Assalamualaikum Wr Wb.
Bismillahirohmanirrokhiim.................
Satu mingggu anakku Kalle (9 tahun) pulang dari sekolah sembari
menyodorkan BUKU KEGIATAN RAMADHAN. Kuraih buku itu hingga pikirankupun terbang
ke memori masa kecilku. “Ya Allah Buku ini, buku ini isinya sama hanya sampul
dan tahunnya saja yang berbeda dengan buku kegitan ramadhan milik Bunda ketika
masih Sekolah Dasar dulu Nak” ungkapku sembari membuka lembaran demi lembaran
dari buku kegiatan ramadhan ini.
Aku membawa buku kegitan Ramadhan
itu masuk kedalam kamarku, di meja belajarku aku kembali membacaya, hingga
ingatan apa yang aku lakukan bersama buku itu laksana lembaran kisah yang
terekam apik dan kini kusedang memutarnya kembali.
Dan Ini kisahku,
Saat itu aku berusia 9 tahun saat
berada di kelas 4 Sekolah Dasar.
“Yaa Allah Yaa Robb, akupun
tertunduk malu, karena dulu aku bisa memalsukan tanda tangan Pak Ustad hanya
ingin mendapatkan nilai BAIK dikegitan bulan ramadhan ini dan malas mengantri
bersama teman lainnya. Aku bisa saja memberi tanda (centrang) untuk menandaiku
puasa penuh 1 hari karena “malu” bila teman-teman mebaca bukuku dan aku tidak
puasa. Aku bisa saja mencantumkan rangkuman kultum padahal aku tidak mengikuti
ceramahnya. Aku juga mencantumkan kuliah subuh, padahal aku bobo manis usai
sholat subuh. Semua itu karena AKU INGIN MENDAPATKAN PENILAIAN BAIK DIMATA
MANUSIA (Astagfirullah).
Dan....
Hari ini saat anak kesayanganku
Kalle menyodorkan buku ini akupun benar – benar tersadar serta bertekad untuk
TIDAK LAGI MENGULANGI “DOSA” YANG BERJUDUL DAN BERTEMAKAN SAMA PADA ANAK-ANAKKU JUGA ANAK MUSLIM LAINNYA”
Ramadhan mengubahku menjadi
pribadi yang Insaa Allah semakin baik dari hari keharinya (Amiin). Ada banyak
sekali manfaat, hikmah dan usaha perubahan sikap, perilaku, akhlak dan aqidah
yang ingin ku tingkatkan kuantitas dan kualitasnya. Di bulan ramadhan melalui
buku kegiatan ini Mengubahku untuk menjadi orang yang lebih dan bisa untuk
jujur, tidak berbohong, dan mengutamakan urusan duniawi saja. Khususnya peranku
sebagai BUNDA, rupanya Ramadhan sangat memberiku inspirasi untuk memberikan
pendidikan yang baik pada anak-anakku sayang. Terutama tentang kejujuran. Aku
tidak lagi mengutakan PENILAIAN DUNIAWI, aku tidak mau anakku bangga nilai
pelajaran agamanya bagus, tapi membohongi Tuhan, aku menginginkan pendidikan
anakku adalah berkah. Pendidikan yang benar-benar Allah Ridhoi. Dan semangat
itu jauh lebih kudapatkan dibulan ramadhan ini.
Lewat terawih berjamaah di
Masjid, sholat wajib berjamaah, mendengarkan ceramah, menonton tayangan
televisi tentang anak sholeh yang hafizh Quran, lewat dongeng dan cerita kisah
nabi, lewat kegiatan indahnya berbagi, menolong teman, pemberitahuan manfaat
puasa bagi kesehatan dirinya, mengaji bersama dengan menggunakan Al Quran untuk
anak agar anak semakin mencintai Al Quran. Semua kegiatan itu kulakukan dengan
penuh syukur bersama suamiku dan anak-anakku.
Dan....
Alhamdulillah kini kaka Kalle (9
tahun) dan Abrisam (7, 5 tahun) sudah mampu menjalankan ibadah puasa sehari
penuh. Seperti suatu hari Abrisam mengajukan “pertanyaan indah untukku”. “Bunda kalau Abrisam puasa Allah sayang Abrisamkan Bund, nanti disyurga Abrisam boleh minta apa aja sama Allahkan?, Abrisam
mau minta Ice cream, mainan, juga susu kesukaannya Abrisamkan Bun?” begitu
celoteh petanyaannya yang lugu. “ Iya
sayang, PASTI Allah SWT sayang sekali sama Abrisam, Allah pasti sayang sekali
sama anak sholeh yang rajin puasa, sholat dan mengaji seperti Abrisam.” Jawabku
mantap sembari kupeluk dan kucium penuh cinta.
Juga...
Kaka Kalle dia makin semangat
menjalankan ibdah dibulan ramadhan ini. Alhamdulillah ya Robb kami sangat
bersyukur sudah ditakdirkan menjadi orang tua dari mereka. Kalle juga sangat
jujur mengisi tiap item dari isi buku kegiatan ramadhannya.
Lalu aku...???
Aku terus berdoa memohon pada
Sang Illahi Robbi agar motivasi, manfaat, semangat, perubahan baik, sikap
jujur, ibu dan istri yang semoga dan Insaa Allah Shalekhah tetap terjaga. Semoga
Allah SWT terus membimbingku menjadi
hamda dan muslimah yang baik Amiin Yaa Robbalalamiin.
Ini kisahku, ikutan juga yuk
sahabat....
Wassalamualaikum Wr. Wb.
No comments:
Post a Comment