Wednesday, 29 July 2015

AKU MAU PUASA AGAR ALLAH MAKIN SAYANG ABRISAM



“Bunda kalau Abrisam puasa Allah sayang  Abrisamkan Bund, nanti disyurga Abrisam  boleh minta apa aja sama Allah, Abrisam mau minta Ice cream, mainan, juga susu kesukaannya Abrisamkan Bun?” begitu celoteh petanyaannya yang lugu.  “ Iya sayang, PASTI Allah SWT sayang sekali sama Abrisam, Allah pasti sayang sekali sama anak sholeh yang rajin puasa, sholat dan mengaji seperti Abrisam.” Jawabku mantap sembari kupeluk dan kucium penuh cinta. Inilah Abrisam anak keduaku yang kini berusia 7 tahun 5 bulan. Perkenalannya dengan puasa kukenalkan sejak dini diusianya 4 tahun. Lewat ikut bangun sahur, berbuka pusa bersama, lewat dongeng anak sholeh meenjelang dia tidur, lewat kisah Sang Rosul, lewat Alquran untuk anak dengan gambar yang lucu, berwarna disertai maknanya, lewat contoh akhlak yang baik dari kami orang tua juga lingkungan sekitar kuperkenalka padanya. Hingga diapun turut berpuasa  Jam 10.00, jam 12.00, jam 15.00 dan Alhamdulillah sekarang sudah bisa mengikuti Full 1 hari.  Sebagai Bunda seringkali aku juga mengalami dilema antara perasaan sayang pada anak dan harus taat pada Allah SWT, sehingga sesekali akupun tergoda dan berkata “ Abrisam kuat ngga sayang, klo ngga kuat buka puasa aja yuk, makan aja yuk, nanti Abrisam sakit lho” tapi Subkhanalloh...jawabannya adalah “ Ngga Bunda  Abrisam kuat ko, Abrisam sehat, Ngga mau buka mau terus puasa.” Jawabnya mantap. Dan kini aku yakin bahwa puasamu karena kamu ingin dan sungguh-sungguh, bukan karena kami, bukan karena paksaan kami orang tuamu. Akupun makin yakin Allah SWT pasti menjagamu dengan baik nak. Hal lain yang kuciptakan agar dia semangat berpuasa adalah, kita sering diskusi tentang menu masakan apa yang dia mau untuk berbuka dan sahur nanti. Sesekali aku juga mengajaknya kepasar tradisional untuk ikut memilih ikan dan sayuran. Aku juga bekerjasama dengan suami, Kakak Kalle, Kakek, nenek juga Om dan tantenya untuk turut memberikan dukungan pada Abrisam ketika dia berhasil melakukan hal –hal baik dibulan Ramadhan ini khususnya berpuasa. Lewat kata-kata positif, pelukan ciuman, panggisalan sayang “ANAK SHOLEH” kami sematkan untuknya. Sesekali aku juga memberikan puzzle atau leggo mainan kesukaannya. Hadiah iAbrisamni kupersembahkan dengan menanamkan pemahaman baginya “ Bunda memberi hadiah ini karena  sudah menjadi anak sholeh, kuat menahan marah dan tidak ngambek, pintar mengendalikan diri untuk tidak cengeng. Mengisi kegiatan positif kita lakukan bersama seperti siang ini kami membuat lukisan kaligrafi sembari mewarnai yang akan dia tunjukkan pada Eyangnya dihari lebaran nanti. Selebihnya selain pada Allah SWT, kupercayakan susu rasa coklat untuk menyempurnakan kesiapan dan kesehatnnya untuk menjalankan puasa. STTTT....INI SALAH SATU RAHASIA ABRISAM MAMPU PUASA PENUH DALAM USIANYA 7 TAHUN, Kusuguhkan Susu Favoritnya untuk mendukung dia “SUKSES” menjalankan ibadah dibulan puasa.  3 kali dalam sehari aku membuatkan susu yaitu usai berbuka puasa kubuatkan segelas ESER (Es Serut). Batu es aku serut kemudian taburi susu bubuk, tanpa air dan gula. Membiarkan butiran serutan meleleh sambil mengaduk-aduknya adalah aktivitas yang paling Abrisam suka. Sembari menunggu azan Isya dan shalat tearawih, kami  mengaji ALQURAN UNTUK ANAK sembari meminum susu kesukaannya. Waahhh Abrisam makin semangat dan “lebih siap” untuk menunaikan shalat Isya an Tarawihnya bersama Ayah dan Bunda di Masjid lho. Kemudian kuberikan Susu menjelang tidur, Dan saat sahur kubuatkan segela susu Dancow fortigro hangat untuknya.

