BUNDAKU MASTER CHEF TANPA TOPI KOKI
Masa kecilku
sangat membahagiakan, bersama Mamah aku banyak tahu akan segala hal. Salah
satunya adalah memasak. Lewat menemani, meniru, melihat, mendengar, dan
membantu meski kadang justru menambah
pekerjaan Mamah, Aku banyak menyerap ilmu tentang memasak. Lewat mainan
masak-masakkan Mamah berusaha terus mengenalkanku pada dunia memasak. Dari Mamah aku juga mengenal pentingnya sarapan pagi, jajanan sehat dan bekal makanan
kesekolah yang bersih dan enak. Mamah memanjakan lidah dan perutku dengan
masakan yang kreatif dan penuh seni sehingga aku doyan dan pecinta sayur tanpa
aku menyadari Bahwa cemilan enak nan lezat yang kunikmati disiang itu adalah
berisikan bayam dan wortel, sayur yang anti kumakan. Tapi aku lahap
menghabiskannya. Mamahku benar-benar jago
masak. Dan akupun ngga mau kalah dengan Mamah, meski hasilnya jauh dari
sempurna kadang terlalu asin, kadang kemanisan, terasa hambar. Duhhh....
Tapi itu dulu
sebelum aku menjadi istri dan Tuhan sempurnakan aku dengan predikat BUNDA. Kata yang paling indah buatku adalah
“BUNDA”, dan kata yang paling sempurna adalah “BUNDAKU”, dan aku mendapatkan kesempurnaan itu dari
anak-anakku yang bergelayut manja dengan bangga memanggilku “INI BUNDAKU”. Karena cinta aku bangun pagi,
karena sayang aku memasak. karena merasa “ADA” diantara orang-orang yang
kusayang akhirnya aku jago memasak.
Predikat jago memasak disematkan oleh suami dan anak – anakku yang selalu
lahap menghabiskan apapun yang aku masak
“wah kita punya chef handal “bisik ayah pada anak-anak sembari tersenyum
bahagia. Dan Kakak Kallepun menanggapinya “ Kenapa Bunda tidak memakai topi ala
Master chef Bunda?” tanyanya lugu “Karena Bunda adalah Master Chef tanpa topi “
ungkap Abang Abrisam disambut riuh tertawa bahagia kami. Awalnya berat dan
susah seringkali gosong, keasinan, terlalu manis rasanya aneh. Mencoba dan
terus mencoba, belajar dan belajar lagi. Terkadang aku pengen nyerah. Hingga
aku bertemu dengan produk koepoe-koekpoe. Ternyata produk koepoe-koepoe tak
hanya mengenakkan masakkanku tapi memasak jadi ringan dengan takaran yang pas.
Dear Jelajah Rasa....
Ini lhooo, wajah – wajah
kenapa aku harus semangat memasak. Sumber alasan kenapa aku bahagia menjalankan
peranku sebagai Bunda, wanita dan istri.
Aku jadi teringat
pengalaman memasakku, Rupanya Tuhan tak hanya jodohkan aku dengan suamiku tapi
juga Koepoe-koepoe....ini kisahnya :
TELPHON MAMAH DIMALAM PERTAMAKU
Mamahku adalah “SUHU”
memasak terhebat yang aku miliki. Dari Mamah aku banyak belajar tentang segala
hal, Terutama memasak. Katanya “ memasak itu harus berani dengan bumbunya,
jangan pelit bumbu dan harus percaya diri” begitu petuahnya suatu hari. Dan malam itu...ku telphon beliau untuk
menanyakan cara memasak tumis kangkung bumbu tauco makan malam pertama aku
berstatus istri dari suamiku. Hmmm....tahu ngga sih Jelajah Rasa AKU BAHAGIA
sekali waktu itu. Sore itu sumiku
mengelus rambutku dan berkata dengan lembut “ Sayang bisa masak?”tanyanya
dengan wajah sendu. (Hmmm....kuanggukkan dengan wajah tersipu) “Bismillah,
Insaa Allah akan aku coba buatkan yang paling enak untukmu” ucapku gugup dan
