
“Bunda kalau Abrisam puasa Allah sayang Abrisamkan Bund, nanti disyurga Abrisam boleh minta apa aja sama Allah, Abrisam mau minta
Ice cream, mainan, juga susu kesukaannya Abrisamkan Bun?” begitu celoteh
petanyaannya yang lugu. “ Iya sayang,
PASTI Allah SWT sayang sekali sama Abrisam, Allah pasti sayang sekali sama anak
sholeh yang rajin puasa, sholat dan mengaji seperti Abrisam.” Jawabku mantap
sembari kupeluk dan kucium penuh cinta. Inilah Abrisam anak keduaku yang kini
berusia 7 tahun 5 bulan. Perkenalannya dengan puasa kukenalkan sejak dini
diusianya 4 tahun. Lewat ikut bangun sahur, berbuka pusa bersama, lewat dongeng
anak sholeh meenjelang dia tidur, lewat kisah Sang Rosul, lewat Alquran untuk
anak dengan gambar yang lucu, berwarna disertai maknanya, lewat contoh akhlak
yang baik dari kami orang tua juga lingkungan sekitar kuperkenalka padanya.
Hingga diapun turut berpuasa Jam 10.00,
jam 12.00, jam 15.00 dan Alhamdulillah sekarang sudah bisa mengikuti Full 1 hari.
Sebagai Bunda seringkali aku juga mengalami
dilema antara perasaan sayang pada anak dan harus taat pada Allah SWT, sehingga
sesekali akupun tergoda dan berkata “ Abrisam kuat ngga sayang, klo ngga kuat
buka puasa aja yuk, makan aja yuk, nanti Abrisam sakit lho” tapi
Subkhanalloh...jawabannya adalah “ Ngga Bunda
Abrisam kuat ko, Abrisam sehat, Ngga mau buka mau terus puasa.” Jawabnya
mantap. Dan kini aku yakin bahwa puasamu karena kamu ingin dan sungguh-sungguh,
bukan karena kami, bukan karena paksaan kami orang tuamu. Akupun makin yakin Allah
SWT pasti menjagamu dengan baik nak. Hal lain yang kuciptakan agar dia semangat
berpuasa adalah, kita sering diskusi tentang menu masakan apa yang dia mau
untuk berbuka dan sahur nanti. Sesekali aku juga mengajaknya kepasar
tradisional untuk ikut memilih ikan dan sayuran. Aku juga bekerjasama dengan
suami, Kakak Kalle, Kakek, nenek juga Om dan tantenya untuk turut memberikan
dukungan pada Abrisam ketika dia berhasil melakukan hal –hal baik dibulan
Ramadhan ini khususnya berpuasa. Lewat kata-kata positif, pelukan ciuman,
panggisalan sayang “ANAK SHOLEH” kami sematkan untuknya. Sesekali aku juga
memberikan puzzle atau leggo mainan kesukaannya. Hadiah iAbrisamni kupersembahkan
dengan menanamkan pemahaman baginya “ Bunda memberi hadiah ini karena
sudah menjadi anak sholeh, kuat menahan marah dan tidak ngambek, pintar
mengendalikan diri untuk tidak cengeng. Mengisi kegiatan positif kita lakukan
bersama seperti siang ini kami membuat lukisan kaligrafi sembari mewarnai yang
akan dia tunjukkan pada Eyangnya dihari lebaran nanti. Selebihnya selain pada
Allah SWT, kupercayakan susu rasa coklat untuk menyempurnakan kesiapan dan
kesehatnnya untuk menjalankan puasa. STTTT....INI SALAH SATU RAHASIA ABRISAM
MAMPU PUASA PENUH DALAM USIANYA 7 TAHUN, Kusuguhkan Susu Favoritnya untuk
mendukung dia “SUKSES” menjalankan ibadah dibulan puasa. 3 kali dalam sehari aku membuatkan susu yaitu
usai berbuka puasa kubuatkan segelas ESER (Es Serut). Batu es aku serut
kemudian taburi susu bubuk, tanpa air dan gula. Membiarkan butiran serutan
meleleh sambil mengaduk-aduknya adalah aktivitas yang paling Abrisam suka.
