Cinta terkadang tak terbatas pada kata dan ucap. Pada tingkahlaku dan “DIAM”
sesekali bisa menterjemahkan cinta dalam wujud terhalus direlung sanubari orang
yang kita cintai. Cinta ada dengan banyak cara dan wajah. Dan kali ini aku memberikan wajah termanisku
lewat makanan yang disempurnakan oleh produk koepoe-koepoe.
Kadangkala, oleh Tuhan aku
dihadiahi kemampuan untuk merangkai kata manis yang dipersembahkan bagi orang
yang kita cintai. Namun sesekali akupun dibuat kehabisan stok dan terbata-bata
ketika 11 tahun pernikahan dan kata manis itu tergerus oleh lelah, cape, penat
juga waktu. Beruntung aku punya penyambung lidah tanpa aku harus berbusa-busa
mempujanggakan kata indah laksana Kahlil Gibran ataupun Asrul Sani. Aku hanya
Bunda beranak 4 (atau...BARU 4 hehehhe, aku benar tidak mengetahui rahasia
Tuhan tentang jumlah anakku kelak). Dan dialah segala macam varian produk
koepoe-koepoe. Dari mulai rempahnya, toping, bahan pelengkap pembuat kue, bumbu
instan yang terjamin kualitas dan manfaatnya. Cintaku tersalurkan tanpa harus
banyak kata. Dan orang – orang yang kukasihi tahu dengan benar betapa sayangnya
aku pada mereka.
Aku bersyukur benar akan segala
perjodohan Tuhan ini. Karena buatku JODOH itu adalah ketika dua orang bertemu
karena saling menemukan, Sama-sama berhenti karena telah selesai mencari, Sama-sama saling menjaga karena takut akan kehilangan,
Sama-sama saling mengasihi karena takut akan saling menyakiti. Kunikmati benar setiap lembaran fase kehidupan yang harus kulalui. Apapun judul dan temanya. Pahit, sedih, suka, bahagia, sungguh aku menikmatinya.
Sama-sama saling mengasihi karena takut akan saling menyakiti. Kunikmati benar setiap lembaran fase kehidupan yang harus kulalui. Apapun judul dan temanya. Pahit, sedih, suka, bahagia, sungguh aku menikmatinya.
Menjadi
Bunda menuntutku “mendadak” menjadi pelukis handal buat anak-anakku. Bukan hanya
warna merah, hijau, atau kuning tapi juga perpaduan jingga dan hijau. Tentang dongeng
akhlak anak sholeh, tentang sahabat sejati, tentang nikmatnya bermain permainan
tradisional, tentang asyiknya menciptakan game dengan karakter sesuai desain
dan nama kesayangan kita, tentang bangganya terlahir sebagai anak-anak kami
orang tuanya, tentang belajar rajin dan mengharumkan nama bangsa. Aku terus
berharap bahwa aku mampu menjadi pelukis handal tak hanya cerdas
mengkombinasikan warna, tapi menhidupkan dimensi dan cerita indah bagi tiap
lembaran kehidupan anak-anakku. Semoga cerita indah yang kutorehkan adalah
bekal indah untuk membentuk karakter kepribadian anak-anakku menjadi pribadi
yang sehat dan meneduhkan pemandangan mata kami orang tuanya.Laksana BALON kuingin kelak anak-anak kami terbang tinggi tak hanya karena indah warnanya tapi lebih karena isinya. terbang tinggi meraih mimpi harumkan nama bangsa dan negeri.
Sebagai
Bunda aku juga “harus” menjadi ilmuan yang teliti dan berdedikasi. Berharap menjadi
penemu setiap fase perkembangan moment per momentnya, bahwa aku adalah orang
yang pertama berjumpa dengan perkembangan anak, kemampuan anak dan memastikan
kesehatan anak-anakku. Itulah fungsi dan peranku kini sebagai Bunda.
Dan....
Semua
itu kumulai dipagi hari....
Lewat
makanan yang kumasak. Kupastikan dan terus
memastikan bahawa aku sudah melakukan hal baik dan benar. Memilihkan yang
terbaik lewat makanan adalah laksana aku sedang “berinvestasi cinta” untuk kehidupan keluargaku kelak.
Lewat makanan yang disempurnakan oleh produk koepoe-koepoe wujud pernyataan
cintaku terejawantahkan. Tanpa kata tanpa ucap...tapi diam penuh cinta. Tapi sesekali
bahkan sering kata I LOVE YOU juga akrab diantara kami. Ayah padaku, aku pada
suamiku, Ayah pada anak-anak, anak-anak pada ayah. Bunda pada anak-anak,
anak-anak pada Bunda. Bersama cium, peluk dan tatapan mata. Cinta diantara kami
makin mengembara. bersama seruputan teh, kubuatkan sarapan pagi khas Koepoe-koepoe kesukaan keluarga kami.
Atau sore
hari sambil ngeteh dan membaca buku, sambil santai dan mengobrol seru. Cemilan sehat
ala koepoe-koepoe kuhadirkan ditengah kehangatan keluargaku ini. Ditemani canda
dan tawa. Kami terus bersyukur akan kesempatan Tuhan ini. Semoga saja Allah SWT
memberikan kami judul-judul indah dilembaran kehidupan kami berikutnya....atau
bila Tuhan sesekali menuliskan tentang pilu dan sesekali sedih ijinkan kami
terus bersama dan saling menguatkan, mengisi dan saling memahami. Amiin Yaa
Robb....
Sore ini
aku buatkan Bakpau isi kacang hijau sebagai cemilan sehat bagi orang – orang yang
kusayangi. Kupilihkan pewarna merah rose dan baking powder koepoe-koepoe
menyempurnakan kelezatan bakpau yang kubuat. Melihat bakpau buatanku laris
manis wahhhh sungguh nikmat sekali bahagia ini. Meski lelah namun melihatnya “makan
sambari merem melek” hihiihi lucunya Kalle, Abrisam, Khalilla dan Shauqina hilang jadi puas dan bahagia.
Cinta itu harus terus dipupuk keabadiannya. ada banyak cara, ada banyak pilihan, ada ribuan teori tapi tidak semua pandai mempraktekannya. lewat makanan adalah hal yang paling sederhana namun penting untuk menjadikan anak-anak kita tumbuh dengan sehat dan bahagia karena terlahir sebagai anak kita. atau juga untuk suami, lewat makanan yang kita buat ternyata bisa membuatnya makin rindu rumah dan ingin lekas pulang. rindu kami bagian terpenting dalam kehidupannya.
Teruntuk ibu bijak mari pilih yang terbaik untuk keluarga. lewat segala macam produk koepoe-koepoe pekerjaan memasak ini menjadi seni yang indah bagi kodrat kita sebagai Bunda. dan itu sungguh membahagian hati kita. tengoklah ketika suara sendawa itu ada, keringat mengucur karena nikmat dari memakan makanan yang kita masak, belum lagi...ucapan sayang dari orang -oran terkasih " TERIMAKASIH BUNDA, BUNDAKU HEBAT MASAKAN BUNDA ENAK" wawwww nyessss INDAHNYA....NIKMATNYA....
dan hari ini...sungguh aku bahagia......#CURHATANRASA


No comments:
Post a Comment