Wednesday, 29 July 2015

ANDREA HIRATA


Obrolan asyik disuatu siang bersama anak sulungku Kalle sembari menonton film Laksar Pelangi karya Andrea Hirata. “ Bunda ajari aku agar bisa hebat seperti Kakak Andrea Hirata, jika besar nanti aku mau jadi penulis dan bikin film nanti Bunda orang pertama yang menonton filmku ya Bun?” Unkapnya padaku. Dengan sigap akupun berkata “siap”. Sebagai Bunda cekatan maka yang kulakukan adalah : Memberinya buku diary agar dia bisa lebih akrab dengan menulis karena hati. Memotivasinya untuk terus belajar dan cinta baca. Berkumpul, bergaul dan berdiskusi dengan banyak orang. Melatih kreatif tapi taat norma dan segala aturan, Mengajarkan padanya untuk berbuat baik dan terus menabur kebaikan karena dengan begitu dia akan kaya referensi yang natural tanpa basa basi. Ide yang melambung tapi bukan menjual angan dan mimpi. Karya yang bermanfaat bukan hanya menjadi tumpukan teori. Nama yang harum bukan karena materi tapi karena karya yang berharga.

Amiin...semoga Allah SWT menjawab impianmu nak...
teruslah kepakkan sayapmu, lambungkan ide dan kreativitasmu
karena disini ada Bunda dan Ayahmu yang siap  memohon doa agar Allah SWT pilihkan Malaikat terbaikNya tuk menjgamu...tanpa lelah tentunya...penuh sayng pastinya...

SAAT HATI INI LARA

Terkadang...
ada banyak kisah yang harus kita hadapi
bahkan kita tidak diberi kesempatan untukk memilih kisah dengan tema dan judul yang kita sukai saja
ada lara ada bahagaia silih berganti, berlomba menari menguasai hati, jiwa juga raga.

sebagai manusia biasa...
ingin memberontak, ingin lari bak pengecut seringkali terlintas dalam asa
"Tuhan Aku lelah dengan segala problema yang tak kunjung usai"
jalan ditempat, tak mau bergerak, dalam pasrah dan putus asa

padahal...
aku sadar benar, sebagai hambaMU, itu bukan sesuatu yang membuatMu memberikan senyuman untukku
tapi kenapa.....


lelah ini, jenuh ini...
lara ini .....
sungguh menguasai setiap relung lembaran kisah kehidupan....

hingga suatu hari....
sahabatku datang dan berkeluh kesah akan kisahanya....

Masyaalloh....
Astagfirullohhaladziim...

sudah berapa detakkan waktu yang kusia-siakan....
sudah ribuan kesempatan yang kuabaikan

SEMUA SALAHKU, YANG HANYA MAMPU MEMANDANG RASA KESAL MENJADIKANNYA PUNYA TAHTA ISTIMEWA DIHATI, HINGGA MATA DAN BATIN INI BUTA

lihatlah kisah sahabatku yang begitu berat kehilangan orang yang teramat dicintainya dan dia mampu tegar...kokoh melawan badai

sementara aku???
Ayu dalam kekecewaan
lembut tapi tak bergerak dan mengijinkan kreatifitas serta ide cemerlang itu mengilang dengan perlahan

TIDAKKKK....

ini aku...aku masih disini...
aku adalah wanita kuat dengan kekokohan Hawa yang membungkus semangatku, kegigihan Khadijah yang mengobarkan imanku,....

aku harus bergerak maju...
berbuat sesuatu....
melambungkan ide dan kreativitas
menepis lara yang hanya sesaat
sebelum penyesalan itu ada...

Bismillah.....

ADA KISAH DIBALIK LAGU, DAN ITU AKU


Assalamualaikum Wr.Wb...........

