Friday, 14 October 2016

BAK CERITA WAYANG DUO SRIKANDI MENGALAHKAN IDOLANYA: MENELISIK PESONA KEKUATAN DUO SRI KANDI DI STANDUP COMEDY AKADEMY INDOSIAR 2




 sumber :https://web.facebook.com/SUCA2indosiar/



Sosok Dewi Srikandi menjadi satu gambaran seorang wanita yang tidak hanya mempunyai sifat yang lemah lembut, keibuan, cantik dan emosional, serta sebatas sebagai ibu rumah tangga saja yang bertanggung jawab mengasuh, mendidik dan melayani suami. Namun sosok wanita dari Srikandi menjadi satu contoh bahwa keberadaan wanita juga sanggup untuk menjadi pemimpin yang cukup disegani dan memiliki ketangguhan dan kemampuan yang hebat. Dan kepribadian serta kekuatan tangguh itu ada pada Aci  dan Arafah peserta Stand Up Comedy Akademy 2 Indosiar yang saya singkat SUCA 2 Indosiar.


Tak hanya lucu sosok Aci Resti yang memiliki nama asli Resti Surtika ini adalah sosok komika yang cerdas, jujur, simple, natural, tapi juga menjadi peserta didik yang”tumbuh”. Aci cerdas tak hanya menangkap peluang. Peluang untuk mengembangkan diri, peluang menunjukkan eksistensi diri, peluang menebarkan pesona diri, peluang memenangkan hati penonton, dewan juri juga para mentor. Termasuk peluang untuk memaksimalkan hadiahnya (hahahha), tengoklah kasur baru itu, kipas angin dirumahnya, kulkas juga motor yang kini mengantarnya beraktivitas yang penuh kenangan bersama Raditya Dika, karena Raditlah yang membayar motor itu bahkan sebelum pacarnya Aci membelikannya:D. (Hmmm…bagi Aci Raditlah yang pertama, tapi belum tentu yang terakhir hehehheh).



Tak bisa dipungkiri pesona Aci bak magnet yang datang diujung waktu, waktu yang sangat tepat. Selaksa busur Sri Kandi yang datang dengan lesatan kilat, arah dan sasaran yang juga tepat. Hal ini karena Aci adalah sosok komika yang “tidak dan kurang” dijagokan sebagai pemenang, khususnya olehku (Hehehhe maaf ya Ci). DiMinggu-minggu awal penampilan Aci, penampilannya dinilai standar, masih banyak pekerjaan rumah yang harus Aci dan sang mentor benahi. Aci sangat bermain terlalu aman dizona nyamannya, bahkan dia masih mencari-cari mana yang khas dari dirinya yang akan dia jual sebagai marketnya.


Busur panah cinta penonton tak hanya dihujamkan pada Aci. Tapi pesona Arafah Rianti juga sangat menyedot perhatian setiap mata yang melihatnya. Semua bukan hanya karena Arafah dianugrahi wajah yang cantik. Wanita cantik tapi lucu dan bisa melawak adalah unik. Dan inilah pesona Arafah. Arafah yang menyajikan lawakan bergaya absurd bahkan cenderung aneh tapi susah ditebak namun jujur. Menjadi sosok yang sangat dirindukan kehadirannya. Memabahas tentang Arafah, pasti semua setuju banyak pesona yang bisa di kulik darinya. Wajah cantiknya sempat menjadi bahan hujatan bahwa ia hanya bermodal tampang. Jadi pantaslah jika Juri suka, mentor suka, penonton suka, dan aku juga suka hehehe…begitulah   topik yang menjadi rumor di media social. Tapi Arafah adalah bersuara  unik, lengkap dengan paket cantik, absurd, jujur, natural, ikhlas tapi dia cerdas. Selain dia mengidolakan Wanda dari Medan karena rupanya yang menawan, yang perlu kita sadari adalah inilah Arafah Sang Srikandi Indonesia. Dia pun mengidoakan dirinya sendiri, dan ini tebukti bahwa ia mampu mengalahkan egonya, pesimisnya, rasa tidak percaya dirinya. Arafah mengobrak abrik rumor bahwa ia hanya bermodal tampang. Ia adalah wanita ayu berhijab nan santun tapi kuat dan cerdas membaca peluang. Peluang menjadi juara.
Duo wanita hebat ini laksana kombinasi yang cantik dan cerdas. Keduanya mampu memanfaatkan segala kesempatan, segala peluang untuk menujukkan dialah Srikandi Indonesia.


APA KABAR WAWAN?

 
Hermawan Yoga merupakan salah satu komika jebolan komunitas Stand Up Indo Bekasi yang biasa dipanggil Wawan. Wawan dengan segala judul dan tema beragam dan matang akan pengalaman juga jam terbang yang matang adalah modal untuknya. Dan semuanya juga mengakui bahwa dia berkualitas. Lalu kenapa Ia kalah dan harus mengakui kekuatan Duo Srikandi Aci dan Arafah? Kalau menurut penialaianku adalah, Wawan lucu, Gerrr tapi malam itu yang dibutuhkan adalah bukan hanya lucu dan Gerr saja. Karena  Aci dan Arafah jauh memberikan tak hanya lucu dan gerr, tapi lucu yang memikat, bak menonton opera yang menyentuh maka kenangannya akan terbawa, unik, spontan, natural dan muda. Yaa lawakan mereka muda, fress, mudah dicerna oleh siapapun dan usia berapapun, jujur sehingga kita bisa merasakan ada didalamnya.
Seperti bunyi sapaan kekasihku setiap dia menelponku “Hello apa kabarmu sayang?”, malam itu aku juga bertanya – tanya “Hellooo, apa kabar Wawan malam ini?” kenapa laksana kartu trufmu bernilai STANDAR justru kau pakai malam ini? Tapi ya sudahlah ini kompetisi duduk sebagai pemenang ketiga juga bukan sebuah kekalahan telak. Karena Wawan sudah mengalahkan ribuan para pecinta dan pelaku stand up comedy.


