Friday, 15 May 2015
Thursday, 14 May 2015
CURHATAN RASA KOEPOE-KOEPOE : “KARENA KOEPOE-KOEPOE MESKI DIAM CINTA ITU TERUCAP”
Cinta terkadang tak terbatas pada kata dan ucap. Pada tingkahlaku dan “DIAM”
sesekali bisa menterjemahkan cinta dalam wujud terhalus direlung sanubari orang
yang kita cintai. Cinta ada dengan banyak cara dan wajah. Dan kali ini aku memberikan wajah termanisku
lewat makanan yang disempurnakan oleh produk koepoe-koepoe.
Kadangkala, oleh Tuhan aku
dihadiahi kemampuan untuk merangkai kata manis yang dipersembahkan bagi orang
yang kita cintai. Namun sesekali akupun dibuat kehabisan stok dan terbata-bata
ketika 11 tahun pernikahan dan kata manis itu tergerus oleh lelah, cape, penat
juga waktu. Beruntung aku punya penyambung lidah tanpa aku harus berbusa-busa
mempujanggakan kata indah laksana Kahlil Gibran ataupun Asrul Sani. Aku hanya
Bunda beranak 4 (atau...BARU 4 hehehhe, aku benar tidak mengetahui rahasia
Tuhan tentang jumlah anakku kelak). Dan dialah segala macam varian produk
koepoe-koepoe. Dari mulai rempahnya, toping, bahan pelengkap pembuat kue, bumbu
instan yang terjamin kualitas dan manfaatnya. Cintaku tersalurkan tanpa harus
banyak kata. Dan orang – orang yang kukasihi tahu dengan benar betapa sayangnya
aku pada mereka.
Aku bersyukur benar akan segala
perjodohan Tuhan ini. Karena buatku JODOH itu adalah ketika dua orang bertemu
karena saling menemukan, Sama-sama berhenti karena telah selesai mencari, Sama-sama saling menjaga karena takut akan kehilangan,
Sama-sama saling mengasihi karena takut akan saling menyakiti. Kunikmati benar setiap lembaran fase kehidupan yang harus kulalui. Apapun judul dan temanya. Pahit, sedih, suka, bahagia, sungguh aku menikmatinya.
Sama-sama saling mengasihi karena takut akan saling menyakiti. Kunikmati benar setiap lembaran fase kehidupan yang harus kulalui. Apapun judul dan temanya. Pahit, sedih, suka, bahagia, sungguh aku menikmatinya.
Menjadi
Bunda menuntutku “mendadak” menjadi pelukis handal buat anak-anakku. Bukan hanya
warna merah, hijau, atau kuning tapi juga perpaduan jingga dan hijau. Tentang dongeng
akhlak anak sholeh, tentang sahabat sejati, tentang nikmatnya bermain permainan
tradisional, tentang asyiknya menciptakan game dengan karakter sesuai desain
dan nama kesayangan kita, tentang bangganya terlahir sebagai anak-anak kami
orang tuanya, tentang belajar rajin dan mengharumkan nama bangsa. Aku terus
berharap bahwa aku mampu menjadi pelukis handal tak hanya cerdas
mengkombinasikan warna, tapi menhidupkan dimensi dan cerita indah bagi tiap
lembaran kehidupan anak-anakku. Semoga cerita indah yang kutorehkan adalah
bekal indah untuk membentuk karakter kepribadian anak-anakku menjadi pribadi
yang sehat dan meneduhkan pemandangan mata kami orang tuanya.Laksana BALON kuingin kelak anak-anak kami terbang tinggi tak hanya karena indah warnanya tapi lebih karena isinya. terbang tinggi meraih mimpi harumkan nama bangsa dan negeri.
Sebagai
Bunda aku juga “harus” menjadi ilmuan yang teliti dan berdedikasi. Berharap menjadi
penemu setiap fase perkembangan moment per momentnya, bahwa aku adalah orang
yang pertama berjumpa dengan perkembangan anak, kemampuan anak dan memastikan
kesehatan anak-anakku. Itulah fungsi dan peranku kini sebagai Bunda.
Dan....
Semua
itu kumulai dipagi hari....
Lewat
makanan yang kumasak. Kupastikan dan terus
memastikan bahawa aku sudah melakukan hal baik dan benar. Memilihkan yang
terbaik lewat makanan adalah laksana aku sedang “berinvestasi cinta” untuk kehidupan keluargaku kelak.
Lewat makanan yang disempurnakan oleh produk koepoe-koepoe wujud pernyataan
cintaku terejawantahkan. Tanpa kata tanpa ucap...tapi diam penuh cinta. Tapi sesekali
bahkan sering kata I LOVE YOU juga akrab diantara kami. Ayah padaku, aku pada
suamiku, Ayah pada anak-anak, anak-anak pada ayah. Bunda pada anak-anak,
anak-anak pada Bunda. Bersama cium, peluk dan tatapan mata. Cinta diantara kami
makin mengembara. bersama seruputan teh, kubuatkan sarapan pagi khas Koepoe-koepoe kesukaan keluarga kami.