ADA KISAH DIBALIK LAGU, DAN ITU AKU
Satu bulan sebelum Ramadhan.....
Ramadhan ini aku BOKEK !!!  entah mengapa beberapa usaha yang kulakukan kurang maksimal dan tidak ada uang lebih yang bisa kubelanjakan untuk membeli segala pernak – pernik berjudul lebaran.  Ada banyak sekali kebutuhan tak terduga, yang akhirnya menggunaan tabungan lembaran kami. Sempat terbesit Prasangka buruk apakah Allah SWT sedang tak lagi menyanyangiku? Apakah Allah SWT sedang menghukumku? Apakah Allah SWT tak lagi menolongku dan membiarkan kami sendiri? Astagfirullahhaladzim...
Ribuan pertanyaan kusampaikan pada Sang Illahirobbi....
Sampe sudah masuk bulan ramadhan rupanya aku hanya mampu membeli sekaleng kue yang bisa kusungguhkan dihari lebaran nanti. Dan kebutuhan lainnya tidak terbeli.
Lebih dekat denganNya adalah satu-satunya hal yang bisa ku lakukan. Memperbanyak amalan ibadah dan meningkatkan kualitasnya adalah contoh kegiatan yang kulakukan untuk “meraih cintaNya kembali”.
Hingga suatu pagi ....
Ketika aku sedang bersantai dan bersendagurau dengan anak-anakku tiba-tiba suamiku menyanyikan lagu
Baju baru.. Alhamdulillah
Tuk dipakai.. di hari raya
Tak punya pun.. tak apa-apa
Masih ada baju yang lama
Sepatu baru.. Alhamdulillah
Tuk dipakai.. di hari raya
Tak punya pun.. tak apa-apa
Masih ada sepatu yang lama
Potong ayam.. Alhamdulillah
Tuk dimakan.. di hari raya

“Wawwww iya kami baru tersadar H-7 kami belum membeli baju baru. “Iya sabar ya sayang lebaran ini kita pake baju lebaran kemarin toh masih bagus dan bersih “ ungkap ayah pada kami istri dan anak-anaknya. “Iya sayang ngga papa, baju tahun kemarin yang kita punya juga masih terlihat baru, nanti Insaa Allah jika Ayah dan Bunda sudah ada rejeki kita beli baju yang bagus yaa jangan lupa beli juga buat adik keponakanmu De Khansa dan De Hilmi.” Jawabku menguatkan anak-anak dan suamiku tercinta.
Dan...
Jujur dalam hatikupun sempat terpikir...
Apa kata orang-orang yang melihat kami nanti...Apa yang dipikirkan orang tentang kami....dan ribuan pikiran buruk lainnya.
Hingga hari H itu tiba. Jreng jrenggg....Benar, kami merayakan hari raya tahun ini tanpa baju baru. TAPI MASYAALLAH.... kami sangat bersyukur, tidak ada perasaan gensi, iri, dengi, minder, prasangka buruk pada orang lain, ALHAMDULILLAH kami justru bersyukur....
Dengan perasaan dan pikiran yang berkecamuk akupun berusaha memotivasi diriku sendiri agar aku juga bisa menularkan hal positif dan cara berpikir yang baik pada anak-anakku. Ikhlas...yaa aku terus belajar ikhlas. Ikhlas dan segera berbuat sesuatu bersama suamiku tercinta kami saling menguatkan. Karena kami juga punya anak-anak shaleh (Insaa Allah) yang juga membutuhkan  “penjelasan” kenapa tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.  Untuk Kalle, Abrisam, Khalilla dan Shauqina maafkan Ayah dan Bundamu yaa Sayang.
RAMADHAN INI...
Alhamdulillah ALLAH SWT ternyata “mendesain” keimananku dan keluargaku tercinta untuk lebih dekat denganNYa, merasakan berkah dan syahdunya ramadhan, meningkatkan kualitas dan kuantitas keagamaan kami dengan “disibukkan” menuntut ilmu lewat pengajian, menabung pahala lewat mengaji, berdzikir, shalat wajib dan shalat sunah.
DAN BUKAN....
Bukan sibuk keluar masuk Mall, berburu baju baru, sibuk bikin kue, sibuk menambah koleksi sepatu,  sibuk berburu diskon. Astahgfirullah hal adziim.
Dan hari H Idul Fitri Allah SWT memeberiku banyak sekali jawaban atas ribuan pertanyaan yang berkecamuk di relung hatiku. Engkau bukannya mempersempit rizki keluarga kami, tapi hanya menyimpnannya “sebentar” agar aku dan kluarga lebih FOKUS menjalankan berbagai macam judul IBADAH DI BULAN RAMADHAN (Alhamdulillah).
Ya tepat di hari H Idul Fitri itu laksana mobil tanpa rem Allah SWT memberi kami rizki yang melimpah dari segala arah yang tak terduga. Bahkan “jika mau” Allah menghadiahi kami dengan bisa dibelanjakan tidakhanya satu stel baju baru tapi lima atau bahkan 10 stel.
Terimakasih Yaa Robb....Ramadhan tahun ini aku dan keluargaku merasakan benar Indahnya bulan IstimewaMu, nikmatnya bunlan Ampunanmu. Hati kami “bahkan” lebih merasakan  makna fitri bak terlahir kembali (Subhanalloh)...
Ampuni dosa kami Yaa Robb, karena sesekali doa yang kami panjatkan hanya berorientasi pada urusan duniawi, padahal kami tahu Engkau Maha Perencana. Kini kami merasakan rencanaMu sungguh tepat untukku juga orang-orang yang kusayangi Insaa Allah...Amiin).

