus adik. Buat dia merasa, mama sangat membutuhkan bantuannya. Sang kakak bisa membantu dengan cara : mengambilkan popok, menyanyikan lagu untuk adik dan lainnya. Sesekali katakan pada kakak, “Ini Lho, adik kangen deh, ingin lihat senyum kakak.”
Menjadikan si kakak sebagai “penasihat” Anda. Misalnya, meminta dia memilihkan barang-barang bayi untuk adiknya saat Anda mengajaknya berbelanja perlengkapan bayi. Puji dia, dan tunjukan rasa bangga dia sudah menjadi anak besar atau kakak yang baik.
Merayakan peran baru sebagai kakak. Misalnya, ketika Anda mengadakan acara syukuran atas kehamilan Anda (7 bulanan) atau kelahiran bayi Anda, manfaatkan waktu ini juga sebagai acara perayaan untuk si calon kakak. Mintalah beberapa orang yang hadir untuk memberikan ucapan selamat kepadanya.
Luangkan waktu berdua saja dengan kakak, agar kakak tidak merasa terlalu kehilangan. Anak masih perlu perhatian ibu secara utuh tanpa berbagi dengan adik. Hal ini berlaku sama dengan papa. Jangan lewatkan untuk meluangkan waktu bermain bersama kakak, saat adik bayi tidur.
Meneruskan rutinitas. Misalnya, kebiasaan membacakan dongeng sebelum tidur yang sudah menjadi rutinitas si kakak sebelum Anda hamil atau si adik lahir. Rutinitas membuat anak balita merasa aman dan nyaman karena dia sudah dapat memperkirakan sesuatu yang akan terjadi padanya. Mengubah rutinitas akan memicu sikap tantrum dan tangis si kakak. Anak bisa di ajak baca buku bersama, main bersama atau pergi sebentar ke supermarket berdua saja.
Mengajak kakak bermain bersama adik. Misalnya, membiarkan si kakak naik ke tempat tidur Anda dan bermain bersama adik bayi. Kebiasaan ini akan membuat si kakak “terbiasa” bila mainan kesayangannya dipegang si adik cukup lama. Agar sikap cemburu si kakak tidak terpicu, selalu berikan waktu bermain berdua saja bermain dengan si kakak. Kebiasaan bermain bersama adik ini juga akan membuat mereka berdua berinteraksi dan berbagi hal-hal yang mereka sukai.
Bantu anak mengungkapkan perasaan. Anak butuh waktu untuk bisa mengungkapkan rasa sayangnya pada adik. Biarkan anak mengungkapkan perasaannya terhadap adik. Menyakiti adik bukan cara untuk menyampaikan pesan. Ketika anak bersiap menyakiti adiknya, alihkan perhatiannya, ajak anak bicara. Tanyakan keinginannya, apa yang dia butuhkan. Bila ia ingin mandi dengan bunda, mintalah asisten Anda untuk menjaga bayi, sementara Anda mandi bersama kakak.
Bicarakan dengan keluarga besar seperti kakek, nenek, paman atau tante agar mereka menyadari untuk tetap berbagi perhatian dengan sang kakak. Seringkali kehadiran anak baru menyedot perhatian keluarga besar sehingga seolah melupakan sang kakak yang sebelumnya mungkin menjadi satu-satunya pusat perhatian. Usahakan peralihan ini sehalus mungkin.
Hindari memposisikan kakak pada posisi mengalah terus. Anak yang lebih besar tidak harus selalu mengalah dari sang adik. Lebih baik terapkan asas keadilan. Kakak yang selalu dituntut mengalah akan merasa semakin tersisih dan memperbesar rasa cemburunya.
Sabar. Berikan kakak waktu untuk beradaptasi. Bagi setiap anak, ini bisa berbeda-beda lamanya. Jadi, jangan berharap masalah ini akan hilang semudah membalik telapak tangan. Tentu saja dibutuhkan kesabaran dan pengertian dari orang tua untuk melewati masa-masa ini.

Dampak yang mungkin timbul sebagai akibat kecemburuan si kecil
1. Jika si kecil merasa cemburu, bisa jadi nampak ada perubahan pada kestabilan emosinya. Dia cenderung lebih cengeng, gampang emosi, atau bahkan bisa memukul teman, ayah bunda atau adik bayi.
2. perubahan tingkah laku juga dapat nampak sebagai kemunduran ke tahap sebelumnya. Jika sebelumnya si kecil sudah tidak ngompol saat tidur siang, mungkin dia mulai ngompol atau bahkan buang air besar dicelana lagi.
3. Melawan. Perubahan karakter yang cukup ekstrim dapat pula terjadi. Mungkin sebelumnya si kecil termasuk anak yang penurut, atau pendiam, tapi kemudian berubah secara drastis menjadi anak yang suka melawan.
4 Mudah menangis. Ekspresi menangis adalah hal yang paling umum dilakukan ketika dia berhadapan dengan suatu masalah dan dia tidak bisa menyelesaikan masalah tersebut. Jadi bagi si kecil menangis adalah bagian dari penyelesaian masalahnya.


Meredakan perasaan cemburu berlebih pada anak batita
1. Dengan semakin bertambahnya usia, dan bimbingan dari ayah bunda, si kecil akan mulai faham sedikit-demi sedikit tentang apa yang sebenarnya terjadi. Jika luapan emosi karena cemburu ini terjadi hanya sesekali saja, ayah bunda tidak perlu terlalu khawatir. Cukup awasi dan berikan pemahaman bahwa ayah bunda tetap mencintai si kecil.
2. Selama masa keamilan si adik bayi, sebaiknya bunda mulai mengedukasi si kecil tentang kehadiran adik bayi. Selama sembilan bulan masa kehamilan, ayah bunda memiliki waktu yang cukup untuk menjelaskan kepada si kecil sesuai dengan pemahamanya. Jelaskan dengan cara yang realistis bahwa adik bayi yang baru lahir masih terlalu kecil untuk diajak bermain, dan akan sering menangis.
3. Libatkan sesuai kemampuanya dalam mengurus adik bayi. Misalnya saat si bayi sedang ganti popok, libatkan dia untuk mengambil popok atau baju bersih dari lemari, atau mintalah si kakak bernyanyi untuk menenangkan tangisan adik bayi.
4. Hindari sebisa mungkin perubahan dalam menjalani rutinitas si buah hati. Jangan terlalu nampak bahwa ayah bunda terlalu memperhatikan adik bayi dan mengabaikan dirinya. Jika si kecil menjadi agak rewel, turuti sebisa mungkin apa permintaannya. Di saat adik bayi tertidur, manfaatkan untuk memberikan perhatian lebih bagi si kakak.
5. Jangan hadapi kecemburuan si buah hati dengan emosi. Merespon kecemburuan mereka dengan kemarahan apalagi dengan kekerasan fisik dapat memperburuk keadaan. Coba fahami sudut pandang si kecil dan berusaha untuk lebih bersabar. Berkata tegas sekali-sekali diperlukan tapi bukan berarti harus marah

No comments:

Post a Comment