penuh sipu. HAHHH...!!! aku gugup. Dipojok dapur aku telphon Mamah meminta
bocoran resep andalannya. Dan pesannya masih sama. “JANGAN RAGU, YAKINKAN DIRI,
MENCOBA DAN TERUS MENCOBA, INGAT JANGAN PELIT BUMBU BIAR MANTAP” PESAN Mamahku dalam telphon. “Oke, baiklah
Bismillah pasti aku bisa. Kucoba mempraktekkan semua kata-kata Mamah” tekadku
dalam hati. Dan Taraaa Sim salabim...jadilah masakkanku. Sebelum kusajikan untuk
orang terkasih beruntung aku punya waktu mencicipinya dan Huakkkk
Awawww...kemirinya kebanyakan...mericanya ku gerus kurang halus, garamnya
kurang asin, kemirinya tidak kuhaluskan dengan lembut, ....Oh NOOO masakkanku
gagal dimalam pertama. Akhirnya...aku
dan suami memutuskan makan malam di rumah makan, meski sedikit kecewa tapi
suamiku terus menyemangatiku. “ Waktu kita bersama akan panjang dan lama
sayang, masih banyak kesempatan untuk memberikan masakan terbaiknya untukku “
tutur suamiku menguatkan. “Iya sayang aku akan terus berlatih lagi.” Kataku
penuh semangat. Dari peristiwa ini akhirnya aku rajin membaca resep dan mencari
berbagai hal tentang dapur dan memasak, dan hasil jelajahku akhirnya aku jatuh
cinta pada produk koepoe-koepoe.
ROMANTISME MEMASAK BARENG SUAMI , DAN KOEPOE-KOEPOE
Aku dan suami berasal dari daerah yang berbeda, laksan gunung dan laut. suamiku suka masakan manis dan aku menyukai masakan asin. namun karena cinta manis dan asin kini menyatu menjadi tautan hati, rasa dan agitasi yang terus menjelajah antara rasaku dan rasanya. Kedewasaan kami semakin tumbuh seiring waktu yang terus berdetak melahap kebahagian kami. tapi kami sungguh beruntuk dan menikmati tiap hentakkannya apapun judul dan tema dari setiap lembaran kehidupan yang kami lalui. bagi kami bahagia adalah sederhana, bukan pada pendar mutiara, atau bongkahan safir dan bacan. tapi disini dirumah ini....diantara hati-hati yang terus saling merindu, dan menghargai. semoga...ini abadi.....semoga Tuhan terus ijinkan "adanya" Amiin....
Hai hai Sahabat
Jelajah Rasa....(Sttt tahu ngga sih hari ini aku bahagia sekali)
Memasak tak hanya mengasikkan
tapi bisa menciptakan romantisme diantara aku dan suamiku. Ada cinta didapur kami. Dari Koepoe-koepoe
juga suami tercinta. Sebagai wanita aku merasa dicintai tak hanya raga tapi
hati. Lewat memasak diminggu pagi laksana melepas kepenatan dan mendapatkan
suntikkan baru. Bercanda, ngobrol tentang perkembangan anak, masa depan ,
sesekali kami saling memebelai pipi
sambil mencolekkan tepung dan kecap. Meski sederhana tapi ada cinta disana. Aku dan suamiku memakai apron
berwarna sama hasil desainku (hahay jangan ngiri yaa) semakin menambah
romantisme diantara aku dan dia serasa dunia milik berdua deh heheh. Dan
Koepoe-koepoe menyempurnakan romanttisme ini menjadi SEMPURNA.
KOEPOE-POEPOE MENJADIKANKU BUNDA YANG SEMANGAT BANGUN PAGI DAN MEMBUATKAN
BEKAL UNTUK ANAK-ANAK
Memasak adalah kegiatan yang
penuh tantangan. Butuh ide dan kreaivitas yang melambung agar anak-anakku tak
berkata “OGAH EMAM BUNDA” ketika diajak sarapan pagi. Juga suamiku tak berkata
“ Maaf ya Bunda sayang sarapan ayah tidak habis, nanti sambung lagi klo ayah
pulang dari kantor “. TENTU TIDAKKK !!!
