Wednesday, 29 July 2015

ADA KISAH DIBALIK LAGU, DAN ITU AKU


Assalamualaikum Wr.Wb...........

ADA KISAH DIBALIK LAGU, DAN ITU AKU
Satu bulan sebelum Ramadhan.....
Ramadhan ini aku BOKEK !!!  entah mengapa beberapa usaha yang kulakukan kurang maksimal dan tidak ada uang lebih yang bisa kubelanjakan untuk membeli segala pernak – pernik berjudul lebaran.  Ada banyak sekali kebutuhan tak terduga, yang akhirnya menggunaan tabungan lembaran kami. Sempat terbesit Prasangka buruk apakah Allah SWT sedang tak lagi menyanyangiku? Apakah Allah SWT sedang menghukumku? Apakah Allah SWT tak lagi menolongku dan membiarkan kami sendiri? Astagfirullahhaladzim...
Ribuan pertanyaan kusampaikan pada Sang Illahirobbi....
Sampe sudah masuk bulan ramadhan rupanya aku hanya mampu membeli sekaleng kue yang bisa kusungguhkan dihari lebaran nanti. Dan kebutuhan lainnya tidak terbeli.
Lebih dekat denganNya adalah satu-satunya hal yang bisa ku lakukan. Memperbanyak amalan ibadah dan meningkatkan kualitasnya adalah contoh kegiatan yang kulakukan untuk “meraih cintaNya kembali”.
Hingga suatu pagi ....
Ketika aku sedang bersantai dan bersendagurau dengan anak-anakku tiba-tiba suamiku menyanyikan lagu
Baju baru.. Alhamdulillah
Tuk dipakai.. di hari raya
Tak punya pun.. tak apa-apa
Masih ada baju yang lama
Sepatu baru.. Alhamdulillah
Tuk dipakai.. di hari raya
Tak punya pun.. tak apa-apa
Masih ada sepatu yang lama
Potong ayam.. Alhamdulillah
Tuk dimakan.. di hari raya

“Wawwww iya kami baru tersadar H-7 kami belum membeli baju baru. “Iya sabar ya sayang lebaran ini kita pake baju lebaran kemarin toh masih bagus dan bersih “ ungkap ayah pada kami istri dan anak-anaknya. “Iya sayang ngga papa, baju tahun kemarin yang kita punya juga masih terlihat baru, nanti Insaa Allah jika Ayah dan Bunda sudah ada rejeki kita beli baju yang bagus yaa jangan lupa beli juga buat adik keponakanmu De Khansa dan De Hilmi.” Jawabku menguatkan anak-anak dan suamiku tercinta.
Dan...
Jujur dalam hatikupun sempat terpikir...
Apa kata orang-orang yang melihat kami nanti...Apa yang dipikirkan orang tentang kami....dan ribuan pikiran buruk lainnya.
Hingga hari H itu tiba. Jreng jrenggg....Benar, kami merayakan hari raya tahun ini tanpa baju baru. TAPI MASYAALLAH.... kami sangat bersyukur, tidak ada perasaan gensi, iri, dengi, minder, prasangka buruk pada orang lain, ALHAMDULILLAH kami justru bersyukur....
Dengan perasaan dan pikiran yang berkecamuk akupun berusaha memotivasi diriku sendiri agar aku juga bisa menularkan hal positif dan cara berpikir yang baik pada anak-anakku. Ikhlas...yaa aku terus belajar ikhlas. Ikhlas dan segera berbuat sesuatu bersama suamiku tercinta kami saling menguatkan. Karena kami juga punya anak-anak shaleh (Insaa Allah) yang juga membutuhkan  “penjelasan” kenapa tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.  Untuk Kalle, Abrisam, Khalilla dan Shauqina maafkan Ayah dan Bundamu yaa Sayang.
RAMADHAN INI...
Alhamdulillah ALLAH SWT ternyata “mendesain” keimananku dan keluargaku tercinta untuk lebih dekat denganNYa, merasakan berkah dan syahdunya ramadhan, meningkatkan kualitas dan kuantitas keagamaan kami dengan “disibukkan” menuntut ilmu lewat pengajian, menabung pahala lewat mengaji, berdzikir, shalat wajib dan shalat sunah.
DAN BUKAN....
Bukan sibuk keluar masuk Mall, berburu baju baru, sibuk bikin kue, sibuk menambah koleksi sepatu,  sibuk berburu diskon. Astahgfirullah hal adziim.
Dan hari H Idul Fitri Allah SWT memeberiku banyak sekali jawaban atas ribuan pertanyaan yang berkecamuk di relung hatiku. Engkau bukannya mempersempit rizki keluarga kami, tapi hanya menyimpnannya “sebentar” agar aku dan kluarga lebih FOKUS menjalankan berbagai macam judul IBADAH DI BULAN RAMADHAN (Alhamdulillah).
Ya tepat di hari H Idul Fitri itu laksana mobil tanpa rem Allah SWT memberi kami rizki yang melimpah dari segala arah yang tak terduga. Bahkan “jika mau” Allah menghadiahi kami dengan bisa dibelanjakan tidakhanya satu stel baju baru tapi lima atau bahkan 10 stel.
Terimakasih Yaa Robb....Ramadhan tahun ini aku dan keluargaku merasakan benar Indahnya bulan IstimewaMu, nikmatnya bunlan Ampunanmu. Hati kami “bahkan” lebih merasakan  makna fitri bak terlahir kembali (Subhanalloh)...
Ampuni dosa kami Yaa Robb, karena sesekali doa yang kami panjatkan hanya berorientasi pada urusan duniawi, padahal kami tahu Engkau Maha Perencana. Kini kami merasakan rencanaMu sungguh tepat untukku juga orang-orang yang kusayangi Insaa Allah...Amiin).

No comments:

Post a Comment