
sumber :https://web.facebook.com/SUCA2indosiar/
Sosok Dewi Srikandi menjadi satu gambaran seorang
wanita yang tidak hanya mempunyai sifat yang lemah lembut, keibuan, cantik dan
emosional, serta sebatas sebagai ibu rumah tangga saja yang bertanggung jawab
mengasuh, mendidik dan melayani suami. Namun sosok wanita dari Srikandi menjadi
satu contoh bahwa keberadaan wanita juga sanggup untuk menjadi pemimpin yang
cukup disegani dan memiliki ketangguhan dan kemampuan yang hebat. Dan
kepribadian serta kekuatan tangguh itu ada pada Aci dan Arafah peserta Stand Up Comedy Akademy 2 Indosiar yang saya singkat SUCA 2
Indosiar.
Tak hanya lucu sosok Aci Resti yang memiliki nama asli Resti Surtika ini adalah sosok komika yang cerdas, jujur, simple, natural, tapi juga menjadi peserta didik yang”tumbuh”. Aci cerdas tak hanya menangkap peluang. Peluang untuk mengembangkan diri, peluang menunjukkan eksistensi diri, peluang menebarkan pesona diri, peluang memenangkan hati penonton, dewan juri juga para mentor. Termasuk peluang untuk memaksimalkan hadiahnya (hahahha), tengoklah kasur baru itu, kipas angin dirumahnya, kulkas juga motor yang kini mengantarnya beraktivitas yang penuh kenangan bersama Raditya Dika, karena Raditlah yang membayar motor itu bahkan sebelum pacarnya Aci membelikannya:D. (Hmmm…bagi Aci Raditlah yang pertama, tapi belum tentu yang terakhir hehehheh).
Tak bisa dipungkiri pesona Aci
bak magnet yang datang diujung waktu, waktu yang sangat tepat. Selaksa busur
Sri Kandi yang datang dengan lesatan kilat, arah dan sasaran yang juga tepat.
Hal ini karena Aci adalah sosok komika yang “tidak dan kurang” dijagokan
sebagai pemenang, khususnya olehku (Hehehhe maaf ya Ci). DiMinggu-minggu awal
penampilan Aci, penampilannya dinilai standar, masih banyak pekerjaan rumah
yang harus Aci dan sang mentor benahi. Aci sangat bermain terlalu aman dizona
nyamannya, bahkan dia masih mencari-cari mana yang khas dari dirinya yang akan
dia jual sebagai marketnya.
Busur panah cinta penonton tak
hanya dihujamkan pada Aci. Tapi pesona Arafah Rianti juga sangat menyedot
perhatian setiap mata yang melihatnya. Semua bukan hanya karena Arafah
dianugrahi wajah yang cantik. Wanita cantik tapi lucu dan bisa melawak adalah
unik. Dan inilah pesona Arafah. Arafah yang menyajikan lawakan bergaya absurd
bahkan cenderung aneh tapi susah ditebak namun jujur. Menjadi sosok yang sangat
dirindukan kehadirannya. Memabahas tentang Arafah, pasti semua setuju banyak
pesona yang bisa di kulik darinya. Wajah cantiknya sempat menjadi bahan hujatan
bahwa ia hanya bermodal tampang. Jadi pantaslah jika Juri suka, mentor suka,
penonton suka, dan aku juga suka hehehe…begitulah topik yang menjadi rumor di media social.
Tapi Arafah adalah bersuara unik,
lengkap dengan paket cantik, absurd, jujur, natural, ikhlas tapi dia cerdas. Selain
dia mengidolakan Wanda dari Medan karena rupanya yang menawan, yang perlu kita
sadari adalah inilah Arafah Sang Srikandi Indonesia. Dia pun mengidoakan
dirinya sendiri, dan ini tebukti bahwa ia mampu mengalahkan egonya, pesimisnya,
rasa tidak percaya dirinya. Arafah mengobrak abrik rumor bahwa ia hanya
bermodal tampang. Ia adalah wanita ayu berhijab nan santun tapi kuat dan cerdas
membaca peluang. Peluang menjadi juara.