(hehhe) makannya aku selalu mencoba mengutak atik agar anak dan suamiku makin
cinta pada sayuran dan buah, makin cinta masakkanku dan bukan jajanan diluar
sana. Sering kali kuajak anak-anakku berdiskusi tentang menu apa yang mereka
inginkan. Aku juga tidak ragu mengajak mereka memilih dan membeli bahan-bahan
makanan seperti ikan, buah, sayur dan tepung kepasar tradisional maupun
supermarket. Sering kal kuajak mereka juga turun kedapur dan menemaniku memasak
dan berkreasi dengan koepoe-koepoe. Atau ketika berlibur kebetulan rumah kita
dekat dengan laut kuajak mereka memancing sembari mengenal tentang laut dan
kekayaanya.
kukenalkan anak-anakku hal - hal baik semenjak dini, salah satunya adalah memilih produk yang baik bagi kesehatan melalui makanan yaitu Produk KOEPOE_KOEPOE. Mengajaknya memasak adalah hal yang menjadi kebiasaanku sambil mereka bermain kucontohkan mereka cara memasak, memotong, mencuci sayuran yang baik dan benar. sesekali kamipun saling bercanda dan bercerita.
Dear Jelajah rasa...
memasak ditemani anak....rupannya aku harus menyediakan hati dan pikiran yang terus kreatif lhooo.....mereka banyak nanya seperti siang ini Khalilla bertanya tentang manfaat sayur "Bunda kenapa Khalilla disuruh makan sayur terus sih Bun?" tanyanya "Iya sayang karena sayur sangat baik buat tubuh kita." jawabku. diapun kembali bertanya " Ko baik sih Bun, kaya Ayah sama Bunda yang baik sama Khalilla? tanyanya polos. " Hehehhe iya sayang sayur itu klo sudah masuk diperut Khalilla maka dia akan baik sekali pada Khalilla, dia akan memberikan berbagai macam gizi agar Khalilla tidak mudah sakit, agar Khalilla cepat tinggi setinggi Bunda." jawabku. "Oh gitu ya Bun iya Khalilla mau tinggi kaya Bunda, Khalilla mau makan sayur juga buah Bun." tuturnya. Akupun tersenyum bahagia.
Diskusi disuatu siang..... Bersama keluargaku tercinta.
BEBASKAN KAMI DARI
KANKER BUNDA....
Hiiii....ngeri juga ya jika
melihat perkembangan penyakit kanker sekarang. Banyak sekali
informasi yang bisa kita dapatkan
dimedia sosial maupun elektronik bahwa salah satu penyebab kanker adalah dari
makanan. Sebagai BUNDA aku harus memberikan yang terbaik, salah satunya adalah
lewat makan. Belajar dari Bumbu- bumbu masakkan yang kadang kurang lebut ketika
aku menghaluskannya, dan secuil bongkahan merica atau ketumbar keda digigi dan
lidah wahhh sudah merusak cita rasa masakkanku. SebagaiBunda aku juga pemilih,
memilih yang terbaik untuk orang-orang yang kucintai. Pewarna makanan misalnya.
Beruntung aku bertemu danmemakai produk - produk Koepoe-koepoe yang sudah
terjamin kualitasnya. Seperti tanya
Khalilla disiang ini usai pulang dari sekolah. “ Bunda Kanker itu apa
?” tanya Khalilla padaku. Khalilla baru saja mendapatkan informasi dari Ibu
guru disekolah tentang bahaya penyakit kanker. “Kanker itu penyakit yang
berbahaya penyebabnya adalah jika Khalilla tidak mau makan, makannya
goreng-gorengan dan jajanan yang banyak pengawet dan pewarna makanannya, jika
Khalilla jajan es dan ciki-cikian sayang.” Jawabku “Wahhh Khalilla ngga mau
jajan sembarangan lagi Bunda, Khalilla tidak mau terkena penyakit Kanker. “
tuturnya lugu. “Kakak dan Abang juga bunda mau makan makanan yang sehat saja.”
Teriak Ka Kalle dan Abang Abrisam anak lelakiku. “ Iya sayang Bunda dan Ayah
akan jaga kalian semampu kami, kami akan terus lakukan yang terbaik untuk
kalian. Mulai Besok Sarapannya harus dihabiskan karena Bunda akan buatkan
kalian Nasi Goreng sehat spesial Koepoe – koepoe kesukaan kalian” ungkapku.
