Thursday, 14 May 2015

CURHATAN RASA KOEPOE-KOEPOE : “KARENA KOEPOE-KOEPOE MESKI DIAM CINTA ITU TERUCAP”





Cinta terkadang tak terbatas  pada kata dan ucap. Pada tingkahlaku dan “DIAM” sesekali bisa menterjemahkan cinta dalam wujud terhalus direlung sanubari orang yang kita cintai. Cinta ada dengan banyak cara dan wajah.  Dan kali ini aku memberikan wajah termanisku lewat makanan yang disempurnakan oleh produk koepoe-koepoe.
Kadangkala, oleh Tuhan aku dihadiahi kemampuan untuk merangkai kata manis yang dipersembahkan bagi orang yang kita cintai. Namun sesekali akupun dibuat kehabisan stok dan terbata-bata ketika 11 tahun pernikahan dan kata manis itu tergerus oleh lelah, cape, penat juga waktu. Beruntung aku punya penyambung lidah tanpa aku harus berbusa-busa mempujanggakan kata indah laksana Kahlil Gibran ataupun Asrul Sani. Aku hanya Bunda beranak 4 (atau...BARU 4 hehehhe, aku benar tidak mengetahui rahasia Tuhan tentang jumlah anakku kelak). Dan dialah segala macam varian produk koepoe-koepoe. Dari mulai rempahnya, toping, bahan pelengkap pembuat kue, bumbu instan yang terjamin kualitas dan manfaatnya. Cintaku tersalurkan tanpa harus banyak kata. Dan orang – orang yang kukasihi tahu dengan benar betapa sayangnya aku pada mereka.

Aku bersyukur benar akan segala perjodohan Tuhan ini. Karena buatku JODOH itu adalah ketika dua orang bertemu karena saling menemukan, Sama-sama berhenti karena telah selesai mencari, Sama-sama saling menjaga karena takut akan kehilangan,
Sama-sama saling mengasihi karena takut akan saling menyakiti. Kunikmati benar setiap lembaran fase kehidupan yang harus kulalui. Apapun judul dan temanya. Pahit, sedih, suka, bahagia, sungguh aku menikmatinya.
Menjadi Bunda menuntutku “mendadak” menjadi pelukis handal buat anak-anakku. Bukan hanya warna merah, hijau, atau kuning tapi juga perpaduan jingga dan hijau. Tentang dongeng akhlak anak sholeh, tentang sahabat sejati, tentang nikmatnya bermain permainan tradisional, tentang asyiknya menciptakan game dengan karakter sesuai desain dan nama kesayangan kita, tentang bangganya terlahir sebagai anak-anak kami orang tuanya, tentang belajar rajin dan mengharumkan nama bangsa. Aku terus berharap bahwa aku mampu menjadi pelukis handal tak hanya cerdas mengkombinasikan warna, tapi menhidupkan dimensi dan cerita indah bagi tiap lembaran kehidupan anak-anakku. Semoga cerita indah yang kutorehkan adalah bekal indah untuk membentuk karakter kepribadian anak-anakku menjadi pribadi yang sehat dan meneduhkan pemandangan mata kami orang tuanya.Laksana BALON kuingin kelak anak-anak kami terbang tinggi tak hanya karena indah warnanya tapi lebih karena isinya. terbang tinggi meraih mimpi harumkan nama bangsa dan negeri. 



Sebagai Bunda aku juga “harus” menjadi ilmuan yang teliti dan berdedikasi. Berharap menjadi penemu setiap fase perkembangan moment per momentnya, bahwa aku adalah orang yang pertama berjumpa dengan perkembangan anak, kemampuan anak dan memastikan kesehatan anak-anakku. Itulah fungsi dan peranku kini sebagai Bunda.
Dan....
Semua itu kumulai dipagi hari....
Lewat makanan yang kumasak. Kupastikan dan terus  memastikan bahawa aku sudah melakukan hal baik dan benar. Memilihkan yang terbaik lewat makanan adalah laksana aku sedang “berinvestasi  cinta” untuk kehidupan keluargaku kelak. Lewat makanan yang disempurnakan oleh produk koepoe-koepoe wujud pernyataan cintaku terejawantahkan. Tanpa kata tanpa ucap...tapi diam penuh cinta. Tapi sesekali bahkan sering kata I LOVE YOU juga akrab diantara kami. Ayah padaku, aku pada suamiku, Ayah pada anak-anak, anak-anak pada ayah. Bunda pada anak-anak, anak-anak pada Bunda. Bersama cium, peluk dan tatapan mata. Cinta diantara kami makin mengembara. bersama seruputan teh, kubuatkan sarapan pagi khas Koepoe-koepoe kesukaan keluarga kami.


Atau sore hari sambil ngeteh dan membaca buku, sambil santai dan mengobrol seru. Cemilan sehat ala koepoe-koepoe kuhadirkan ditengah kehangatan keluargaku ini. Ditemani canda dan tawa. Kami terus bersyukur akan kesempatan Tuhan ini. Semoga saja Allah SWT memberikan kami judul-judul indah dilembaran kehidupan kami berikutnya....atau bila Tuhan sesekali menuliskan tentang pilu dan sesekali sedih ijinkan kami terus bersama dan saling menguatkan, mengisi dan saling memahami. Amiin Yaa Robb....
Sore ini aku buatkan Bakpau isi kacang hijau sebagai cemilan sehat bagi orang – orang yang kusayangi. Kupilihkan pewarna merah rose dan baking powder koepoe-koepoe menyempurnakan kelezatan bakpau yang kubuat. Melihat bakpau buatanku laris manis wahhhh sungguh nikmat sekali bahagia ini. Meski lelah namun melihatnya “makan sambari merem melek” hihiihi lucunya Kalle, Abrisam, Khalilla dan Shauqina  hilang jadi puas dan bahagia.





Cinta itu harus terus dipupuk keabadiannya. ada banyak cara, ada banyak pilihan, ada ribuan teori tapi tidak semua pandai mempraktekannya. lewat makanan adalah hal yang paling sederhana namun penting untuk menjadikan anak-anak kita tumbuh dengan sehat dan bahagia karena terlahir sebagai anak kita. atau juga untuk suami, lewat makanan yang kita buat ternyata bisa membuatnya makin rindu rumah dan ingin lekas pulang. rindu kami bagian terpenting dalam kehidupannya. 


Teruntuk ibu bijak mari pilih yang terbaik untuk keluarga. lewat segala macam produk koepoe-koepoe pekerjaan memasak ini menjadi seni yang indah bagi kodrat kita sebagai Bunda. dan itu sungguh membahagian hati kita. tengoklah ketika suara sendawa itu ada, keringat mengucur karena nikmat dari memakan makanan yang kita masak, belum lagi...ucapan sayang dari orang -oran terkasih " TERIMAKASIH BUNDA, BUNDAKU HEBAT MASAKAN BUNDA ENAK" wawwww nyessss INDAHNYA....NIKMATNYA....
dan hari ini...sungguh aku bahagia......#CURHATANRASA





No comments:

Post a Comment