Duo wanita hebat ini laksana
kombinasi yang cantik dan cerdas. Keduanya mampu memanfaatkan segala
kesempatan, segala peluang untuk menujukkan dialah Srikandi Indonesia.
APA KABAR WAWAN?
Hermawan Yoga merupakan salah
satu komika jebolan komunitas Stand Up
Indo Bekasi yang biasa dipanggil Wawan. Wawan dengan segala judul dan tema
beragam dan matang akan pengalaman juga jam terbang yang matang adalah modal
untuknya. Dan semuanya juga mengakui bahwa dia berkualitas. Lalu kenapa Ia
kalah dan harus mengakui kekuatan Duo Srikandi Aci dan Arafah? Kalau menurut
penialaianku adalah, Wawan lucu, Gerrr tapi malam itu yang dibutuhkan adalah
bukan hanya lucu dan Gerr saja. Karena
Aci dan Arafah jauh memberikan tak hanya lucu dan gerr, tapi lucu yang
memikat, bak menonton opera yang menyentuh maka kenangannya akan terbawa, unik,
spontan, natural dan muda. Yaa lawakan mereka muda, fress, mudah dicerna oleh
siapapun dan usia berapapun, jujur sehingga kita bisa merasakan ada didalamnya.
Seperti bunyi sapaan kekasihku
setiap dia menelponku “Hello apa kabarmu sayang?”, malam itu aku juga bertanya
– tanya “Hellooo, apa kabar Wawan malam ini?” kenapa laksana kartu trufmu
bernilai STANDAR justru kau pakai malam ini? Tapi ya sudahlah ini kompetisi
duduk sebagai pemenang ketiga juga bukan sebuah kekalahan telak. Karena Wawan
sudah mengalahkan ribuan para pecinta dan pelaku stand up comedy.
Ada sesuatu yang berbeda di stand
up comedy akademi 2 tahun 2016 ini, yaitu pada pesertanya. Banyak peserta SUCA
2 Indosiar ini yang sudah memiliki nama dan cukup terkenal didaerah dan
masyarakat Indonesia pada umumnya. Mereka adalah para komika hebat yang rela “menanggalkan”
profesi juga namanya untuk berkompetisi di SUCA 2 Indosiar ini. Dan itu artinya
mereka siap dengan segala konsekuensinya, belajar dari nol, mendengarkan dan
siap diarahkan, berkompetisi, siap dinilai, dikritik adalah hal-hal yang mereka
siapkan ketika sudah memutuskan untuk masuk menjadi peserta SUCA 2 Indosiar
ini.
Dan harus diakui, bahwa dua
Srikandi Aci dan Arafah, mampu mematahkan sebuah teori bahwa pengalaman, jam
terbang, percaya diri saja tidak cukup. Tapi bertumbuh, mau mendengar dan
belajar, mempersiapkan diri bermentalkan juara, tak layu ketika dihujat, rileks
dan berpikir positif, menjalani kompetisi karena suka dan yakin pada diri juga
keajaiban Tuhan, jujur, tulus dan apa adanya dalam menyajikan lawakkan adalah
laksana busuran panah yang tidak lagi dapat dihindari Karen tepat dan kena.
Seperti sapa Aci malam Itu “Gue
menang….Gue bisa mengalahkan Idola Gue Bang Wawan”. Juga lihatlah senyum dan
tangis bahagia Arafah yang berhasil mengalahkan rasa ragunya, rasa tidak
percaya dirinya, bak Srikandi Arafah mampu menunjukkan bahwa kualitasnya tidak
hanya sebatas tampang, tapi skill dan yakin terhadap diri dan Tuhannyalah yang
membuat dia mampu menjadi juara kedua.