ADA KISAH DI BUKU KEGIATAN RAMADHAN


Assalamualaikum Wr Wb.
Bismillahirohmanirrokhiim.................
Satu mingggu anakku Kalle  (9 tahun) pulang dari sekolah sembari menyodorkan BUKU KEGIATAN RAMADHAN. Kuraih buku itu hingga pikirankupun terbang ke memori masa kecilku. “Ya Allah Buku ini, buku ini isinya sama hanya sampul dan tahunnya saja yang berbeda dengan buku kegitan ramadhan milik Bunda ketika masih Sekolah Dasar dulu Nak” ungkapku sembari membuka lembaran demi lembaran dari buku kegiatan ramadhan ini.
Aku membawa buku kegitan Ramadhan itu masuk kedalam kamarku, di meja belajarku aku kembali membacaya, hingga ingatan apa yang aku lakukan bersama buku itu laksana lembaran kisah yang terekam apik dan kini kusedang memutarnya kembali.
Dan Ini kisahku,
Saat itu aku berusia 9 tahun saat berada di kelas 4 Sekolah Dasar.
“Yaa Allah Yaa Robb, akupun tertunduk malu, karena dulu aku bisa memalsukan tanda tangan Pak Ustad hanya ingin mendapatkan nilai BAIK dikegitan bulan ramadhan ini dan malas mengantri bersama teman lainnya. Aku bisa saja memberi tanda (centrang) untuk menandaiku puasa penuh 1 hari karena “malu” bila teman-teman mebaca bukuku dan aku tidak puasa. Aku bisa saja mencantumkan rangkuman kultum padahal aku tidak mengikuti ceramahnya. Aku juga mencantumkan kuliah subuh, padahal aku bobo manis usai sholat subuh. Semua itu karena AKU INGIN MENDAPATKAN PENILAIAN BAIK DIMATA MANUSIA (Astagfirullah).
Dan....
Hari ini saat anak kesayanganku Kalle menyodorkan buku ini akupun benar – benar tersadar serta bertekad untuk TIDAK LAGI MENGULANGI “DOSA” YANG BERJUDUL DAN BERTEMAKAN SAMA  PADA ANAK-ANAKKU JUGA ANAK MUSLIM LAINNYA”
Ramadhan mengubahku menjadi pribadi yang Insaa Allah semakin baik dari hari keharinya (Amiin). Ada banyak sekali manfaat, hikmah dan usaha perubahan sikap, perilaku, akhlak dan aqidah yang ingin ku tingkatkan kuantitas dan kualitasnya. Di bulan ramadhan melalui buku kegiatan ini Mengubahku untuk menjadi orang yang lebih dan bisa untuk jujur, tidak berbohong, dan mengutamakan urusan duniawi saja. Khususnya peranku sebagai BUNDA, rupanya Ramadhan sangat memberiku inspirasi untuk memberikan pendidikan yang baik pada anak-anakku sayang. Terutama tentang kejujuran. Aku tidak lagi mengutakan PENILAIAN DUNIAWI, aku tidak mau anakku bangga nilai pelajaran agamanya bagus, tapi membohongi Tuhan, aku menginginkan pendidikan anakku adalah berkah. Pendidikan yang benar-benar Allah Ridhoi. Dan semangat itu jauh lebih kudapatkan dibulan ramadhan ini.
Lewat terawih berjamaah di Masjid, sholat wajib berjamaah, mendengarkan ceramah, menonton tayangan televisi tentang anak sholeh yang hafizh Quran, lewat dongeng dan cerita kisah nabi, lewat kegiatan indahnya berbagi, menolong teman, pemberitahuan manfaat puasa bagi kesehatan dirinya, mengaji bersama dengan menggunakan Al Quran untuk anak agar anak semakin mencintai Al Quran. Semua kegiatan itu kulakukan dengan penuh syukur bersama suamiku dan anak-anakku.
Dan....
Alhamdulillah kini kaka Kalle (9 tahun) dan Abrisam (7, 5 tahun) sudah mampu menjalankan ibadah puasa sehari penuh. Seperti suatu hari Abrisam mengajukan “pertanyaan indah untukku”.  “Bunda kalau Abrisam puasa Allah sayang  Abrisamkan Bund, nanti disyurga Abrisam  boleh minta apa aja sama Allahkan?, Abrisam mau minta Ice cream, mainan, juga susu kesukaannya Abrisamkan Bun?” begitu celoteh petanyaannya yang lugu.  “ Iya sayang, PASTI Allah SWT sayang sekali sama Abrisam, Allah pasti sayang sekali sama anak sholeh yang rajin puasa, sholat dan mengaji seperti Abrisam.” Jawabku mantap sembari kupeluk dan kucium penuh cinta.
Juga...
Kaka Kalle dia makin semangat menjalankan ibdah dibulan ramadhan ini. Alhamdulillah ya Robb kami sangat bersyukur sudah ditakdirkan menjadi orang tua dari mereka. Kalle juga sangat jujur mengisi tiap item dari isi buku kegiatan ramadhannya.
Lalu aku...???
Aku terus berdoa memohon pada Sang Illahi Robbi agar motivasi, manfaat, semangat, perubahan baik, sikap jujur, ibu dan istri yang semoga dan Insaa Allah Shalekhah tetap terjaga. Semoga  Allah SWT terus membimbingku menjadi hamda dan muslimah yang baik Amiin Yaa Robbalalamiin.

Ini kisahku, ikutan juga yuk sahabat....
Wassalamualaikum Wr. Wb.