RAHASIA BERIKUTNYA...
Abrisam sangat dekat dengan Kakanya, Kalle (9) tahun. Kami bersyukur memiliki anak-anak yang saling sayang. Kakak Kalle selalu memberikan semangat ketika sesekali Abrisam merengek minta membatalkan puasanya. “Siapa Mau ESER...ESER  (Es Serut) Untuk anak Sholeh, Allah SWT sayang sama anak yang puasa lhoo, semangat Ade” itulah semangat Kakak pada adiknya, hingga Abrisampun kembali melanjutkan puasanya dengan semangat. Sembari tersenyum mengamati tingkah laku kakak beradik ini aku, suamiku juga Kakek dan Nenek Abrisam pun turt menemangati “BERJUANG SAYANG” tutur kami kompak.

DAN....INI RAHASIA TERPENTINGNYA........
Yang selalu kulakukan :
Ketika malam tiba menjelang Abrisam beranjak tidur, kupastikan dia menggosok gigi, BAK dan BAB, minum susu Dancow Fortigo, mendongeng, kuajak dia mulai berdoa Hendak tidur, sembari memeluk dan menciumnya ku pijit tangan dan kakinya dengan lembut dan penuh sayang. Setelah kupastikan dia mulai tertidur pulas kurang 5 sampe 10 menit pertama, dengan lembut kubisikkan kata – kata positif untuknya seperti “ Tidurlah sayang, besok bagun sahur dan mulai berpuasa lagi. Teruslah berusaha karena Bunda Yakin Abrisam kuat, karena Allah SWT sangat menyayangi Abrisam, Bunda bangga sekali menjadi Ibu dari Abrisam, Bunda dan Ayah sayang sama Abrisam” Kata-kata positif ini kuyakini akan terbawa ke alam bawah sadarnya sehingga esok ketika dia terbangun dia akan membawa pikiran dan motivasi positif untuknya.

Dan Alhamdulillah selain Puasa kini dia juga semangat mengikuti sholat tarawih “ Aku kuat sampai 11 rakaat lho Bunda” tuturnya “Iya sayang Bunda bersyukur dan banggaa pada anak sholeh Ayah dan Bunda yang satu ini” ungkapku penuh syukur. Semoga Allah SWT selalu melindungi nak, dan menjadikan kalian anak-anak sholeh amiin Yaa Robb.