“Hore asyikkkk” teriak keempat anak-anakku.
Dan ini tentang temuanku, SEKELUMIT ILMU MEMASAK DARI COBA, SALAH DAN MENCOBA LAGI.....
TERNYATA EH TERNYATA
TEKNIK MEMASAK ITU PENTING
Belajar dan terus belajar, mencoba
lagi terus mencoba dan akhirnya aku menemukan beberapa teknik memasak dari
pengalaman “Jatuh Bangunku memasak “ (hihihii).
Diantaranya adalah. TERNYATA EH TERNYATA penting banget lho pengaturan
Api kecil, api besar dan api sedang. Jadi permainan api ini penting lhooo. Api
besar biasanya kugunakan untuk merebus, api sedang menumis dan api besar adalah
untuk membuat masakkan yang butuh resapan bumbu lebih mantap. Jadi setelah
semua proses memasak selesai dengan baik, maksimalkan dengan api kecil seperti
mengungkep daging membuat kaldu.
Nah temuaku berikutnya adalah
ketika kita memasak dengan kecap. Ayam kecap misalnya. Seringkali aku memsak
itu dengan cara setelah bumbu ditumis, kemudian masukkan air, ayam kemudian
kecap. Nah ...nah ini temuaku nih JADi....ketika bumbu ditumis kemudian
kecilkan api, masukkan kecap biarkan 2- 3 menit menunggu kecap mengeluarkan
aroma harum kedelainya, dan mendidih tapi hati-hati jangan sampai gosong yaa.
Baru masukkan air dan ayamnya. Dijamin deh masakan aroma kecapnya makin menggoda selera.
Dan ini juga penting para Jelajah
Rasa...
Seringkali karena merasa “SAYANG
DARI PADA DIBUANG” ketika kita menumis bumbu, kemudian diwadah bumbu masih ada
sisa, sisa bumbu tersebut ditambahkan air dikocok lalu dimasukkan kedalam makasan.
Wahhh ternyata ini bisa mengurangi kenikmatan makasakan sobat jelajah rasa.
Kenapa? Karena sisa bumbu yang kita campur air itukan belum matang jadi aroma
dan rasa “mentah” sering kali mengurangi enaknya masakan yang kita masak. Nah
lho....hihihii harus Kita STOP yaa kebiasaan ini.
LALU, ini bagian terpenting dari
segala yang penting....STOP memakai bumbu siap saji abal-abal. Banyak sekali
sekarang produsen nakal yang hanya memikirkan keuntungan. Maka TERNYATA EH TERNYATA, Segala macam produk
koepoe-koepoe dengan berbagai macam variannya : Jahe Bubuk, selasih, Baking
Powder, SP, TBM, pewarna makanan, Bawang puting, merica, Biji pala, kayu manis,
ketumbar , kunyit adalah PRODUK TERBAIK yang pernah aku temui dan diyakini aku
juga keluargaku sebagaiSENJATA AMPUH, memasak Happy, Memasak karena cinta dan
hati, memasak kreatif, memasak pintar dan memasak bijak. PILIHLAH CAP KOEPOE-
KOEPOE. Masak semakin bersemangat,
ringan dan tidak menguras tenaga, hemat waktu tapi hasilnya menyehatkan, lezzat
dan nikmat. Selain kualitas tempat kemasan produk koepoe-koepoe sudah didesain
agar tidak mudah tumbah, lucu, dan tertutup rapih sehingga bebas kotoran dan
jamur lhooo. Ayooo yang belum pake
produk koepoe-koepoe...beralih ke produk ini yuk.
Lagi lagi....
Suami juga anak-anakkupun
terus menggodaiku “BUNDAKU MASTER CHEF
TANPA TOPI KOKI” tapi anehnya AKU BAHAGIA DAN SELALU RINDU DENGAN CELOTEH ITU,
MEMBUATKU MAKIN SEMANGAT DAN MERASA “ADA” DEKAT DIANTARA HATI ORANG-ORANG YANG
AKU SAYANGI. TERIMAKASIH TUHAN.....TERIMAKASIH KOEPOE-KOEPOE.






Semoga amanah ya Bun...sukses yaa semangat
ReplyDelete