AKU MAU PUASA AGAR ALLAH MAKIN SAYANG ABRISAM



“Bunda kalau Abrisam puasa Allah sayang  Abrisamkan Bund, nanti disyurga Abrisam  boleh minta apa aja sama Allah, Abrisam mau minta Ice cream, mainan, juga susu kesukaannya Abrisamkan Bun?” begitu celoteh petanyaannya yang lugu.  “ Iya sayang, PASTI Allah SWT sayang sekali sama Abrisam, Allah pasti sayang sekali sama anak sholeh yang rajin puasa, sholat dan mengaji seperti Abrisam.” Jawabku mantap sembari kupeluk dan kucium penuh cinta. Inilah Abrisam anak keduaku yang kini berusia 7 tahun 5 bulan. Perkenalannya dengan puasa kukenalkan sejak dini diusianya 4 tahun. Lewat ikut bangun sahur, berbuka pusa bersama, lewat dongeng anak sholeh meenjelang dia tidur, lewat kisah Sang Rosul, lewat Alquran untuk anak dengan gambar yang lucu, berwarna disertai maknanya, lewat contoh akhlak yang baik dari kami orang tua juga lingkungan sekitar kuperkenalka padanya. Hingga diapun turut berpuasa  Jam 10.00, jam 12.00, jam 15.00 dan Alhamdulillah sekarang sudah bisa mengikuti Full 1 hari.  Sebagai Bunda seringkali aku juga mengalami dilema antara perasaan sayang pada anak dan harus taat pada Allah SWT, sehingga sesekali akupun tergoda dan berkata “ Abrisam kuat ngga sayang, klo ngga kuat buka puasa aja yuk, makan aja yuk, nanti Abrisam sakit lho” tapi Subkhanalloh...jawabannya adalah “ Ngga Bunda  Abrisam kuat ko, Abrisam sehat, Ngga mau buka mau terus puasa.” Jawabnya mantap. Dan kini aku yakin bahwa puasamu karena kamu ingin dan sungguh-sungguh, bukan karena kami, bukan karena paksaan kami orang tuamu. Akupun makin yakin Allah SWT pasti menjagamu dengan baik nak. Hal lain yang kuciptakan agar dia semangat berpuasa adalah, kita sering diskusi tentang menu masakan apa yang dia mau untuk berbuka dan sahur nanti. Sesekali aku juga mengajaknya kepasar tradisional untuk ikut memilih ikan dan sayuran. Aku juga bekerjasama dengan suami, Kakak Kalle, Kakek, nenek juga Om dan tantenya untuk turut memberikan dukungan pada Abrisam ketika dia berhasil melakukan hal –hal baik dibulan Ramadhan ini khususnya berpuasa. Lewat kata-kata positif, pelukan ciuman, panggisalan sayang “ANAK SHOLEH” kami sematkan untuknya. Sesekali aku juga memberikan puzzle atau leggo mainan kesukaannya. Hadiah iAbrisamni kupersembahkan dengan menanamkan pemahaman baginya “ Bunda memberi hadiah ini karena  sudah menjadi anak sholeh, kuat menahan marah dan tidak ngambek, pintar mengendalikan diri untuk tidak cengeng. Mengisi kegiatan positif kita lakukan bersama seperti siang ini kami membuat lukisan kaligrafi sembari mewarnai yang akan dia tunjukkan pada Eyangnya dihari lebaran nanti. Selebihnya selain pada Allah SWT, kupercayakan susu rasa coklat untuk menyempurnakan kesiapan dan kesehatnnya untuk menjalankan puasa. STTTT....INI SALAH SATU RAHASIA ABRISAM MAMPU PUASA PENUH DALAM USIANYA 7 TAHUN, Kusuguhkan Susu Favoritnya untuk mendukung dia “SUKSES” menjalankan ibadah dibulan puasa.  3 kali dalam sehari aku membuatkan susu yaitu usai berbuka puasa kubuatkan segelas ESER (Es Serut). Batu es aku serut kemudian taburi susu bubuk, tanpa air dan gula. Membiarkan butiran serutan meleleh sambil mengaduk-aduknya adalah aktivitas yang paling Abrisam suka. Sembari menunggu azan Isya dan shalat tearawih, kami  mengaji ALQURAN UNTUK ANAK sembari meminum susu kesukaannya. Waahhh Abrisam makin semangat dan “lebih siap” untuk menunaikan shalat Isya an Tarawihnya bersama Ayah dan Bunda di Masjid lho. Kemudian kuberikan Susu menjelang tidur, Dan saat sahur kubuatkan segela susu Dancow fortigro hangat untuknya.