Atau sore
hari sambil ngeteh dan membaca buku, sambil santai dan mengobrol seru. Cemilan sehat
ala koepoe-koepoe kuhadirkan ditengah kehangatan keluargaku ini. Ditemani canda
dan tawa. Kami terus bersyukur akan kesempatan Tuhan ini. Semoga saja Allah SWT
memberikan kami judul-judul indah dilembaran kehidupan kami berikutnya....atau
bila Tuhan sesekali menuliskan tentang pilu dan sesekali sedih ijinkan kami
terus bersama dan saling menguatkan, mengisi dan saling memahami. Amiin Yaa
Robb....
Sore ini
aku buatkan Bakpau isi kacang hijau sebagai cemilan sehat bagi orang – orang yang
kusayangi. Kupilihkan pewarna merah rose dan baking powder koepoe-koepoe
menyempurnakan kelezatan bakpau yang kubuat. Melihat bakpau buatanku laris
manis wahhhh sungguh nikmat sekali bahagia ini. Meski lelah namun melihatnya “makan
sambari merem melek” hihiihi lucunya Kalle, Abrisam, Khalilla dan Shauqina hilang jadi puas dan bahagia.
Cinta itu harus terus dipupuk keabadiannya. ada banyak cara, ada banyak pilihan, ada ribuan teori tapi tidak semua pandai mempraktekannya. lewat makanan adalah hal yang paling sederhana namun penting untuk menjadikan anak-anak kita tumbuh dengan sehat dan bahagia karena terlahir sebagai anak kita. atau juga untuk suami, lewat makanan yang kita buat ternyata bisa membuatnya makin rindu rumah dan ingin lekas pulang. rindu kami bagian terpenting dalam kehidupannya.
Teruntuk ibu bijak mari pilih yang terbaik untuk keluarga. lewat segala macam produk koepoe-koepoe pekerjaan memasak ini menjadi seni yang indah bagi kodrat kita sebagai Bunda. dan itu sungguh membahagian hati kita. tengoklah ketika suara sendawa itu ada, keringat mengucur karena nikmat dari memakan makanan yang kita masak, belum lagi...ucapan sayang dari orang -oran terkasih " TERIMAKASIH BUNDA, BUNDAKU HEBAT MASAKAN BUNDA ENAK" wawwww nyessss INDAHNYA....NIKMATNYA....
dan hari ini...sungguh aku bahagia......#CURHATANRASA
Wednesday, 13 May 2015
CURHATAN RASA KOEPOE-KOEPOE “LAKSANA LUKISAN INDONESIA RAYA KOEPOE-KOEPOE TERPANCAR DIDAPURKU”
CURHATAN
RASA KOEPOE-KOEPOE
“LAKSANA LUKISAN INDONESIA RAYA KOEPOE-KOEPOE TERPANCAR DIDAPURKU”
Dear Jelajar Rasa
Mau Curhat Nih.......
Dapur adalah salah satu area favoritku, laksana istana yang akan kujaga kebersihan, nyaman, dan menyenangkan sehingga aku betah berlama-lama ada didapur. segala upaya aku lakukan untuk memperindah dapur mulai dari foto keluarga yang bertengger manis di dinding dapur, hingga memo-memo cinta pesanan anak-anak dan suami akan menu makanan yang ingin kumasakan untuknya. salah satu yang wajib ada berjajar manis diistanaku ini adalah segala macam produk koepoe-koepoe. mulai dari macam-macam rempah, bumbu instan, bahan-banhan pembuat kue, toping. Produk Koepoe-koepoe adalah lukisan indah akan nikmatnya tinggal dibumi Indonesia yang kaya akan rempahnya.
Tentang Koepoe-koepoe.....
SEJARAH
KOEPOE-KOEPOE HADIR DIHIDUPKU: BUKAN SINGA ATAU BADAK TAPI KOEPOE-KOEPOE
Tanpa kusadari menyukai
Koepoe-koepoe ternyata sejak aku kecil. Berlarian mengejarnya adalah adalah
kombinasi apik dari pacuan adrenalin dan bahagia. “Kenaaaaa” teriakku bahagia.
Setelah puas memegang dan memandangi indah warna sayapnya. Akupun melepaskannya terbang tinggi.
Suatu hari ketika aku diajak
bertamasya ke Kebun binatang aku juga lebih menyukai melihat aneka jenis
koepoe-koepoe dan BUKAN Singa atau juga Badak. Pilihanku jatuh pada Koepoe-koepoe. Dan itu menular
pada anakku Khalilla. Lewat tarian “Koepoe-koepoe yang lucu” dia makin
mencintai koepoe-koepoe.