Ada sesuatu yang berbeda di stand up comedy akademi 2 tahun 2016 ini, yaitu pada pesertanya. Banyak peserta SUCA 2 Indosiar ini yang sudah memiliki nama dan cukup terkenal didaerah dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Mereka adalah para komika hebat yang rela “menanggalkan” profesi juga namanya untuk berkompetisi di SUCA 2 Indosiar ini. Dan itu artinya mereka siap dengan segala konsekuensinya, belajar dari nol, mendengarkan dan siap diarahkan, berkompetisi, siap dinilai, dikritik adalah hal-hal yang mereka siapkan ketika sudah memutuskan untuk masuk menjadi peserta SUCA 2 Indosiar ini.
Dan harus diakui, bahwa dua Srikandi Aci dan Arafah, mampu mematahkan sebuah teori bahwa pengalaman, jam terbang, percaya diri saja tidak cukup. Tapi bertumbuh, mau mendengar dan belajar, mempersiapkan diri bermentalkan juara, tak layu ketika dihujat, rileks dan berpikir positif, menjalani kompetisi karena suka dan yakin pada diri juga keajaiban Tuhan, jujur, tulus dan apa adanya dalam menyajikan lawakkan adalah laksana busuran panah yang tidak lagi dapat dihindari Karen tepat dan kena.
Seperti sapa Aci malam Itu “Gue menang….Gue bisa mengalahkan Idola Gue Bang Wawan”. Juga lihatlah senyum dan tangis bahagia Arafah yang berhasil mengalahkan rasa ragunya, rasa tidak percaya dirinya, bak Srikandi Arafah mampu menunjukkan bahwa kualitasnya tidak hanya sebatas tampang, tapi skill dan yakin terhadap diri dan Tuhannyalah yang membuat dia mampu menjadi juara kedua.

SUCA 2 Indosiar 2016 dikelilingi oleh 42 peserta dari seluruh Indonesia yang sangat hebat. Laksana gambaran Indonesia raya bisa terbaca di tiap peserta SUCA 2 Indosiar Ini. Seperti Raim Laode dengan khas Wakatobinya, Istiqomah dengan khasnya sebagai wanita dari Cianjur. Anyun dengan logat Sundanya yang menarik. Risky Biebier dengan logat khas Jawanya. Egik dengan gaya sulapnya. Fachri yang selalu siap dengan seragam dan atribut Polisinya. Juga Syamsuri dengan logat nyablak dan seperangkat gitar kesayangannya. Juga ada 42 peserta lain yang menjadikan SUCA 2 ini berbeda dengan SUCA 1.

Acara ini semakin sempurna berkat kombinasi apik dari berbagai pihak diantaranya adalah Juri yang sangat kompeten seperti Raditya Dika, Pandji Pragiwasono, Ernest Prakasa, Abdel Achrian Babe Chabita, Eko Patrio, Temon, Ge Pamungkas, Boris Bokir, Jarwo Kwat, Kemal Fahlevi, Ari Keriting, Luna Maya, Hanna Al Rasyid, TJ dan Melaney Ricardo. Dipandu oleh Host yang mampu menghangatkan suasana seperti Andika Pratama, Gading Marten, Rina Nose, Uus, Gilang Dirga. Para peserta juga menunjukkan kemampuannya berkat kerja keras para mentor-mentor hebat diantaranya, Arief Didu, Gilang Baskara, Isman HS, Daned Gustama  dan Mosidik. Kombinasi ini makin sempurna dengan kerja seluruh team dan direksi dalam Progran Stand Up Comedy Akademy 2 Indosiar 2016 ini. 

Ada banyak kelebihan yang bisa tertangkap didalam acara SUCA 2 ini walaupun secara garis besar tidak ada yang jauh berbeda dengan SUCA 1. Pembenahan masalah terlalu banyaknya gimmick yang diberikan oleh para host sehingga terkesan membosankan juga lebih dapat diramu secara apik dan kreatif sehingga gimmick itu kini menjadi warna yang juga dinikmati oleh penonton seluruh Indonesia. Tantangan yang lebih variatif tentang teknik bercomedy juga ditunjukkan sebagai tantangan yang harus dijawab oleh setiap peserta. Kemampuan peserta yang mumpuni sehingga kontes ini sudah berasa panas bahkan sejak dari awal kompetisi. Ini menunjukkan bahwa Indosiar bersungguh-sungguh ini mempersembahkan yang terbaik bagi pemirsa setia Indosiar lewat acara Stand Up Comedy Akademy Indosiar ini.

SUCA 2 Indosiar ini telah mencetak sejarah baru, memunculkan komika wanita tak hanya menjadikannya “gimmick” dalam berstand up. Tapi mereka menang dan menjadi juara karena mampu, cerdas, cerdik, punya skill dan sense of comedy yang tinggi.dan itu tidaklah mudah tapi ACi dan Arafah mampu.

Tulisan ini dipersempahkan guna mengikuti kontes #StandUpAcademy2 #BlogSUCA2

  sumber :https://web.facebook.com/SUCA2indosiar/


Sumber Gambar Kartun wayang dan Sri Kandi diambil dari : 
https://www.google.com/search?q=gambar+sri+kandi+kartun&tbm=isch&imgil=WuvPxlMxF5_QgM%253A%253BLyoCum6asm3wZM%253Bhttp%25253A%25252F%25252Fpeppipoenyakartoon.bl

No comments:

Post a Comment