Sembari menunggu azan Isya dan shalat tearawih, kami mengaji ALQURAN UNTUK ANAK sembari meminum
susu kesukaannya. Waahhh Abrisam makin semangat dan “lebih siap” untuk
menunaikan shalat Isya an Tarawihnya bersama Ayah dan Bunda di Masjid lho. Kemudian
kuberikan Susu menjelang tidur, Dan saat sahur kubuatkan segela susu Dancow fortigro
hangat untuknya.
RAHASIA BERIKUTNYA...
Abrisam sangat dekat dengan
Kakanya, Kalle (9) tahun. Kami bersyukur memiliki anak-anak yang saling sayang.
Kakak Kalle selalu memberikan semangat ketika sesekali Abrisam merengek minta
membatalkan puasanya. “Siapa Mau ESER...ESER
(Es Serut) Untuk anak Sholeh, Allah SWT sayang sama anak yang puasa
lhoo, semangat Ade” itulah semangat Kakak pada adiknya, hingga Abrisampun
kembali melanjutkan puasanya dengan semangat. Sembari tersenyum mengamati
tingkah laku kakak beradik ini aku, suamiku juga Kakek dan Nenek Abrisam pun
turt menemangati “BERJUANG SAYANG” tutur kami kompak.
DAN....INI RAHASIA
TERPENTINGNYA........
Yang selalu kulakukan :
Ketika malam tiba menjelang
Abrisam beranjak tidur, kupastikan dia menggosok gigi, BAK dan BAB, minum susu
Dancow Fortigo, mendongeng, kuajak dia mulai berdoa Hendak tidur, sembari
memeluk dan menciumnya ku pijit tangan dan kakinya dengan lembut dan penuh
sayang. Setelah kupastikan dia mulai tertidur pulas kurang 5 sampe 10 menit
pertama, dengan lembut kubisikkan kata – kata positif untuknya seperti “
Tidurlah sayang, besok bagun sahur dan mulai berpuasa lagi. Teruslah berusaha
karena Bunda Yakin Abrisam kuat, karena Allah SWT sangat menyayangi Abrisam,
Bunda bangga sekali menjadi Ibu dari Abrisam, Bunda dan Ayah sayang sama
Abrisam” Kata-kata positif ini kuyakini akan terbawa ke alam bawah sadarnya
sehingga esok ketika dia terbangun dia akan membawa pikiran dan motivasi
positif untuknya.
Dan Alhamdulillah selain Puasa
kini dia juga semangat mengikuti sholat tarawih “ Aku kuat sampai 11 rakaat lho
Bunda” tuturnya “Iya sayang Bunda bersyukur dan banggaa pada anak sholeh Ayah
dan Bunda yang satu ini” ungkapku penuh syukur. Semoga Allah SWT selalu
melindungi nak, dan menjadikan kalian anak-anak sholeh amiin Yaa Robb.
AKU MAU PUASA AGAR ALLAH MAKIN SAYANG ABRISAM
Assalamualaikum Wr Wb
Cerita ini tentang anakku
Abrisam, disela waktu kami ngabuburit menunggu buka puasa bersama kami main
sering berkumpul bersama, bercerita lalu ada canda juga tawa.
DI BULAN RAMADHAN INI LEWAT
ANAK-ANAK, DENGAN SEGALA JUDUL POLAH TINGKAH LAKUNYA MEMBERIKU BERJUTA MANFAAT,
MOTIVASI JUGA SEMANGAT KHUSUSNYA MENJADI IBU DAN ORANG TUA YANG JAUH LEBIH BAIK
BAGI MEREKA JUGA TUHANNYA.
RAMADHAN....
Mengubah aku menjadi Bunda yang
harus banyak belajar menjawab pertanyaan-pertannya anak tentang Tuha, juga apa
itu puasa. Seperti suatu hari.......
“Bunda kalau Abrisam puasa Allah
sayang Abrisamkan Bund, nanti disyurga
Abrisam boleh minta apa aja sama Allah,
Abrisam mau minta Ice cream, mainan, juga susu kesukaannya Abrisamkan Bun?”
begitu celoteh petanyaannya yang lugu. “
Iya sayang, PASTI Allah SWT sayang sekali sama Abrisam, Allah pasti sayang
sekali sama anak sholeh yang rajin puasa, sholat dan mengaji seperti Abrisam.”