Lewat gerak dan lagu, lewat
nyanyian dan gambar, lewat dongeng dan cerita dia sangat mencintai
koepoe-koepoe. Dan tentang cinta akupun jatuh didalamnya bersama segala macam
produk KOEPOE- KOEPOE. Hal ini adalah baik untukku dan orang –orang terkasih. Lewat
GENERASI KOEPOE-KOEPOE kutularkan mereka “ILMU” memasak yang sempurna, karena
buatku varian produk koepoe-koepoe bukan hanya meingankanku dalam menciptakan
menu-menu andalah tapi yang terpenting adalah koepoe-koepoe MENYEMPURNAKAN
setiap masakan yang kuracik. Contoh nih, dulu aku memasak ayam bumbu kuning, hasil
masakanku kacau balau karena ternyata kunyit yang kupakai masih mentah dan
kuhaluskan tapi tidak sempurna. Hasilnya setiap kunyahan menemukan bongkahan
kunyit juga lada putih yang merusak kenikmatan masakanku. Akhirnya masakanku
tidak habis, sedih deh melihatnya. Atau ketika kuhaluskan menggunakan blender
seringkali air yang kucampukan untuk menghaluskan terlalu banyak sehingga
bumbunya encer. Hmmm...TAPI ITU DOELOE, ketika aku belum mengenal produk koepoe
– koepoe. Kini varian koepoe-koepoe juga makin bervariasi memasak makin
bersemangat deh.
Dari eyang putri dan Mamah aku
kenal produk koepoe-koepoe, tapi dulu aku hanya mengenal bahan perlengkapan
pembuat kue. Tapi kini aku tahu bahwa produk koepoe-koepoe semakin banyak
variasi,kemasannya juga efisien. Dari dul aku yakin bahwa produk koepoe-koepoe
dibuat dari bahan pilihan juga berkualitas tinggi.
Keyakinan ini kemudian kutularkan pada
generasiku GENERASI KOEPOE-KOEPOE. Kuajak anak-anakku mengenal lebih dekat
dengan dapur dan koepoe-koepoe. Karena “DAPUR” juga bisa menjadi saranaku untuk
lebih dekat dengan anak-anak, lebih dekat dengan kekayaan rempah, alam, laut
bangsa dan negri Indonesia tercinta. Dan Koepoe-koepoe adalah potret kecil “LAKSANA LUKISAN INDONESIA RAYA
KOEPOE-KOEPOE YANG TERPANCAR DIDAPURKU” Koepoe-kopoe
adalah wajah dimana Bangsa Indonesia kaya akan rempah dan bahan makanan yang
unik, enak, lezat dan bergizi. Kuingin kelak ketika mereka menjadi dewasa tidak salah memilihkan produk yang terbaik, aman dan sehat bagi kesehatan diri dan keluarganya, yaitu melalui produk koepoe-koepoe.
Aku juga ingin mereka menyebarkan pada orang lain dan dunia bahwa betapa kayanya Indonesia ini yang terangkum dalam kekayaan produk koepoe-koepoe. kuingin mereka bangga pada produk Indonesia, kuingin mereka bangga menjadi warga negara Indonesia.
Hmm....sudah hampir siang
nih....saatnya memasak Yukk !!!
CINTANYA TERTAMBAT DISOTO BUMBU TAUCO
Hari ini aku masak soto tauco khas
kota Tegal. Tentang soto adalah makanan pertama yang kusuguhkan pada orang yang
11 tahun lalu begitu gagah meminangku. Dia adalah ayah dari anak-anakku. Mungkin
karena cinta atau entah apa....perjumpaan soto yang pertama singgah dimulutnya
dia minta tambah. Hmmm....meski geli (doyan atau lapar heheh) tapi aku suka
menyuguhkannya. Dan kini soto bumbu tauco sudah mengalahkan soto bumbu kawang
dan gula merah asal daerahnya. Soto bumbu tauco sudah menjadi menu favorit
buatnya. Dengan cinta dan koepoe-koepoe
kuracik soto tauco untuknya.
Dan tak lupa....
Aksi saling suap ini masih saja
terjaga hingga pernikahanku 11 tahun ini. Pemandangan inipun sudah menjadi
tontonan asyik buat anak-anak kami. Kata mereka “Aku suka Ayah dan Bunda saling
sayang.”. Semoga Abadi ya Alloh...Amiin.
Turut andil dalam program jelajah rasa tentang Curhatan Rasa bersama koepoe-koepoe adalah wujud kecintaan kami bahwa ternyata koepoe-koepoe sudah terpatri apik dihati kami. laksana lukisan indah yang memancarkan kecantikkan, keelokkan, kenikmatan masakan khas Indonesia. dan itu kumulai dari ruang idamanku, istanaku....DAPURKU, bersama aneka ragam produk Koepoe-Koepoe.
Buat Bunda-Bunda bijak yang sayang pada keluarga dan bangga akan bangsanya pilihan memakai produk Koepoe-Koepoe adalah pilihan yang tepat. Dibuat dari bahan pilihan berkualitas tinggi, kemasan yang higienis dan menarik. sehingga kita makin memiliki semangat untuk menyuguhkan cinta untuk orang-orang yang kita sayangi lewat makanan, cemilan yang sehat dan nikmat.#CURHATANRASA
Subscribe to:
Comments (Atom)