RAHASIA BERIKUTNYA...
Abrisam sangat dekat dengan Kakanya, Kalle (9) tahun. Kami bersyukur memiliki anak-anak yang saling sayang. Kakak Kalle selalu memberikan semangat ketika sesekali Abrisam merengek minta membatalkan puasanya. “Siapa Mau ESER...ESER  (Es Serut) Untuk anak Sholeh, Allah SWT sayang sama anak yang puasa lhoo, semangat Ade” itulah semangat Kakak pada adiknya, hingga Abrisampun kembali melanjutkan puasanya dengan semangat. Sembari tersenyum mengamati tingkah laku kakak beradik ini aku, suamiku juga Kakek dan Nenek Abrisam pun turt menemangati “BERJUANG SAYANG” tutur kami kompak.

DAN....INI RAHASIA TERPENTINGNYA........
Yang selalu kulakukan :
Ketika malam tiba menjelang Abrisam beranjak tidur, kupastikan dia menggosok gigi, BAK dan BAB, minum susu Dancow Fortigo, mendongeng, kuajak dia mulai berdoa Hendak tidur, sembari memeluk dan menciumnya ku pijit tangan dan kakinya dengan lembut dan penuh sayang. Setelah kupastikan dia mulai tertidur pulas kurang 5 sampe 10 menit pertama, dengan lembut kubisikkan kata – kata positif untuknya seperti “ Tidurlah sayang, besok bagun sahur dan mulai berpuasa lagi. Teruslah berusaha karena Bunda Yakin Abrisam kuat, karena Allah SWT sangat menyayangi Abrisam, Bunda bangga sekali menjadi Ibu dari Abrisam, Bunda dan Ayah sayang sama Abrisam” Kata-kata positif ini kuyakini akan terbawa ke alam bawah sadarnya sehingga esok ketika dia terbangun dia akan membawa pikiran dan motivasi positif untuknya.

Dan Alhamdulillah selain Puasa kini dia juga semangat mengikuti sholat tarawih “ Aku kuat sampai 11 rakaat lho Bunda” tuturnya “Iya sayang Bunda bersyukur dan banggaa pada anak sholeh Ayah dan Bunda yang satu ini” ungkapku penuh syukur. Semoga Allah SWT selalu melindungi nak, dan menjadikan kalian anak-anak sholeh amiin Yaa Robb.