SUCA 2 Indosiar 2016 dikelilingi
oleh 42 peserta dari seluruh Indonesia yang sangat hebat. Laksana gambaran
Indonesia raya bisa terbaca di tiap peserta SUCA 2 Indosiar Ini. Seperti Raim
Laode dengan khas Wakatobinya, Istiqomah dengan khasnya sebagai wanita dari
Cianjur. Anyun dengan logat Sundanya yang menarik. Risky Biebier dengan logat
khas Jawanya. Egik dengan gaya sulapnya. Fachri yang selalu siap dengan
seragam dan atribut Polisinya. Juga Syamsuri dengan logat nyablak dan
seperangkat gitar kesayangannya. Juga ada 42 peserta lain yang menjadikan SUCA
2 ini berbeda dengan SUCA 1.
Acara ini semakin sempurna berkat
kombinasi apik dari berbagai pihak diantaranya adalah Juri yang sangat kompeten
seperti Raditya Dika, Pandji Pragiwasono,
Ernest Prakasa, Abdel Achrian Babe Chabita, Eko Patrio, Temon, Ge Pamungkas,
Boris Bokir, Jarwo Kwat, Kemal Fahlevi, Ari Keriting, Luna Maya, Hanna Al
Rasyid, TJ dan Melaney Ricardo. Dipandu oleh Host yang mampu menghangatkan
suasana seperti Andika Pratama, Gading Marten, Rina Nose, Uus, Gilang Dirga. Para
peserta juga menunjukkan kemampuannya berkat kerja keras para mentor-mentor
hebat diantaranya, Arief Didu, Gilang Baskara, Isman HS, Daned Gustama
dan Mosidik. Kombinasi ini makin sempurna dengan kerja seluruh team dan direksi
dalam Progran Stand Up Comedy Akademy
2 Indosiar 2016 ini.
Ada banyak kelebihan yang bisa tertangkap didalam acara
SUCA 2 ini walaupun secara garis besar tidak ada yang jauh berbeda dengan SUCA
1. Pembenahan masalah terlalu banyaknya gimmick yang diberikan oleh para host
sehingga terkesan membosankan juga lebih dapat diramu secara apik dan kreatif
sehingga gimmick itu kini menjadi
warna yang juga dinikmati oleh penonton seluruh Indonesia. Tantangan yang lebih
variatif tentang teknik bercomedy juga ditunjukkan sebagai tantangan yang harus
dijawab oleh setiap peserta. Kemampuan peserta yang mumpuni sehingga kontes ini
sudah berasa panas bahkan sejak dari awal kompetisi. Ini menunjukkan bahwa
Indosiar bersungguh-sungguh ini mempersembahkan yang terbaik bagi pemirsa setia
Indosiar lewat acara Stand Up Comedy
Akademy Indosiar ini.
SUCA 2 Indosiar ini telah mencetak sejarah baru,
memunculkan komika wanita tak hanya menjadikannya “gimmick” dalam berstand up. Tapi mereka menang dan menjadi juara
karena mampu, cerdas, cerdik, punya skill dan sense of comedy yang tinggi.dan itu tidaklah mudah tapi ACi
dan Arafah mampu.
Tulisan ini dipersempahkan guna
mengikuti kontes #StandUpAcademy2 #BlogSUCA2
sumber :https://web.facebook.com/SUCA2indosiar/
Sumber Gambar Kartun wayang dan Sri Kandi diambil dari :
https://www.google.com/search?q=gambar+sri+kandi+kartun&tbm=isch&imgil=WuvPxlMxF5_QgM%253A%253BLyoCum6asm3wZM%253Bhttp%25253A%25252F%25252Fpeppipoenyakartoon.bl
Sumber Gambar Kartun wayang dan Sri Kandi diambil dari :
https://www.google.com/search?q=gambar+sri+kandi+kartun&tbm=isch&imgil=WuvPxlMxF5_QgM%253A%253BLyoCum6asm3wZM%253Bhttp%25253A%25252F%25252Fpeppipoenyakartoon.bl


