Jawabku mantap sembari kupeluk dan kucium penuh cinta. Inilah Abrisam anak
keduaku yang kini berusia 7 tahun 5 bulan. Perkenalannya dengan puasa
kukenalkan sejak dini diusianya 4 tahun. Lewat ikut bangun sahur, berbuka pusa
bersama, lewat dongeng anak sholeh meenjelang dia tidur, lewat kisah Sang
Rosul, lewat Alquran untuk anak dengan gambar yang lucu, berwarna disertai
maknanya, lewat contoh akhlak yang baik dari kami orang tua juga lingkungan
sekitar kuperkenalka padanya. Hingga diapun turut berpuasa Jam 10.00, jam 12.00, jam 15.00 dan
Alhamdulillah sekarang sudah bisa mengikuti Full 1 hari. Sebagai Bunda seringkali aku juga mengalami
dilema antara perasaan sayang pada anak dan harus taat pada Allah SWT, sehingga
sesekali akupun tergoda dan berkata “ Abrisam kuat ngga sayang, klo ngga kuat
buka puasa aja yuk, makan aja yuk, nanti Abrisam sakit lho” tapi
Subkhanalloh...jawabannya adalah “ Ngga Bunda
Abrisam kuat ko, Abrisam sehat, Ngga mau buka mau terus puasa.” Jawabnya
mantap. Dan kini aku yakin bahwa puasamu karena kamu ingin dan sungguh-sungguh,
bukan karena kami, bukan karena paksaan kami orang tuamu. Akupun makin yakin
Allah SWT pasti menjagamu dengan baik nak. Hal lain yang kuciptakan agar dia
semangat berpuasa adalah, kita sering diskusi tentang menu masakan apa yang dia
mau untuk berbuka dan sahur nanti. Sesekali aku juga mengajaknya kepasar
tradisional untuk ikut memilih ikan dan sayuran. Aku juga bekerjasama dengan
suami, Kakak Kalle, Kakek, nenek juga Om dan tantenya untuk turut memberikan
dukungan pada Abrisam ketika dia berhasil melakukan hal –hal baik dibulan
Ramadhan ini khususnya berpuasa. Lewat kata-kata positif, pelukan ciuman,
panggisalan sayang “ANAK SHOLEH” kami sematkan untuknya. Sesekali aku juga
memberikan puzzle atau leggo mainan kesukaannya. Hadiah ini kupersembahkan
dengan menanamkan pemahaman baginya “ Buda memberi hadiah ini arena Abrisam
sudah menjadi anak sholeh, kuat menahan marah dan tidak ngambek, pintar
mengendalikan diri untuk tidak cengeng. Mengisi kegiatan positif kita lakukan
bersama seperti siang ini kami membuat lukisan kaligrafi sembari mewarnai yang
akan dia tunjukkan pada Eyangnya dihari lebaran nanti.
Dan ini yang selalu kulakukan :
Ketika malam tiba menjelang Abrisam beranjak
tidur, kupastikan dia menggosok gigi, BAK dan BAB, minum susu Dancow Fortigo,
mendongeng, kuajak dia mulai berdoa Hendak tidur, sembari memeluk dan
menciumnya ku pijit tangan dan kakinya dengan lembut dan penuh sayang. Setelah
kupastikan dia mulai tertidur pulas kurang 5 sampe 10 menit pertama, dengan
lembut kubisikkan kata –kata positif untuknya seperti “ Tidurlah sayang, besok
bagun sahur dan mulai berpuasa lagi. Teruslah berusaha karena Bunda Yakin
Abrisam kuat, karena Allah SWT sangat menyayangi Abrisam, Bunda bangga sekali
menjadi Ibu dari Abrisam, Bunda dan Ayah sayang sama Abrisam” Kata-kata positif
ini kuyakini akan terbawa ke alam bawah sadarnya sehingga esok ketika dia
terbangun dia akan membawa pikiran dan motivasi positif untuknya.
Dan Alhamdulillah selain Puasa
kini dia juga semangat mengikuti sholat tarawih “ Aku kuat sampai 11 rakaat lho
Bunda” tuturnya “Iya sayang Bunda bersyukur dan banggaa pada anak sholeh Ayah
dan Bunda yang satu ini” ungkapku penuh syukur
Semoga kami amanah menjaga
kepercayaanMu Ya Robb (Amiin).
Berbagi kisah yuk....
Wassalamualaikum Wr Wb....