AKU MAU PUASA AGAR ALLAH MAKIN SAYANG ABRISAM
Assalamualaikum Wr Wb
Cerita ini tentang anakku Abrisam, disela waktu kami ngabuburit menunggu buka puasa bersama kami main sering berkumpul bersama, bercerita lalu ada canda juga tawa.
DI BULAN RAMADHAN INI LEWAT ANAK-ANAK, DENGAN SEGALA JUDUL POLAH TINGKAH LAKUNYA MEMBERIKU BERJUTA MANFAAT, MOTIVASI JUGA SEMANGAT KHUSUSNYA MENJADI IBU DAN ORANG TUA YANG JAUH LEBIH BAIK BAGI MEREKA JUGA TUHANNYA.
RAMADHAN....
Mengubah aku menjadi Bunda yang harus banyak belajar menjawab pertanyaan-pertannya anak tentang Tuha, juga apa itu puasa. Seperti suatu hari.......
“Bunda kalau Abrisam puasa Allah sayang  Abrisamkan Bund, nanti disyurga Abrisam  boleh minta apa aja sama Allah, Abrisam mau minta Ice cream, mainan, juga susu kesukaannya Abrisamkan Bun?” begitu celoteh petanyaannya yang lugu.  “ Iya sayang, PASTI Allah SWT sayang sekali sama Abrisam, Allah pasti sayang sekali sama anak sholeh yang rajin puasa, sholat dan mengaji seperti Abrisam.” Jawabku mantap sembari kupeluk dan kucium penuh cinta. Inilah Abrisam anak keduaku yang kini berusia 7 tahun 5 bulan. Perkenalannya dengan puasa kukenalkan sejak dini diusianya 4 tahun. Lewat ikut bangun sahur, berbuka pusa bersama, lewat dongeng anak sholeh meenjelang dia tidur, lewat kisah Sang Rosul, lewat Alquran untuk anak dengan gambar yang lucu, berwarna disertai maknanya, lewat contoh akhlak yang baik dari kami orang tua juga lingkungan sekitar kuperkenalka padanya. Hingga diapun turut berpuasa  Jam 10.00, jam 12.00, jam 15.00 dan Alhamdulillah sekarang sudah bisa mengikuti Full 1 hari.  Sebagai Bunda seringkali aku juga mengalami dilema antara perasaan sayang pada anak dan harus taat pada Allah SWT, sehingga sesekali akupun tergoda dan berkata “ Abrisam kuat ngga sayang, klo ngga kuat buka puasa aja yuk, makan aja yuk, nanti Abrisam sakit lho” tapi Subkhanalloh...jawabannya adalah “ Ngga Bunda  Abrisam kuat ko, Abrisam sehat, Ngga mau buka mau terus puasa.” Jawabnya mantap. Dan kini aku yakin bahwa puasamu karena kamu ingin dan sungguh-sungguh, bukan karena kami, bukan karena paksaan kami orang tuamu. Akupun makin yakin Allah SWT pasti menjagamu dengan baik