Assalamualaikum Wr.Wb...........
ADA KISAH DIBALIK LAGU, DAN ITU AKU
Satu bulan sebelum Ramadhan.....
Ramadhan ini aku BOKEK !!! entah mengapa beberapa usaha yang kulakukan
kurang maksimal dan tidak ada uang lebih yang bisa kubelanjakan untuk membeli
segala pernak – pernik berjudul lebaran.
Ada banyak sekali kebutuhan tak terduga, yang akhirnya menggunaan
tabungan lembaran kami. Sempat terbesit Prasangka buruk apakah Allah SWT sedang
tak lagi menyanyangiku? Apakah Allah SWT sedang menghukumku? Apakah Allah SWT
tak lagi menolongku dan membiarkan kami sendiri? Astagfirullahhaladzim...
Ribuan pertanyaan kusampaikan
pada Sang Illahirobbi....
Sampe sudah masuk bulan ramadhan
rupanya aku hanya mampu membeli sekaleng kue yang bisa kusungguhkan dihari
lebaran nanti. Dan kebutuhan lainnya tidak terbeli.
Lebih dekat denganNya adalah
satu-satunya hal yang bisa ku lakukan. Memperbanyak amalan ibadah dan
meningkatkan kualitasnya adalah contoh kegiatan yang kulakukan untuk “meraih
cintaNya kembali”.
Hingga suatu pagi ....
Ketika aku sedang bersantai dan
bersendagurau dengan anak-anakku tiba-tiba suamiku menyanyikan lagu
Baju baru.. Alhamdulillah
Tuk dipakai.. di hari raya
Tak punya pun.. tak apa-apa
Masih ada baju yang lama
Tuk dipakai.. di hari raya
Tak punya pun.. tak apa-apa
Masih ada baju yang lama
Sepatu baru.. Alhamdulillah
Tuk dipakai.. di hari raya
Tak punya pun.. tak apa-apa
Masih ada sepatu yang lama
Tuk dipakai.. di hari raya
Tak punya pun.. tak apa-apa
Masih ada sepatu yang lama
Potong ayam.. Alhamdulillah
Tuk dimakan.. di hari raya
Tuk dimakan.. di hari raya
“Wawwww iya kami baru tersadar H-7 kami belum membeli baju
baru. “Iya sabar ya sayang lebaran ini kita pake baju lebaran kemarin toh masih
bagus dan bersih “ ungkap ayah pada kami istri dan anak-anaknya. “Iya sayang
ngga papa, baju tahun kemarin yang kita punya juga masih terlihat baru, nanti
Insaa Allah jika Ayah dan Bunda sudah ada rejeki kita beli baju yang bagus yaa
jangan lupa beli juga buat adik keponakanmu De Khansa dan De Hilmi.” Jawabku
menguatkan anak-anak dan suamiku tercinta.
Dan...
Jujur dalam hatikupun sempat terpikir...
Apa kata orang-orang yang melihat kami nanti...Apa yang
dipikirkan orang tentang kami....dan ribuan pikiran buruk lainnya.
Hingga hari H itu tiba. Jreng jrenggg....Benar, kami
merayakan hari raya tahun ini tanpa baju baru. TAPI MASYAALLAH.... kami sangat
bersyukur, tidak ada perasaan gensi, iri, dengi, minder, prasangka buruk pada
orang lain, ALHAMDULILLAH kami justru bersyukur....
Dengan perasaan dan pikiran yang berkecamuk akupun berusaha
memotivasi diriku sendiri agar aku juga bisa menularkan hal positif dan cara
berpikir yang baik pada anak-anakku. Ikhlas...yaa aku terus belajar ikhlas.
Ikhlas dan segera berbuat sesuatu bersama suamiku tercinta kami saling
menguatkan. Karena kami juga punya anak-anak shaleh (Insaa Allah) yang juga
membutuhkan “penjelasan” kenapa tahun
ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Untuk Kalle, Abrisam, Khalilla dan Shauqina maafkan Ayah dan Bundamu yaa
Sayang.
RAMADHAN INI...
Alhamdulillah ALLAH SWT ternyata “mendesain” keimananku dan
keluargaku tercinta untuk lebih dekat denganNYa, merasakan berkah dan syahdunya
ramadhan, meningkatkan kualitas dan kuantitas keagamaan kami dengan
“disibukkan” menuntut ilmu lewat pengajian, menabung pahala lewat mengaji,
berdzikir, shalat wajib dan shalat sunah.
DAN BUKAN....
Bukan sibuk keluar masuk Mall, berburu baju baru, sibuk
bikin kue, sibuk menambah koleksi sepatu,
sibuk berburu diskon. Astahgfirullah hal adziim.
Dan hari H Idul Fitri Allah SWT memeberiku banyak sekali
jawaban atas ribuan pertanyaan yang berkecamuk di relung hatiku. Engkau
bukannya mempersempit rizki keluarga kami, tapi hanya menyimpnannya “sebentar”
agar aku dan kluarga lebih FOKUS menjalankan berbagai macam judul IBADAH DI
BULAN RAMADHAN (Alhamdulillah).
Ya tepat di hari H Idul Fitri itu laksana mobil tanpa rem
Allah SWT memberi kami rizki yang melimpah dari segala arah yang tak terduga.
Bahkan “jika mau” Allah menghadiahi kami dengan bisa dibelanjakan tidakhanya
satu stel baju baru tapi lima atau bahkan 10 stel.
Terimakasih Yaa Robb....Ramadhan tahun ini aku dan
keluargaku merasakan benar Indahnya bulan IstimewaMu, nikmatnya bunlan
Ampunanmu. Hati kami “bahkan” lebih merasakan
makna fitri bak terlahir kembali (Subhanalloh)...
Ampuni dosa kami Yaa Robb, karena sesekali doa yang kami
panjatkan hanya berorientasi pada urusan duniawi, padahal kami tahu Engkau Maha
Perencana. Kini kami merasakan rencanaMu sungguh tepat untukku juga orang-orang
yang kusayangi Insaa Allah...Amiin).
No comments:
Post a Comment