AKU MAU PUASA AGAR ALLAH MAKIN SAYANG ABRISAM
Assalamualaikum Wr Wb
Cerita ini tentang anakku Abrisam, disela waktu kami ngabuburit menunggu buka puasa bersama kami main sering berkumpul bersama, bercerita lalu ada canda juga tawa.
DI BULAN RAMADHAN INI LEWAT ANAK-ANAK, DENGAN SEGALA JUDUL POLAH TINGKAH LAKUNYA MEMBERIKU BERJUTA MANFAAT, MOTIVASI JUGA SEMANGAT KHUSUSNYA MENJADI IBU DAN ORANG TUA YANG JAUH LEBIH BAIK BAGI MEREKA JUGA TUHANNYA.
RAMADHAN....
Mengubah aku menjadi Bunda yang harus banyak belajar menjawab pertanyaan-pertannya anak tentang Tuha, juga apa itu puasa. Seperti suatu hari.......
“Bunda kalau Abrisam puasa Allah sayang  Abrisamkan Bund, nanti disyurga Abrisam  boleh minta apa aja sama Allah, Abrisam mau minta Ice cream, mainan, juga susu kesukaannya Abrisamkan Bun?” begitu celoteh petanyaannya yang lugu.  “ Iya sayang, PASTI Allah SWT sayang sekali sama Abrisam, Allah pasti sayang sekali sama anak sholeh yang rajin puasa, sholat dan mengaji seperti Abrisam.” Jawabku mantap sembari kupeluk dan kucium penuh cinta. Inilah Abrisam anak keduaku yang kini berusia 7 tahun 5 bulan. Perkenalannya dengan puasa kukenalkan sejak dini diusianya 4 tahun. Lewat ikut bangun sahur, berbuka pusa bersama, lewat dongeng anak sholeh meenjelang dia tidur, lewat kisah Sang Rosul, lewat Alquran untuk anak dengan gambar yang lucu, berwarna disertai maknanya, lewat contoh akhlak yang baik dari kami orang tua juga lingkungan sekitar kuperkenalka padanya. Hingga diapun turut berpuasa  Jam 10.00, jam 12.00, jam 15.00 dan Alhamdulillah sekarang sudah bisa mengikuti Full 1 hari.  Sebagai Bunda seringkali aku juga mengalami dilema antara perasaan sayang pada anak dan harus taat pada Allah SWT, sehingga sesekali akupun tergoda dan berkata “ Abrisam kuat ngga sayang, klo ngga kuat buka puasa aja yuk, makan aja yuk, nanti Abrisam sakit lho” tapi Subkhanalloh...jawabannya adalah “ Ngga Bunda  Abrisam kuat ko, Abrisam sehat, Ngga mau buka mau terus puasa.” Jawabnya mantap. Dan kini aku yakin bahwa puasamu karena kamu ingin dan sungguh-sungguh, bukan karena kami, bukan karena paksaan kami orang tuamu. Akupun makin yakin Allah SWT pasti menjagamu dengan baik nak. Hal lain yang kuciptakan agar dia semangat berpuasa adalah, kita sering diskusi tentang menu masakan apa yang dia mau untuk berbuka dan sahur nanti. Sesekali aku juga mengajaknya kepasar tradisional untuk ikut memilih ikan dan sayuran. Aku juga bekerjasama dengan suami, Kakak Kalle, Kakek, nenek juga Om dan tantenya untuk turut memberikan dukungan pada Abrisam ketika dia berhasil melakukan hal –hal baik dibulan Ramadhan ini khususnya berpuasa. Lewat kata-kata positif, pelukan ciuman, panggisalan sayang “ANAK SHOLEH” kami sematkan untuknya. Sesekali aku juga memberikan puzzle atau leggo mainan kesukaannya. Hadiah ini kupersembahkan dengan menanamkan pemahaman baginya “ Buda memberi hadiah ini arena Abrisam sudah menjadi anak sholeh, kuat menahan marah dan tidak ngambek, pintar mengendalikan diri untuk tidak cengeng. Mengisi kegiatan positif kita lakukan bersama seperti siang ini kami membuat lukisan kaligrafi sembari mewarnai yang akan dia tunjukkan pada Eyangnya dihari lebaran nanti.

Dan ini yang selalu kulakukan :
 Ketika malam tiba menjelang Abrisam beranjak tidur, kupastikan dia menggosok gigi, BAK dan BAB, minum susu Dancow Fortigo, mendongeng, kuajak dia mulai berdoa Hendak tidur, sembari memeluk dan menciumnya ku pijit tangan dan kakinya dengan lembut dan penuh sayang. Setelah kupastikan dia mulai tertidur pulas kurang 5 sampe 10 menit pertama, dengan lembut kubisikkan kata –kata positif untuknya seperti “ Tidurlah sayang, besok bagun sahur dan mulai berpuasa lagi. Teruslah berusaha karena Bunda Yakin Abrisam kuat, karena Allah SWT sangat menyayangi Abrisam, Bunda bangga sekali menjadi Ibu dari Abrisam, Bunda dan Ayah sayang sama Abrisam” Kata-kata positif ini kuyakini akan terbawa ke alam bawah sadarnya sehingga esok ketika dia terbangun dia akan membawa pikiran dan motivasi positif untuknya.
Dan Alhamdulillah selain Puasa kini dia juga semangat mengikuti sholat tarawih “ Aku kuat sampai 11 rakaat lho Bunda” tuturnya “Iya sayang Bunda bersyukur dan banggaa pada anak sholeh Ayah dan Bunda yang satu ini” ungkapku penuh syukur
Semoga kami amanah menjaga kepercayaanMu Ya Robb (Amiin).

Berbagi kisah yuk....
Wassalamualaikum Wr Wb....

No comments:

Post a Comment