nak. Hal lain yang kuciptakan agar dia semangat berpuasa adalah, kita sering diskusi tentang menu masakan apa yang dia mau untuk berbuka dan sahur nanti. Sesekali aku juga mengajaknya kepasar tradisional untuk ikut memilih ikan dan sayuran. Aku juga bekerjasama dengan suami, Kakak Kalle, Kakek, nenek juga Om dan tantenya untuk turut memberikan dukungan pada Abrisam ketika dia berhasil melakukan hal –hal baik dibulan Ramadhan ini khususnya berpuasa. Lewat kata-kata positif, pelukan ciuman, panggisalan sayang “ANAK SHOLEH” kami sematkan untuknya. Sesekali aku juga memberikan puzzle atau leggo mainan kesukaannya. Hadiah ini kupersembahkan dengan menanamkan pemahaman baginya “ Buda memberi hadiah ini arena Abrisam sudah menjadi anak sholeh, kuat menahan marah dan tidak ngambek, pintar mengendalikan diri untuk tidak cengeng. Mengisi kegiatan positif kita lakukan bersama seperti siang ini kami membuat lukisan kaligrafi sembari mewarnai yang akan dia tunjukkan pada Eyangnya dihari lebaran nanti.

Dan ini yang selalu kulakukan :
 Ketika malam tiba menjelang Abrisam beranjak tidur, kupastikan dia menggosok gigi, BAK dan BAB, minum susu Dancow Fortigo, mendongeng, kuajak dia mulai berdoa Hendak tidur, sembari memeluk dan menciumnya ku pijit tangan dan kakinya dengan lembut dan penuh sayang. Setelah kupastikan dia mulai tertidur pulas kurang 5 sampe 10 menit pertama, dengan lembut kubisikkan kata –kata positif untuknya seperti “ Tidurlah sayang, besok bagun sahur dan mulai berpuasa lagi. Teruslah berusaha karena Bunda Yakin Abrisam kuat, karena Allah SWT sangat menyayangi Abrisam, Bunda bangga sekali menjadi Ibu dari Abrisam, Bunda dan Ayah sayang sama Abrisam” Kata-kata positif ini kuyakini akan terbawa ke alam bawah sadarnya sehingga esok ketika dia terbangun dia akan membawa pikiran dan motivasi positif untuknya.
Dan Alhamdulillah selain Puasa kini dia juga semangat mengikuti sholat tarawih “ Aku kuat sampai 11 rakaat lho Bunda” tuturnya “Iya sayang Bunda bersyukur dan banggaa pada anak sholeh Ayah dan Bunda yang satu ini” ungkapku penuh syukur
Semoga kami amanah menjaga kepercayaanMu Ya Robb (Amiin).

Berbagi kisah yuk....
Wassalamualaikum Wr Wb....